Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.48


__ADS_3

***


"Kita mau kemana Mbok?" tanya mang Ujang yang saat ini tengah mengemudikan mobil membawa Mbok Ijah dan juga Mala.


"Kita ke kontrakan nya Ibu Sukma saja Mang. Semoga Bu Sukma nya belum tidur," jawan Mbok Ijah yang memutuskan membawa Mala ke kontrakan salah satu kenalan nya.


Mang Ujang yang juga sudah mengenal Bu Sukma pun segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah komplek dimana rumah Bu Sukma berada beserta rumah kontrakan yang dia miliki.


Mala sendiri hanya diam seribu bahasa. Sungguh, dia masih tidak menyangka jika Pras akan menolah bahkan mempermalukan nya seperti tadi.


*


*


Sementara di dalam rumah...


Pras langsung membawa Alina kembali ke dalam kamar setelah memberikan perintah agar Mbok Ijah membawa Mala pergi dari rumah itu malam itu juga.


Setiba nya di dalam kamar, Pras langsung masuk kedalam kamar mandi guna membersihkan dirinya dan mengganti baju yang tadi dia pakai.


Bukan hanya sekedar mengganti, bahkan Pras sampai membuang baju yang dia pakai saat Mala memeluknya. Sementara Alina sendiri hanya memperhatikan gerak gerik sang suami dari kejauhan.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Pras membelai sayang pucuk kepala Alina yang saat ini duduk termenung di atas ranjang.


"Apa kamu percaya dengan apa yang dia katakan?" tanya Pras lagi saat Alina hanya diam sembari menatap lekat wajah tampan nya.


Pras pun langsung mengambil duduk di depan Alina yang saat ini duduk di atas kasur dengan bersandar di sandaran ranjang.


"Jangan dengarkan dia. Aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita mana pun selain kamu Alina. Aku tahu jika ini terdengar seperti sebuah alasan, namun percayalah. Kalau saat ini, aku benar benar mencintai kamu dan hanya kamu wanita yang aku inginkan,"


Deg


Jantung Alina berdebar kencang saat Pras mengungkapkan perasaan nya. Meski hubungan mereka kini semakin membaik.


Jujur, pria itu sama sekali tidak pernah mengatakan jika dia mencinta Alina. Dan ini, untuk pertama kalinya Pras mengatakan jika Pras mencintai Alina.


Alina menatap penuh dengan rasa haru ke arah Pras. Dia tidak menyangka jika pada akhirnya, Alina berhasil membuat suaminya sendiri jatuh cinta padanya.

__ADS_1


Rasanya, sulit sekali percaya jika pria yang begitu membencinya kini menyatakan perasaan suka nya pada Alina.


Akhirnya, perasaan Alina pun kembali menghangat setelah mendengarkan pengakuan dari Pras.


Alina pun, bahkan langsung berhambur masuk kedalam pelukan Pras setelah mendengar ungkapan perasaan yang di lakukan oleh Pras pada nya.


Tidak ada kata yang terucap dari mulut Alina. Hanya isak tangis yang terdengar dari mulut wanita itu. Pras semakin mempererat pelukan nya di tubuh Alina saat istrinya itu terus menangis tersedu.


"Sudah, lebih baik kita istirahat saja ya? Jangan menangis terus, nanti kamu bisa sakit." lanjut Pras yang di angguki oleh Alina.


Keduanya pun mulai membaringkan tubuh lelah mereka. Pras kembali menarik Alina masuk kedalam dekapan nya.


Pras memeluk erat sang istri hingga ALina benar benar terlelap dalam damai dan memasuki alam mimpi.


Sementara Mala yang di temani oleh Mbok Ijah dan Mang Ujang, baru saja tiba di sebuah rumah sederhana yang lumayan layak untuk di tempati.


Usai menemui sang pemilik kontrakan dan mendapatkan kunci rumah sederhana itu. Mala kembali di antar hingga memasuki rumah kontrakan tersebut.


"Ini tempat tinggal mu saat ini. Kamu tenang saja, rumah ini sudah di kontrak untuk satu tahun ke depan dan kamu bisa menempatinya dengan tenang. Satu lagi, jangan lakukan hal memalukan seperti tadi karena tidak semua pria beruang dan berkuasa itu mau dengan wanita murahan. Jaga harga diri kamu dengan baik, kamu wanita yang pintar, saya rasa kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu sendiri tanpa merusak kebahagiaan orang lain. Dan ingat, jangan permalukan orang tua mu yang sudah susah payah menyekolahkan kamu hingga perguruan tinggi karena itu adalah perjuangan yang tidak mudah, jadi jaga kepercayaan dan juga martabatnya meski pun mereka hanya seorang pembantu."


Deg


Tidak bisa di bayangkan jika yang melihat hal tadi adalah Mbok Darmi. Wanita paruh baya yang sudah berjuang sedemikian rupa demi memberikan yang terbaik untuk putri satu satunya itu.


"Mulai besok, bekerjalah dengan baik di butik. Jangan pernah lagi melakukan kebodohan yang akan merugikan diri kamu sendiri. Saat ini, kamu masih di beri kesempatan untuk bekerja di sana karena keluarga mereka memang keluarga yang sangat baik. Tapi, jangan salah artikan kebaikan itu. Kamu harus tahu menempatkan diri kamu sendiri Mala. Meski kamu sangat mencintai tuan mu, tapi kamu harus ingat, pada kenyataan nya di dunia nyata tidak akan pernah ada kisah Cinderella. Cari lah pasangan yang sepadan setara dengan kita, dengan begitu kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya."


Mbok Ijah pun langsung pergi bersama dengan Mang Ujang setelah menasehati Mala, panjang kali lebar. Sungguh, rasanya kesal bercampur malu sekali saat melihat apa yang di lakukan Mala malam ini.


Meski begitu, mama Widia pun masih mengijinkan Mala untuk bekerja di butiknya dengan satu catatan. Mala tidak diperkenankan untuk menemui Pras atau pun Alina lagi.


Saat menunggu Mala yang tengah berkemas, Mbok IJah sempat menghubungi mama Widia dan menceritakan apa yang terjadi. Shock, itulah yang di alami oleh wanita paruh baya itu.


Meski begitu, mama Widia pun masih memberikan ijin Mala untuk bekerja di butiknya sampai gadis itu menemukan pekerjaan yang dia minati.


Usai mengantarkan Mala ke tempat tinggal baru nya. Mbok Ijah dan Mang Ujang pun kembali ke kediaman Pras dan Alina.


*

__ADS_1


*


Hoek


Hoek


Pras mengerjapkan matanya saat sayup sayup indra pendengar nya mendengar suara orang muntah muntah.


Dengan mata yang masih terasa amat sangat berat, Pras mulai mencari keberadaan sang istri yang ternyata sudah tidak ada di samping nya.


Hoek


Hoek


Lagi, Pras kembali mendengar suara orang muntah dari arah kamar mandi nya. Pras pun segera bangkit lalu beranjak menuju ke kamar mandi.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Pras saat melihat Alina tengah duduk lemas di depan closet.


Wajah nya pucat dengan di penuhi oleh keringat. Pras pun langsung mendekat lalu berjongkok di samping istrinya.


"Kamu kenapa? Sakit?"


"Aku nggak tahu Mas, kepalaku pusing dan aku mual sekali,"


"Lalu, apa sekarang masih mau muntah?"


"Tidak, tapi aku tidak punya tenaga untuk kembali ke kamar,"


"Ya sudah, tidak apa apa. Sini, biar Mas gendong kamu,"


"Jangan, nanti kalau ada apa apa dengan kaki Mas gimana?"


"Jangan khawatir, kaki ku sudah sembuh total. Ayu, sini kita kembali ke kamar."


Dengan sigap Pras pun langsung mengangkat tubuh lemas Alina untuk membawa kembali istrinya itu ke dalam kamar dan membaringkan tubuh Alina di kasurnya.


*

__ADS_1


*****


__ADS_2