Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Season 2. Bab.27


__ADS_3

...***...


.


..."Aku akan menikahi Sulis Ma, Pa. Tolong, restui Haris untuk mengejar Sulis dan menikahi nya meski kami tidak satu iman."...


..."Tapi Nak, tidak baik jika dalam biduk rumah tangga ada dua keyakinan. Bagaimana nanti kalian akan mendidik anak anak kalian dalam segi agama jika kedua orang tuanya memiliki dua keyakinan yang berbeda."...


..."Meski saat ini kami tidak satu Iman, setidaknya kami ada dalam satu Aamiin yang sama. Tidak akan ada yang tahu akan masa depan Ma, Pa. Meski saat ini Sulis memiliki keyakinan yang berbeda dengan Haris, tapi tidak ada yang tahu akan masa depan kan. Manusia bisa saja berubah Ma, doakan saja agar Sulis bisa mendapatkan hidayah untuk ikut dengan kita. Tapi saat ini, Haris harus menikahi Sulis. Haris harus bertanggung jawab akan apa yang sudah terjadi pada kami,"...


"Maksud kamu apa Nak? Jangan bilang kalian sudah___,"


..."Maafkan Haris Ma, Pa. Kami melakukan nya atas dasar suka sama suka dan dalam keadaan sadar sesadar sadarnya."...


..."Ya ampun Haris. Kamu tahukan kalau itu dosa besar sayang, bagaimana kamu bisa melakukan itu sebelum menikah,"...


..."Haris tahu Ma, tapi Haris sangat mencintai Sulis. Haris takut kehilangan dia, tapi Sulis tidak mau membuat Haris menentang Mama dan Papa dan menjadi anak yang durhaka, makanya dia pergi. Haris mohon Ma, Pa, ijinkan Haris pergi mencarinya dan menikahi nya. Haris harus bertanggung jawab pada nya Ma, Haris tidak mau Sulis hamil tanpa seorang suami,"...


"Maksud kamu? Sulis sudah___??"


..."Haris tidak tahu, tapi bisa saja kan hal itu terjadi? Selain Haris adalah pria pertama yang menyentuh Sulis, waktu itu Haris juga sengaja tidak memakai pengaman dan sengaja mengeluarkan nya di dalam agar benih itu tumbuh di rahimnya."...


...***...


.


Berulang kali Haris menghela nafas panjang dan berat tatkala mengingat kembali percakapan nya dulu dengan kedua orang tuanya perihal Sulis.


Wanita yang mungkin saja saat ini tengah mengandung anak dari hasil malam panjang dan panas yang mereka lalui sebelum akhirnya berpisah.


Haris menatap keluar jendela, hamparan awan putih menjadi teman, penerbangan yang dia lakukan ke suatu tempat. Tempat dimana Haris akan menenangkan diri sejenak dari penatnya mencari calon ibu dari anaknya.


Empat purnama sudah di lalui oleh Haris untuk mencari keberadaan Sulis namun belum juga menemukan hasil. Hingga membuat pria itu merasa putus asa, dan memilih menepi sejenak.

__ADS_1


Sudah berbagai cara dan berbagai tempat Haris datangi namun hasilnya masih saja nihil. Haris selalu pulang dengan tangan kosong, karena belum berhasil menemukan Sulis.


Bahkan kedua orang tua Sulis pun tidak tahu dimana putrinya berada saat ini. Sebelum menghilang, Sulis memang ijin untuk pergi ke Malaysia untuk mengambil alih perusahaan anak cabang di sana.


Namun, hanya satu bulan saja Sulis bertahan di sana. Setelah nya wanita itu menghilang tanpa kabar dari semua orang bahkan dari kedua orang tuanya juga.


Namun sesekali gadis itu juga memberi kabar lewat pesan email, untuk mengabarkan jika dia dalam ke adaan baik baik saja dan meminta kedua orang tuanya untuk tidak mengkhawatirkan nya.


Bahkan Sulis meminta kedua orang tuanya untuk tidak mencarinya. Dia hanya butuh waktu sendiri dan kelak pasti akan pulang di saat sudah siap menghadap kepada kedua orang tuanya.


*


Setelah menempuh perjalanan selama berjam jam lamanya, akhirnya Haris pun tiba di sebuah resort di pinggir pantai. Tempat yang dia pilih untuk menenangkan diri sejenak sebelum kembali mencari pujaan hatinya.


Sebuah resort elegan yang terletak di lahan rindang dengan pohon palem yang memiliki jarak 4 menit berjalan kaki dari pantai di sepanjang Laut Bali.


Lombok Barat, menjadi pilihan Haris untuk menenangkan dirinya dari kekalutan yang ada karena tak kunjung menemukan Sulis.


Usai mendapatkan kunci kamarnya, Haris pun berjalan menelusuri lorong menuju ke kamar yang akan dia tempati selama di sana.


Dan disaat bersamaan, disaat Haris menutup pintu kamarnya. Pintu kamar yang terletak di sebelahnya terbuka, dan menampilkan seorang wanita hamil keluar dari sana dan berjalan menuju ke arah pantai.


Usia kehamilan nya sudah memasuki bulan ke 5 dan kini perut rata nya sudah mulai terlihat membuncit. Meski menggunakan dress longgar, namun hal itu tidak menutupi perutnya yang mulai membuncit.


*


*


Sementara ditempat lain...


Keramaian tampak terlihat di kediaman Dipta dan juga Raya. Tepat di hari ini, Dipta dan juga Raya akan mengadakan pengajian 4 bulanan kehamilan Raya.


Setelah satu bulan menikah, Raya pun dipercaya untuk mengandung benih dari suaminya, Dipta.

__ADS_1


Rasa suka cita pun begitu terasa menyambut kehadiran anggota keluarga baru, baik di keluarga Wiratama maupun di keluarga Wijaya.


Ini adalah cucu pertama dua keluarga itu. Maka, jangan heran jika apapun yang itu yang bersangkutan dengan sang calon cucu akan di sambut begitu antusias oleh kedua calon nenek dan kakek.


Acara 4 bulanan pun di adakan dengan begitu meriah dengan mengundang banyak tamu undangan dan juga para anak yatim untuk sekalian berbagi rezeki atas nikmat dan rahmat yang telah di berikan.


Dipta terus saja berada di samping sang istri yang saat ini tengah mengandung benih cinta mereka. Senyum bahagia juga tidak pernah lepas dari wajah tampan nya yang berkharisma di usianya yang matang.


Acara di mulai dari jam 10 pagi dengan dimulai dengan pengajian oleh ibu ibu jemaat masjid dan juga para anak yatim. Lalu di lanjut dengan acara tausiah yang diisi oleh salah satu ustadz ternama.


Acara 4 bulanan itu tidak hanya di hadiri oleh para tamu undangan, namun juga para sanak saudara dan sahabat. Terlihat Hani Yang datang bersama dengan suaminya Edo.


Sedangkan Radit tampak masih setia dengan kesendirian nya. Sementara Sulis kembali absen dari acara sang sahabat, bahkan kini di susul oleh Haris yang juga absen dari acara itu.


"Sehat sehat ya bumil, pakmil. Jadi iri deh, kita kapan ya sayang?" ucap Hani saat memberikan selamat pada pasangan yang sebentar lagi akan menjadi orang tua baru itu.


"Terima kasih Han, insya Allah nanti juga nyusul deh. Yakin,"


"Aamiin, semoga saja ya."


"Aamiin. Tapi ngomong ngomong, lo kapan bro. Perasaan tiap datang sendiri mulu," cibir Dipta pada Radit.


"Ck, santuy. Sebentar lagi gue pasti akan buat kejutan buat kalian semua, sepertinya hilal jodoh sudah tampak," jawab Radit menatap lurus ke arah seorang wanita yang tengah berbincang dengan keluarga nya.


Sudah lama Radit menaruh hati, sayang. Perbedaan usia menjadi penghalang untuknya melangkah maju.


..."Datanglah lagi setelah kamu layak untuk menjadi seorang pendamping dan imam keluarga,"...


Itulah yang selalu Radit ingat tatkala dirinya dulu, pernah memberanikan diri mengungkapkan perasaan nya pada wanita dewasa itu.


..."Tunggulah, sebentar lagi. Aku akan datang untuk melamar mu," ...


Gumam nya dalam hati tanpa mengalihkan pandangannya dari si wanita yang juga diam diam mencuri pandang ke arahnya.

__ADS_1


*


*****


__ADS_2