
***
Kedua mata yang sudah berkabut gairah itu masing saling menatap satu sama lain. Pras kembali menarik dan menekan tengkuk Alina saat pria itu kembali menyatukan bibir keduanya.
Alina yang sudah tidak berdaya pun hanya bisa menerima apa yang dilakukan pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.
Tidak bisa lagi menahan hasrat yang sudah naik ke ubun ubun, membuat Pras pun akhirnya mengangkat tubuh lemas Alina dan keduanya pun keluar dari dalam bathtub.
Pras membawa tubuh Alina dalam gendongan nya tanpa melepas pangutan di antara keduanya. Perlahan, Pras membaringkan tubuh polos Alian di atas ranjang yang ada didalam kamar itu.
"Aku akan melakukan nya sekarang, apa kamu siap?" tanya Pras disela nafas yang memburu akibat hasrat yang sudah tidak tertahankan lagi dan minta sebuah pelepasan yang sudah berbulan bulan tidak pria itu rasakan.
Alina hanya bisa mengangguk pasrah, toh ini memang sudah menjadi kewajiban nya sebagai seorang istri. Terlepas Pras sudah mencintai nya atau belum, kewajiban tetaplah kewajiban yang harus Alina jalani.
Melihat respon Alina yang memberikan nya ijin membuat Pras kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Alina. Ciuman itu kini kian memanas saja seiring dengan sentuhan sentuhan tangan Pras di tubuh Alina, hingga membuat gadis itu melenguh dan sedikit mendesah.
"Mas,,," lirih Alina setengah mendesah saat Pras membuka kedua kaki nya hingga tubuh pria itu ada ditengah tengah kaki Alina yang mengangkang.
Pras tidak menimpali, pria itu tetap fokus pada kegiatan nya yang ingin memasukan senjata tumpul miliknya ke arah lembah lembab pusat kenikmatan dunia milik Alina.
Namun tampak nya pria itu sedikit mendapatkan kesulitan saat akan memasukan senjata tumpul itu. Pasalnya, Alina benar benar masih tersegel.
"Apa ini pertama untukmu?" tanya Pras disela nafas nya yang memburu dan juga ketidak sabaran nya memasukkan benda tumpul itu ke tempatnya demi mendapatkan sebuah pelepasan yang membuat kita melayang menikmati sebuah kenikmatan.
Alina kembali hanya bisa mengangguk dengan menggigit bibir bawah nya. Sumpah, ekspresi wajah wanita itu terlihat begitu seksi saat on seperti ini, dan itu membuat hasrat Pras kian naik membumbung tinggi.
Pras pun kali ini mendorong sedikit lebih keras hingga akhirnya Alina pun tidak bisa lagi menahan untuk tidak berteriak kesakitan akibat senjata tumpul milik Pras yang berhasil merobek selaput dara miliknya.
"Mas sakit,,," seru Alina mencengkram bahu Pras dengan sekuat tenaga.
Bahkan Pras pun bisa merasakan perih akibat kuku Alina yang menancap di bahu polos nya. Pras pun menghentikan sejenak pergerakan tubuhnya di atas tubuh Alina.
Memberi kesempatan untuk Alina meraup oksigen yang terasa semakin menipis dan juga membiarkan Alina beradaptasi dulu dengan sesuatu yang saat ini sudah tenggelam didalam bagian inti tubuh Alina.
"Tahan sedikit, semua akan baik baik saja setelah ini," bisik Pras demi memberi ketenangan untuk Alina yang baru pertama kali melakukan sebuah penyatuan.
Setelah melihat Alina sudah mulai tenang dan bisa menerima benda asing yang masuk kedalam inti tubuhnya, Pras pun mulai menggerakkan pinggulnya seiring dengan ******* yang keluar dari mulut kecil Alina.
__ADS_1
Akhirnya, malam itu pun menjadi saksi dimana seorang Alina Dwi Putri Hartanto resmi menjadi istri seutuh nya untuk seorang pria bernama Prasetyo Wiratama.
Sepasang mata indah dengan bulu mata yang lentik mulai mengerjakan matanya saat sinar mentari pagi menyapa wajah cantiknya di pagi ini. Alina meregangkan tubuhnya yang begitu terasa kaku.
Seluruh tubuhnya tiba tiba saja merasa pegal di sana sini. Belum lagi sesuatu yang berat yang saat ini tengah menindih tubuh bagian perutnya semakin membuat tubuh Alina dibuat kaku pagi ini.
"Kenapa tubuh ku lelah sekali?" gumam nya sebelum sepenuh nya menyadari apa yang terjadi padanya tadi malam bersama dengan sang suami.
"Dan kenapa seperti ada sesuatu yang menindih tubuhku," gumam nya lagi sembari membalikkan tubuhnya menyamping ke arah lain.
Dan...
Deg
Alina membulatkan matanya saat membalik tubuh nya, Alina langsung melihat wajah Pras yang masih tertidur lelap disamping nya dengan tangan yang melingkari tubuh Alina, memeluk posesif tubuh mungil itu.
Alina semakin dibuat tercengang saat menyadari jika kondisi keduanya yang ternyata sama sama polos, tanpa tertutup sehelai benang pun.
Tubuh polos keduanya nya tertutup selimut tebal milik Alina. Alina kembali dibuat tersentak kaget saat Pras menggerakkan tubuh nya lalu kembali memeluk erat tubuh polos Alina.
"Ma_Mas, ba_bangun. Su_sudah pagi," lirih Alina terbata saking gugup dan juga takut.
Entah makian apa yang akan dia dengar saat pria bertubuh kekar nan atletis itu membuka matanya nanti. Entahlah, Alina terlalu takut meski hanya sekedar membayang kan nya saja.
Namun, mentari pagi yang kian naik membuat Alina mau tidak mau harus membangunkan pria yang masih terlelap itu.
"Ma_Mas, su_sudah pagi" lirih Alina kembali tanpa berani menggerakkan tubuh nya yang ada didalam dekapan Pras.
Sepasang mata itu mulai mengerjap dan perlahan mulai membuka sempurna. Pras tampak terdiam, mencoba mengumpulkan kesadaran yang sebelum sepenuh nya pulih.
Menyadari jika dirinya tengah memeluk tubuh seseorang. Pras pun akhirnya menundukkan kepalanya demi melihat siapa yang saat ini tengah ada didalam pelukan nya.
Begitu juga dengan Alina. Merasa adanya pergerakan dari tubuh Pras, Alina langsung mendongakkan kepalanya dan...
Deg
Jantung Alina terasa terhenti berdetak saat kedua netra nya bertemu dengan kedua netra milik Pras.
__ADS_1
Keduanya saling menatap dalam diam, mencoba menelaah apa yang sebenarnya telah terjadi pada keduanya. Hingga berakhir saling memeluk dalam ke adaan tubuh yang polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh keduanya.
"Su_sudah siang, Ma_Mas tidak kekantor?" tanya Alina dengan nada yang masih terbata karena gugup dan takut.
Mencoba memberanikan diri untuk bersuara setelah menghabiskan waktu beberapa menit berlalu dengan diam, saling menyelami keadaan yang terjadi saat ini.
Pras masih terdiam, namun tangan nya bergerak menarik tubuh Alina semakin menempel ditubuhnya dan tentu saja hal itu kian membuat tubuh Alina meremang sempurna.
"Mas, ayo bangun. Sudah siang," lanjut Alina.
"Aku tidak kekantor hari ini, biarkan begini dulu. Aku masih ngantuk dan lelah sekali," jawab Pras berbisik lirih menenggelamkan wajah mungil Alina di dada bidang nya.
Pria itu pun kembali menutup matanya, mencoba kembali untuk terlelap hingga sebuah ketukan pintu mengurungkan niatnya untuk kembali tertidur.
Tok
Tok
"Alin, kamu sudah bangun Nak? Ayo kita sarapan?" seru seseorang dibalik pintu yang tampak nya itu adalah Mama Tari.
"Iya Mah, sebentar. Ki_kita sudah ditunggu dibawah Mas," seru Alina menjawab panggilan sang mama, lalu berbisik pada suaminya.
Pras terlihat mendengus, lalu mengurai pelukan nya tapi tidak membiarkan Alina pergi begitu saja.
"Kenapa?" tanya Alina saat Pras mencegahnya bangkit.
"Morning kiss, please,"
"Hah?"
.
*
***
Ciee yang sudah unboxing, pake minta morning kiss segala lagi 🤭🤭🤭
__ADS_1