
***
"Ma_maaf, saya mengganggu. Permisi,"
Alina langsung pergi meninggalkan ruangan dimana sang suami tengah bermesraan dengan seorang wanita.
Alin segera masuk kedalam kamar nya lalu langsung masuk kedalam kamar mandi. Alina mengunci pintu kamar mandi lalu menyalakan air keran meski dia tidak menggunakan nya.
"Kenapa harus sesakit ini? Jika hubungan kami hanya sekedar persinggahan. Aku mohon ya Allah, hapuskan rasa ini untuknya," gumam ALina yang kini sudah menangis terisak didalam kamar mandi.
Sementara di ruangan kerja. Sepeninggalan ALina, Pras langsung menghempaskan tubuh Monica dari atas pangkuan nya.
Bruuggghhhh
"Awww, ssstttt, Pras apa yang kamu lakukan?" tanya Monica saat Pras menghempaskan tubuh nya dari atas pangkuan pria itu hingga terjatuh dan punggung nya menabrak meja.
"Benahi baju mu dan pergi dari sini." ucap Pras langsung mengayuh kursi roda nya menuju ke arah pintu.
Pras pun segera pergi meninggalkan Monica yang masih terduduk dilantai ruangan itu. Namun sejenak, pras menghentikan laju kursi roda nya sebelum benar benar keluar dari ruangan itu.
"Jangan pernah lakukan hal ini lagi. Kamu tahu, kamu itu cantik dan juga pintar. Tapi jika kamu seperti ini, kamu sama saja seperti wanita murahan yang menjajakan tubuhnya hanya karena uang. Berhenti membuat mu rendah dimata orang lain, karena itu akan berpengaruh pada status sosialmu." ucap Pras yang benar benar menusuk hati Monica.
Pras kembali mengayuh kursi roda nya dan kini benar benar keluar dari ruangan itu meninggalkan Monica yang masih termenung seorang diri di sana.
"Alina kemana Mbok?" tanya Pras saat pergi ke arah dapur dan hanya menemukan Mbok Ijah di sana.
"Non Alin? Sepertinya kembali ke dalam kamarnya tuan. Memang nya ada apa yang tuan?"
"Tidak apa apa, biar aku saja yang kesana. Mbok lanjutkan saja pekerjaan Mbok,"
"Baik tuan,"
Pras pun kembali mengayuh kursi rodanya menuju ke kamar Alina dan Alesya. Lalu mengetuk pintu yang tertutup rapat itu beberapa kali namun tidak ada respon dari dalam sana.
__ADS_1
Merasa penasaran, Pras pun masuk begitu saja kedalam kamar yang ditempati oleh putri nya dan juga istrinya, Alina.
Sepi, ruangan yang cukup luas dengan ranjang yang super besar itu terlihat sepi. Hanya ada si kecil ALesya yang tengah tertidur lelap di atas ranjang.
Sementara Alina sendiri entah kemana. Namun beberapa detik kemudian terdengar suara pintu kamar mandi yang dibuka dari dalam.
Deg...
Baik Pras maupun Alina sama sama terkejut saat netra mereka bertemu dan saling tatap. Pras sempat terpaku saat melihat tampilan Alina yang hanya berbalut handuk yang dia lilitkan di dada nya.
Sementara panjang dari handuk itu hanya menutupi setelah paha mulut Alina. Dan sungguh, penampilan gadis itu terlihat begitu seksi dengan rambut basah yang di gulung ke atas kepala bersama dengan handuk kecil.
"Ada apa Mas? Apa ada yang Mas butuhkan?" tanya Alina dengan nada dingin dan datar, setelah beberapa saat hanya terdiam saling menatap.
Pras bergeming, namun matanya tidak lepas dari tubuh Alina. Menyadari akan hal itu, Alina pun langsung bergegas beranjak menuju ke lemari pakaian nya dan mengambil satu set piyama.
Alina masuk kembali kedalam kamar mandi lalu kembali mengunci pintu nya dan mengabaikan keberadaan Pras di sana.
Pasalnya, selama ini Alina tetap bersikap baik dan hangat meski Pras berulang kali menyakiti hatinya dengan kata kata kasar penuh penghakiman.
Usai memakai piyama nya, Alina pun kembali keluar dari dalam kamar mandi dan bersiap untuk tidur. Rasanya lelah sekali hari ini, setelah digempur terus terusan oleh Pras dimalam pertama mereka.
Pemandangan dimana Pras tengah memangku wanita lain pun menambah kelelahan di hati Alina, hingga dia memutuskan untuk tidur lebih awal.
Berharap, dengan tidur, Alina bisa melupakan semua yang terjadi dua hari ini. Namun saat keluar dari kamar mandi, Alina kembali dibuat kaget dengan kehadiran Pras yang ternyata masih di sana dan menunggu dirinya selesai berpakaian.
"Kita harus bicara," ucap Pras dengan nada dingin nya.
"Besok saja. Alina lelah Mas, Alina ingin segera beristirahat," jawab Alina bersikap cuek lalu merangkak naik ke atas ranjang dana bersiap untuk tidur.
Baru saja mata indah nan lentik miliknya itu menutup, ALina merasakan sebuah pergerakan di atas ranjang nya.
Merasa penasaran dengan apa yang terjadi, Alina pun kembali membuka matanya dan alangkah terkejut nya Alina saat melihat wajah Pras sudah berada di atas wajah nya.
__ADS_1
Pria itu ikut naik ke atas ranjang lalu naik ke atas tubuh Alina lalu mengungkung tubuh ALina yang sudah berbaring di ranjang.
"Mas, apa yang kamu lakukan?" tanya Alina kaget saat melihat jika Pras sudah berada di atas tubuhnya.
"Bicara denganku dulu dikamar sebelah, baru aku akan melepas mu. Jika tidak, jangan salah kan aku jika Alesya akan melihat adegan dewasa di usianya yang masih sangat kecil,"
Deg...
Tubuh Alina membeku ditempat, sungguh, Alina tidak tahu lagi harus bagaimana dan dengan cara apa agar dia bisa berdamai dengan pria di depan nya ini.
"Baiklah, ayo, kita pindah," jawab Alina yang akhirnya mengalah karena tidak ingin Pras melakukan sesuatu didepan putrinya yang masih terlalu kecil untuk mengerti kondisi kedua orang tuanya saat ini.
Pras pun menyeringai lalu turun dari atas tubuh Alina dan beranjak menuju ke kamar nya lewat pintu penghubung kedua kamar itu.
Alina tampak menghela nafas panjang dan berat saat akan bangkit dari tidur nya. Setelah melihat Pras masuk kedalam kamar nya, mau tidak mau Alina pun bangkit lalu beranjak mengikuti langkah kaki pria itu.
Dengan langkah yang begitu enggan, Alina mulai masuk lalu menutup pintu kamar itu. Alina tidak ingin segala bentuk perdebatan yang terjadi antara dirinya dan juga Pras akan terdengar oleh Alesya.
Hingga ALina pun langsung menutup pintu itu rapat rapat setelah dirinya masuk kedalam kamar. Alina tersentak kaget saat dirinya masuk, tubuh Alina langsung ditarik oleh Pras dan dihempaskan ke ranjang oleh pria itu.
"Aww, Mas. Kenapa?" tanya Alina saat Pras mengempaskan tubuh nya ke atas ranjang lalu mengungkung tubuh mungil Alina.
"Ada apa? Kenapa Mas mela__mmffftttt,"
Pertanyaan Alina terpotong saat Pras membungkam mulut Alina dengan mulut nya. Pras ******* habis bibir ranum Alina yang tampak berbaring di bawah nya.
"Mas," lirih Alina dengan nafas yang tersengal sengal saat pengutan kedua nya terepas.
Pras bergeming, namun kembali menyatukan bibir keduanya. Hingga keduanya kembali hanyut dalam gelora hasrat yang membara dan kembali mengulang malam panas dan panjang itu.
*
***
__ADS_1