Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.38


__ADS_3

***


Pras menghentikan langkah kakinya saat tangan nya yang menggandeng tangan Alina tertarik. Merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Alina, Pras pun akhirnya menoleh ke arah belakang. Tampak Alina terdiam membeku di tempatnya.


"Kenapa sayang? Ayo masuk," ucap Pras menarik tangan Alina hingga tubuh gadis itu menabrak tubuh kekarnya.


"Kamu kenapa, hhmm? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Pras lagi membelai lembut pucuk kepala Alina.


Melihat jika ada yang tidak beres dengan istrinya, Pras pun akhirnya segera memanggil Wahyu, asisten pribadi nya untuk membawa Alesya yang masih tertidur untuk dibawa ke ruangan nya.


"Wahyu, tolong bawa Ale ke kamar pribadi yang ada di ruangan ku," titahnya saat Wahyu sudah ada di dekatnya.


"Baik tuan,"


Wahyu pun segera mengambil alih tubuh mungil Alesya dari tangan Pras. Lalu segera membawa nya menuju ke lantai atas dimana ruangan sang atasan berada.


Sementara Pras sendiri membawa Alina dalam gandengan nya menuju ke kerumunan orang orang yang tengah bergosip tadi.


"Apa aku membayar kalian hanya untuk bergosip?"


Suara bariton milik Pras pun menggema, mengejutkan beberapa karyawan yang tengah berkumpul di meja resepsionis kantornya.


Semua tampak gelagapan saat terciduk tengah mengobrol di saat masih jam kantor. Semua nya pun berbalik lalu berbaris untuk meminta maaf pada atasan nya itu.


Namun perhatian mereka malah terfokus pada seorang gadis yang begitu mirip dengan mendiang istri dari atasan nya itu, Alisa. Yang kini di gandeng mesra oleh sang atasan.


"Ma_maafkan kami Pak. Kami akan segera kembali bekerja." ucap salah satu karyawan yang mulai tersadar akan kesalahan yang telah dia lakukan.


"Ingat, saya paling tidak suka jika ada yang mengobrol di saat jam kerja. Kalian bebas mengobrol jika waktu istirahat dan jam pulang kantor sudah tiba. Tapi tidak disaat jam kantor, kalian mengerti?"


"Iya, kami mengerti Pak. Sekali lagi maaf kan kami," jawab para karyawan terlihat kompak.


"Jika kalian penasaran dengan kehidupan pribadi saya, kenapa tidak tanya langsung saja pada saya. Bukan nya malah bergosip tidak benar seperti ini. Benar, jika saya memang telah kembali menikah tapi bukan dengan Ibu Monica." ucap Pras yang mampu membungkam semua karyawan nya yang tadi menyebarkan gosip tidak benar.


"Perkenalkan inilah istri saya, namanya Alina. Perlu kalian ingat, antara saya dan Ibu Monica tidak memiliki hubungan apapun. Kami hanya sebatas rekan kerja saja. Jadi jangan pernah menyebarkan gosip yang tidak benar lagi, mengerti. Ayo sayang, lebih baik kita ke atas," lanjut Pras kembali membawa Alina dalam gandengan nya menuju ke lantai atas dimana ruangan kerja nya berada.


Alina sendiri hanya bisa tersenyum pada semua karyawan yang tadi di tegur oleh suaminya. Sepanjang Pras menikah dengan nya ini adalah kali pertama pria itu memperkenalkan dirinya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Jadi wajar jika Alina masih merasa aneh dan canggung jika di hadapan orang asing. Hubungannya dengan Pras yang di awali dengan sebuah perseteruan membuat Alina sulit mengambil sikap.


Meski rasa syukur karena sang suami sudah mau menerima hubungan pernikahan mereka. Namun tetap saja, sikap kasar dan arogan Pras di masa lalu masih saja membayangi Alina.


Hingga kini, Alina pun masih bersikap hati hati pada pria itu. Takut salah bicara dan salah bertindak selalu saja membatasi ruang gerak Alina saat bersama dengan Pras.


Dan saat ini pun Alina masih kebingungan untuk bersikap. Entah harus bahagia atau bagaiman, yang pasti perasaan takut dan segan masih terus membayangi nya.


Sementara itu, di sudut ruangan itu. Tanpa mereka sadari, ada salah seorang tengah menatap ke arah kedua nya penuh dengan rasa benci dengan kedua tangan yang terkepal kuat.


"Lihat saja. Aku akan membuat hubungan kalian hancur," gumam nya sembari berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.


*


*


Ting


Suara pintu lift yang terbuka pun akhirnya membangunkan Alina dari lamunan nya. Pras kembali menggandeng tangan Alina untuk membawa nya ke arah ruangan kerja nya.


"Lina, tolong panggilkan Ibu Monica ke ruangan ku," titah Pras saat melewati meja sekertaris nya yang bernama Lina.


"Baik, terima kasih. Dan tolong buatkan saya kopi dan jus buah mangga ya, nanti tolong antar ke ruangan saya,"


"Baik Pak, akan segera saya laksanakan,"


"Ok, terima kasih."


Pras pun langsung masuk keruangan nya tanpa melepaskan tangan Alina dari genggaman nya.


Ceklek


Set


Greeppp


Alina tersentak kaget, begitu masuk keruangan kerja milik suaminya itu. Pras langsung saja menarik nya masuk kedalam pelukan nya.

__ADS_1


"Maaf," lirih Pras saat memeluk erat tubuh Alina.


"Ke_kenapa Mas minta maaf?" tanya Alina bingung.


"Aku tahu, jika apa yang mereka ucapkan tadi mengganggu pikiran mu. Sungguh, antara aku dan Monica tidak ada hubungan apapun. Kami murni hanya rekan kerja," jelas Pras tanpa melepaskan pelukannya di tubuh Alina.


"Mas tidak perlu minta maaf. Aku tahu kok, mungkin mereka hanya salah paham karena Mas terlihat dekat dengan Mbak Monica. Sudah tidak apa apa, aku baik baik saja kok,," jawab Alina membalas pelukan dari Pras.


Pras pun akhirnya merasa lega karena ternyata Alina memiliki sikap yang cukup dewasa. Alina tidak mudah terhasut oleh omongan orang luar yang menggosip kan dirinya yang tidak tidak.


"Sudah, lepas. Malu masih di kantor," ucap Alina yang membuat Pras tersadar jika dirinya sana sang istri masih ada di lingkungan kantor.


"Ah, maaf." jawab Pras yang akhirnya mengurai pelukan nya di tubuh Alina.


"Mas kerja dulu ya, kamu tunggu di sofa saja. Mas tidak akan lama kok, setelah itu Mas akan membawamu dan Alesya ke suatu tempat," lanjut Pras membawa Alina menuju ke sofa yang ada di ruangan itu.


"Loh, kita mau pergi? Pergi kemana?" tanya ALina terlihat bingung.


Pasalnya, Pras tidak mengatakan jika mereka akan pergi ke suatu tempat. Sebelum mereka pergi, Pras hanya mengatakan jika dia akan membawa Alina dan juga Alesya ke kantor.


Namun kini Alina dibuat kaget dengan Pras yang akan membawa nya pergi ke tempat yang belum di ketahui oleh ALina kemana tujuan mereka pergi nanti.


"Nanti juga kamu tahu, kalau Mas bilang sekarang nama nya bukan lagi kejutan dong sayang," jawab Pras sembari mendaratkan satu kecupan di pucuk kepala sang istri.


"Ya sudah, tunggu sebentar ya. Mas selesaikan dulu berkas berkas itu ya, setelah itu kita langsung berangkat." lanjut Pras yang di angguki oleh Alina.


Pras pun langsung menempati kursi kebesaran nya dan mulai membuka berkas berkas yang sudah ada di meja kerja nya.


Tidak berselang lama, pintu ruangan itu di ketuk oleh seseorang. Pras pun mempersilahkan si pengetuk pintu untuk masuk.


"Apa kamu memanggilku Pras?"


Deg


Alina langsung menoleh ke arah pintu saat suara seorang wanita terdengar di ruangan yang tadinya sunyi sepi itu.


Monica terlihat menatap tidak suka kearah Alina yang tengah duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


*


*****


__ADS_2