Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.52


__ADS_3

***


Oek


Oek


Oek


Sebuah tangisan bayi menggema di seluruh ruangan bersalin, dimana saat ini Alina tengah menjalani proses persalinan nya.


Seiring dengan suara bayi yang menggema itu, seiring juga dengan rasa penuh suka cita dan kelegaan.


Dimana Alina Akhirnya bisa mengakhiri rasa sakit di perutnya. Dengan hadirnya suara tangis dari bayi yang baru saja dia lahir kan ke dunia ini.


"Selamat sayang, akhirnya. Kamu berhasil melahirkan putra kita dengan sehat dan selamat," ucap Pras menciumi wajah Alina yang masih mengatur nafas nya sehabis melahirkan putranya.


"Iya Mas, terima kasih."


"Istirahatlah, Mas keluar dulu. Mas harus mengadzani putra kita,"


"Iya Mas,"


Pras pun segera bergegas keluar ruangan untuk mengadzani putranya sebelum putranya itu masuk ke ruang perawatan bayi untuk menjalani masa observasi pasca dilahirkan.


Sementara tubuh Alina sendiri kini tengah dibersihkan oleh para perawat yang membantu proses lahiran Alina. Setelah nya Alina pun harus menjalani masa observasi terlebih dahulu sebelum di pindahkan ke ruangan rawat inap.


Setelah menunggu dengan rasa campur aduk, antara senang, sedih, takut dan juga khawatir. Akhirnya, seluruh keluarga bisa menjenguk Alina yang kini sudah di pindahkan ke ruangan rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit itu.


"Sayang, bagaimana apa semua baik baik saja?" tanya Mama Tari saat masuk kedalam ruangan rawat inap sang anak.


"Iya Ma, semua baik baik saja. Akhirnya, ALina jadi ibu sungguhan ya Ma," jawab Alina memeluk erat tubuh sang mama yang begitu bahagia karena anak keduanya itu kini telah menjadi seorang ibu.


"Loh, memangnya selama ini kamu jadi ibu bohongan sayang? Meski ALe tidak lahir dari rahimmu, tapi sejak dia lahir ke dunia kamu sudah jadi ibu untuknya," ucap Pras yang menimpali ucapan Alina.

__ADS_1


"Bukan itu maksudku Mas. Tentu saja Ale juga anakku, orang aku yang ngurusin dia sejak dia lahir. Tapi rasanya berbeda saja, kali ini aku sendiri yang melahirkan anak kita. Merasakan bagaimana hamil 9 bulan, merasakan sakit nya saat melahirkan. Pokoknya, rasanya sangat sangat luar biasa dan aku sangat bahagia. Terima kasih ya Mas, terima kasih karena sudah membersamai kami selama 9 bulan, hingga aku melahirkan putra kita,"


"Iya sayang, Mas juga mau berterima kasih. Terima kasih karena sudah menjadi wanita yang hebat yang ada didalam hidup Mas. I love you Alina,"


"Mee to, Mas Prasetyo. Cup."


Pras pun mencium mesra bibir Alina yang terlihat sedikit pucat, karena memang tidak dipoles lipstik sama sekali.


"Hey, ada kami di sini. Mohon di kondisikan kemesraan nya, ingat Pras Alina masih masa nifas. Jangan macem macem kamu," ucap mama Widia memperingatkan putranya itu.


"Tidak Ma, aku hanya menciumnya saja kok. Janji tidak akan lebih dari ini,".


Tok


Tok


"Permisi, maaf mengganggu. Saya ingin mengantarkan baby dari nyonya Alina Wiratama," ucap salah seorang perawat yang baru saja mengetuk pintu ruangan dimana Alina di rawat saat ini.


"Oh iya, silahkan suster."


"Halo sayang, assalamu'alaikum cucu Oma," sapa mama WIdia saat box bayi itu sudah ada di samping ranjang Alina.


Mama Widia pun menjadi orang pertama yang menggendong bayi mungil itu. Kedua mama yang saat ini sudah jadi nenek dari dua orang cucu itu pun menatap penuh haru wajah mungil yang begitu mirip dengan ayahnya itu.


"Wajahnya benar benar mirip dengan kamu Pras," ucap mama Widia setelah mengamati wajah mungil itu.


"Iya benar, mirip sekali dengan ayah nya," sambung mama Tari saat melihat wajah cucu keduanya yang memang begitu mirip dengan Pras.


"Bagus dong Ma, dengan begitu tidak ada yang berani macam macam lagi sama Mas Pras kalau kedua anak nya mirip dengan Papa nya," jawab Alina yang jujur sejak kejadian dimana dia yang melihat Pras tengah dipeluk oleh Mala yang tengah memakai pakaian kurang pantas.


Menjadi sedikit was was. Bahkan tidak jarang, wanita itu bersikap posesif pada suaminya itu. Beruntung Pras memiliki asisten pribadi seorang wanita dan sekertaris yang sudah menikah dan memiliki dua orang anak.


Hingga membuat ALina sedikit merasa tenang. Meski begitu, tetap saja ada kalanya Alina merasa sedikit takut jika Pras terlibat kerja sama dengan lawan jenis.

__ADS_1


Namun, Pras bukanlah tipe pria yang akan tergoda oleh kemolekan tubuh wanita yang kerap datang untuk menggodanya dengan dalih kerja sama.


Pras adalah tipe pria yang setia pada pasangan nya. Terlebih pada Alina, wanita muda yang sudah mengorbankan masa depan nya hanya demi mengurus dirinya dan juga anak yang ditinggalkan oleh mendiang istri pertama nya dengan setulus hati.


Hingga Pras pun kini begitu mencintai wanita muda itu. Kini cinta itu kian besar setelah melihat langsung bagaimana berat nya perjuangan Alina saat melahirkan putra pertama dan anak kedua mereka.


"Aku tidak akan pernah berpaling dari kamu sayang. Kamu dan anak anak, adalah segalanya untuk aku," bisik Pras kembali mencium pucuk kepala Alina yang berbaring lemas di atas ranjang pasien nya.


Semua nya pun larut dalam suka cita menyambut kehadiran anak kedua dari seorang pengusaha sukses yang bernama Prasetyo Wiratama.


"Bagaimana, apa kalian sudah menyiapkan nama untuk nya?" tanya mama Tari yang kini tengah mendapatkan giliran nya menggendong si bayi.


"Sudah Ma, Pras akan memberikan nya nama Pradipta Dwian Wiratama Ma. Dengan harapan, kelak Adit akan menjadi penerang bagi keluarga kami, dan sukses di masa depan nya." jawab Pras penuh dengan pengharapan baik saat memberi nama anak keduanya itu.


Dan akhirnya, setelah di rawat selama tiga hari di rumah sakit. Alina dan si baby Dipta pun kini sudah di perbolehkan pulang.


"Selamat datang sayang dan selamat kembali ke rumah," sambut mama Tari dan mama Widia begitu Pras membuka kan pintu rumahnya agar Alina bisa segera masuk kedalam rumah.


Dan Alangkah terkejutnya Alina saat pintu rumahnya itu terbuka sebuah sambutan menyambut kepulangan nya dan juga si kecil Dipta.


Seketika, ruang tamu rumahnya pun kini sudah berubah menjadi ruangan untuk sebuah pesta penyambutan kepulangan ibu dan anak itu.


Bunga bunga indah dan cantik, serta balon balon yang sengaja di custom khusus untuk acara penyambutan itu pun mengisi dan menghiasi ruang tamu rumah Pras dan Alina.


Sungguh, Alina dibuat terharu dengan apa yang dilakukan oleh Mamah dan mertuanya itu. Bahkan mata Alina sampai berkaca-kaca saat mendapatkan penyambutan dari kedua nenek Untuk anak-anaknya itu.


"Terima kasih sambutan nya Mama, Mama," ucap Alina memeluk kedua wanita paruh baya itu.


"Sama sama sayang, selamat ya. Semoga kalian sehat selalu dan berbahagia selalu,"


"Aamiin Ma, terima kasih."


Alina pun merasa begitu bahagia karena di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya. Alina juga sangat bersyukur karena telah diberikan seorang suami yang begitu menyayangi dan mencintai dirinya serta kedua anak nya.

__ADS_1


*


****


__ADS_2