Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.40


__ADS_3

***


"Sebenarnya kita mau kemana sih Mas?" tanya Alina setelah hampir satu jam Pras membawanya pergi namun seperti nya masih jauh untuk sampai ke tempat tujuan yang di maksud oleh Pras tadi.


"Nanti kamu juga tahu sayang, kalau bilang sekarang namanya juga bukan kejutan dong," jawab Pras yang masih fokus mengendarai mobilnya.


"Lebih baik kamu tidur saja dulu, nanti setelah sampai aku akan bangun Kamu," lanjut Pras saat melihat raut wajah Alina yang terlihat begitu lelah.


Bagaimana tidak lelah? sebelum pergi meninggalkan gedung perusahaan. Pras sempat menyerang Alina di dalam ruangan kantornya. Alina yang sempat menolak pun akhirnya pasrah saat pria yang berstatus suami untuknya itu kembali menyerang nya.


Pras bahkan tidak peduli jika mereka masih di dalam ruangan kerja. Pras yang sudah diselimuti oleh gairah tidak bisa lagi menahan hasratnya yang minta dituntaskan, hingga akhirnya pergulatan panas di antara keduanya pun terjadi kembali di siang itu. Lebih tepat nya di atas sofa ruangan kerja milik Pras.


"Baiklah aku akan tidur dulu sebentar, setelah sampai tolong bangunkan aku ya, Mas," jawab Alina yang memang benar-benar merasa lelah akibat ulah suaminya siang tadi.


"Siap sayang ku. Tidurlah nanti aku akan membangun kamu setelah kita sampai di sana,"


Alina pun akhirnya menyandarkan tubuhnya di sandaran jok penumpang mobil yang dia tempati saat ini. Rasanya benar-benar lelah dan mengantuk sekali, hingga tidak butuh waktu lama untuk Alina terpejam lalu terlelap, menjemput mimpinya.


Butuh Waktu hampir 4 jam yang Pras habiskan dalam perjalanan menuju Villa. Saat ini Pras membawa keluarga kecilnya untuk mengunjungi Villa miliknya, yang terletak di daerah perkebunan teh yang luas dan juga sejuk.


Meski begitu, tempat itu memiliki pemandangan yang begitu indah dan juga udara yang sejuk. Pras memang memiliki sebuah villa di salah satu perkebunan yang ada di luar kota ini.


Sebuah tempat yang biasa Pras dan Alisa datangi saat mereka ingin beristirahat dari penatnya kehidupan perkotaan dan juga pekerjaan mereka. Dan ini adalah jalan-jalan pertama yang dilakukan oleh Pras dan Alina setelah hampir satu tahun mereka menikah.


Setibanya di sana peras langsung memasukkan mobilnya ke sebuah halaman Villa yang begitu luas, asri, indah dan dan juga nyaman. Kedatangan Pras dan keluarga kecil nya disambut oleh sepasang suami istri paruh baya yang memang dipekerjakan untuk menjaga Villa miliknya.


"Alhamdulillah, Selamat datang Den. Akhirnya sampai juga kemari," sambut Mbok Darmi, art yang sudah bertahun-tahun lamanya menjaga Villa milik Pras.

__ADS_1


"iya, Alhamdulillah Mbok akhirnya kami sampai dengan selamat. Tolong bantu saya bawakan barang-barang ke dalam ya, Saya ingin mengangkat Alesha yang masih tidur," jawab Pras saat turun dari mobil lalu membuka pintu mobil belakangnya untuk mengangkat tubuh Alessia yang masih tertidur di dalam mobil, setelah membuka kan pintu bagasi mobilnya.


"Baik Den," jawab Mbok Darmi yang langsung beranjak menuju ke arah belakang mobil untuk membantu membawakan barang barang milik majikan nya itu.


Pras sendiri langsung membawa Alesya masuk kedalam kamar nya. Setelah memastikan jika putrinya kembali tidur dengan nyaman. Pras pun kembali ke mobil untuk membangunkan istrinya yang ternyata juga masih asik di alam mimpi nya.


"Sayang bangun, kita sudah sampai," bisik Pras membelai sayang wajah cantik Alina yang masih terlelap di dalam mobil.


Merasakan sentuhan di atas wajah nya, Alina pun akhirnya mengerjapkan matanya lalu perlahan mulai membuka mata itu dengan sempurna.


Alina masih tampak linglung, menatap bingung ke sekeliling lingkungan yang ada di depan mata nya saat ini.


"Kita, ada dimana Mas?" tanya ALina setelah kesadaran nya pulih.


Alina menegakkan posisi tidur nya lalu kembali menatap ke sekeliling tempat yang saat ini dia datangi bersama dengan Pras.


"Villa? Villa siapa Mas?"


"Tentu saja Villa ini milik kita sayang, ayo turun nanti aku kenalkan pada Mbok Darmi. Orang kepercayaan Mas, yang membatu Mas untuk merawat dan menjaga villa ini,"


Dengan masih menyimpan rasa kantuknya, Alina pun akhirnya turun dari mobil, lalu mengikuti langkah Pras yang membawanya masuk ke dalam villa itu.


Saat masuk kedalam villa, Mbok Darmi kembali menyambut kedatangan majikan nya dan juga seorang wanita yang merupakan istri kedua dari majikan nya itu.


"Barang barang nya sudah saya simpan di kamar Den," ucap Mbok Darmi saat berpapasan dengan Pras dan juga Alina.


"Oh iya, terima kasih ya Mbok. Oh iya, kenalkan Mbok, ini istri saya, namanya Alina," jawab Pras yang langsung memperkenalkan Alina pada art nya itu.

__ADS_1


"Oh jadi ini non Alina itu. Asli nya cantik banget ya? Salam kenal ya non, saya Mbok Darmi. Art yang membantu Den Pras untuk menjaga dan merawat villa ini," ucap Mbok Darmi menyapa dengan ramah dana juga hangat.


"Iya Mbok, sama sama. Salam kenal juga ya, maaf jika kedatangan kami sedikit merepotkan MBok nanti nya,"


"Jangan sungkan Non, itu sudah kewajiban saya untuk membantu dan menyiapkan kebutuhan majikan saya. Ya sudah, kalau begitu saya ijin pamit ya, saya mau lanjutin masak buat makan malam nanti,"


"Iya Mbok, silahkan."


Mbok Darmi pun kembali ke dapur untuk menyiapkan menu makan malam yang akan di santap oleh majikan nya yang sudah berbulan bulan tidak datang kesana.


Meski Pras tidak pernah datang, namun pria itu tetap rutin mentransfer gajih yang memang harus di terima setiap bulan nya untuk Mbok Darmi dan sang suami.


Mbok Darmi dan sang suami memang bekerja di sana. Meski begitu, Pras menggaji kedua nya secara terpisah. Mbok Darmi akan menerima upah nya karena sudah merawat rumah sedang kan Pak Warno, menerima upah nya untuk pekerjaan nya sebagai tukang kebun yang selalu rutin membersihkan halaman rumah dan jalanan yang ada didepan villa milik Pras.


Sementara Pras sendiri langsung membawa Alina masuk kedalam kamar utama yang ada di lantai atas. Dan si kecil Alesya Pras tempat kan di kamar bawah dan sudah dititipkan pada Mbok Darmi selama dirinya dan Alina beristirahat di dalam kamar.


"Bagaimana? Kamu suka?" tanya Pras memeluk tubuh Alina dari arah belakang saat wanita itu berdiri di balkon kamar memandangi area sekitar villa.


"Suka Mas, suka sekali. Terima kasih sudah membawaku ke tempat yang seindah ini," jawab Alina menumpukan kedua tangan nya di atas tangan Pras yang membelit di atas perut rata nya.


"Sekarang lebih baik kita istirahat saja lagi, sebelum waktu makan malam tiba, bagaimana,"


"Mas jangan begini," lirih Alina saat Pras kembali menciumi ceruk leher nya hingga membuat seluruh tubuh Alina meremang sempurna.


Alina hanya bisa terpejam saat tangan Pras mulai kembali menjelajahi seluruh tubuh dengan bibir yang terus menciumi leher dan tengkuk Alina.


*

__ADS_1


*****


__ADS_2