
...***...
..."Maaf ya, padahal bab ini sudah di up dari kemarin. Tapi tahu nya nyangkut di review, semoga kali ini berhasil lolos ya."...
.
“Terima kasih juga karena sudah berkenan menjadikan ku makmum mu Mas. Sungguh, aku sangat bahagia bisa bersama dengan mu dalam ikatan suci ini,” jawab Raya dengan mata yang berkaca kaca.
Rasanya sudah tidak ada lagi yang harus ditutupi dan disembunyikan dari pria itu seperti dulu, disaat status mereka masih seorang sahabat. Rasa takut akan kehilangan dan kerenggangan hubungan membuat Raya mati matian menyembunyikan perasaan nya pada Dipta.
Namun kini, rasanya sudah tidak ada lagi alasan baginya untuk menyembunyikan lagi rasa cinta nya pada pria itu. Pria yang hampir 10 tahun dia cintai dalam diam dan disembunyikan dibalik kata persahabatan.
Dipta menarik tubuh sang istri untuk masuk kedalam pelukan nya. Didekapnya erat tubuh ramping Raya dengan penuh kasih sayang, dan rasanya begitu menenangkan dan membahagiakan.
Berulang kali Dipta membenamkan kecupan sayang di pucuk kepala Raya yang masih tertutup dengan kain mukena yang belum dia lepas.
“Bolehkan aku meminta hakku malam ini?” tanya Dipta dengan setengah berbisik tepat di telinga sang istri.
Sebuah anggukan kecil ditunjukkan oleh Raya sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilayangkan oleh Dipta saat ini.
Dan saat mendapatkan lampu hijau dari sang istri membuat Dipta pun bersemangat empat lima. Bahkan dengan satu gerakan, kini tubuh Raya sudah melayang dan berada di dalam gendongan suami nya.
Dipta membaringkan tubuh Raya di atas ranjang dengan perlahan. Kedua netra mereka saling bertemu dan saling mengunci tatapan satu sama lain nya.
“Apa kamu yakin akan memberikan hakku malam ini dan saat ini?” tanya Dipta lagi demi meyakinkan lagi akan keputusan yang dibuat oleh sang istri.
“Aku milikmu Mas, dan apa yang ada di dalam diriku akan aku persembahkan pada suamiku yang itu adalah kamu.” jawab Raya penuh dengan keyakinan.
Melihat itu, Dipta pun tidak ragu lagi untuk menyentuh istrinya lebih dalam lagi. Sungguh, berdebar rasanya hingga tangan nya pun menjadi tremor saat membuka kain mukena yang dikenakan oleh Raya saat ini.
Setelah kain mukena itu terbuka alangkah terkejut nya Dipta saat melihat Raya tengah menggunakan sebuah lingerie seksi di balik mukena yang dikenakan nya malam ini.
Rupanya calon mantan gadis itu sudah menyiapkan semuanya untuk menyambut malam pertama mereka malam ini.
__ADS_1
Melihat jika sang istri telah siap dengan apa yang akan mereka lakukan saat ini, Dipta pun langsung menggumamkan doa jimak sebelum penyatuan itu mereka dimulai.
Perlahan tapi pasti, Dipta pun mulai mendaratkan kecupan di kening sang istri yang turun dari kening, kedua mata, pipi kanan dan kiri lalu berakhir di bibir ranumnya.
Dipta menghisap dan ******* habis bibir ranum Raya yang terasa begitu manis setelah dia merasakan bibir itu untuk pertama kalinya di saat pertemuan pertama mereka setelah berpisah selama 7 tahun lama nya.
Dan kini, Dipta pun kembali bisa merasakan bibir manis itu untuk kedua kalinya dan yang mungkin mulai saat ini akan menjadi candu untuknya.
Cukup lama pergulatan lidah yang panas dan menuntut itu kedua nya lakukan, hingga persediaan oksigen di dalam diri mereka masing masing terasa menipis hingga menimbulkan rasa sesak dan butuh pasokan oksigen ulang dengan melepaskan pagutan di antara mereka berdua.
Hanya beberapa detik saja Dipta melepaskan Raya dan membiarkan calon mantan gadis itu meraup oksigen sebelum Dipta kembali meraup bibir ranum itu.
******* pun mulai terdengar saat ciuman yang dilakukan oleh Dipta mulai turun ke leher jenjang Raya dan meninggalkan jejak tanda percintaan mereka malam ini di leher jenjang putih nan mulus milik Raya.
“Mas,” lirih Raya saat Dipta mulai bermain dengan dua bukit kembar miliknya.
Namun hal itu tidak di hiraukan oleh Dipta, pria itu begitu anteng saat mendapatkan mainan baru yang baru saja dia dapatkan malam ini.
Raya kian memejamkan matanya dengan ******* yang tidak terhenti saat Dipta mulai menyentuh seluruh titik sensitif yang ada di tubuhnya.
Raya hanya bisa mengangguk dengan nafas yang terengah engah karena apa yang telah Dipta lakukan saat ini.
DAN….
Penyatuan pun terjadi, hingga malam yang sunyi sepi pun kini terasa ramai dengan suara lenguhan dan ******* yang saling bersahutan di kamar itu.
*
*
3 Hari kemudian...
3 hari sudah Raya dan Dipta menghabiskan waktu mereka di dalam hotel. Tidak ada kegiatan lain selain kegiatan ibadah dan ibadah di atas ranjang.
__ADS_1
Dipta benar benar memanfaatkan waktu cuti kerja nya dengan kegiatan barunya, yaitu mengungkung sang istri hingga membuat wanita yang baru saja menjadi mantan gadis itu sedikit kesusahan saat berjalan.
Namun meski begitu, Raya juga tidak bisa menolak keinginan suaminya untuk menyentuh tubuhnya hingga Raya harus berulang kali mandi junub karena memang harus melaksanakan ibadah 5 waktu juga, yang tidak boleh di lewatkan.
"Mas lapar," keluh Raya setelah selesai sholat duhur bersama dengan suaminya.
Mendapat keluhan lapar dari sang istri membuat Dipta yang baru saja menutup doa nya langsung menoleh ke arah belakang.
"Mau makan di luar atau pesan layanan kamar?" tanya Dipta yang langsung bangkit dari atas sajadah yang dia gunakan untuk beribadah.
"Pesan layanan kamar saja, nanti sore juga kita kan mau pulang. Lebih baik gunakan waktu nya untuk bersiap pulang," jawab Raya sambil membuka mukena yang dia gunakan.
"Baiklah, aku pesan makanan nya dulu ya. Kamu makan apa saja? Biar aku minta di buatkan,"
"Apa saja Mas, yang penting bikin kenyang,"
"Baiklah, sebentar aku pesan dulu ya,"
Dipta pun berlalu menuju ke arah ranjang setelah melipat sajadahnya. Dipta melakukan penggilan dengan pihak hotel untuk meminta di bawakan makan siang ke kamar nya.
Dipta meminta beberapa menu yang di sukai oleh sang istri dan beruntungnya, pihak hotel tidak keberatan untuk menyediakan apa yang di minta oleh customernya.
Saat menunggu pesanan nya datang, Raya menggunakan waktu nya itu untuk berkemas. Rencananya sore ini mereka akan pulang ke rumah yang sudah Dipta sediakan sedari 3 tahun yang lalu.
Rumah yang di beli dan di bangun dengan hasik kerja kerasnya sendiri tanpa campur tangan dari kedua orang tuanya.
Dipta yang sudah terjun ke dunia bisnis sejak dirinya masih berkuliah dulu tentu saja sudah bisa menghasilkan uang sendiri.
Dan dari hasil dia bekerjalah Dipta mulai membeli sebidang tanah dan mulai membangun rumah impian nya bersama dengan Raya.
Rumah yang di impikan oleh Raya sih sebenarnya, beruntung konsep dan tema rumah impian Raya juga cukup di sukai oleh Dipta setelah berkonsultasi dengan salah satu arsitek ternama untuk mewujudkan dan membangun rumah impian yang ternyata memakan waktu yang lama dalam pengerjaan nya.
Dan kini rumah itu telah siap di huni oleh pemiliknya setelah kosong selama dua tahun lamanya. Karena Raya tak jua kembali, dan setelah 2 tahun rumah itu jadi Raya baru kembali dan siap menjadi ratu di dalam istana baru mereka.
__ADS_1
*
*****