
...***...
.
“Saya terima, nikah dan kawin nya Alesya Putri Wiratama dengan mas kawin tersebut, tunai.”
“Bagaimana saksi? Sah?”
“Sah,”
“Sah,”
“Alhamdulillah,”
Seketika ketegangan pun mulai mencair manakala kata ‘Sah’ menggema di seluruh ruangan di rumah keluarga Wiratama.
Tepat jam 10 pagi ini, putri sulung dari Papa Pras dan juga Mama Alina telah resmi melepas masa lajang nya. Setelah sekian lama sendiri dan menolak begitu banyaknya pria yang datang untuk mempersunting dirinya.
Akhirnya, wanita yang saat ini memasuki usia 28 tahun itu pun akhirnya luluh juga pada seorang pria yang terpaut usia hampir 4 tahun dengan nya.
Pria yang merupakan sahabat dari adik nya sendirilah yang mampu meluluhkan hati seorang Alesya. Sering dipertemukan oleh takdir karena pria itu adalah sahabat dekat sang adik dan sering berkunjung ke kediaman Wiratama, membuat Alesya cukup terkesan oleh sikap dari sang pemuda.
Pemuda yang konyol dan tengil namun begitu sopan saat berhadapan dengan orang yang jauh lebih tua dari nya. Pemuda yang memiliki sikap dewasa dan rasa tanggung jawab yang tidak segan membantu yang membutuhkan adalah hal yang membuat Alesya jatuh hati padanya.
Namun Alesya sempat berpikir, perasaan yang dia miliki hanya perasaan kagum semata. Namun rupanya Alesya salah, karena pernah satu ketika Alesya di buat kesal dan marah hanya karena dia melihat si pemuda pulang dengan membonceng teman sekolah nya yang berlawanan jenis.
Dari situlah Alesya menyadari akan perasaan nya pada pemuda itu, namun kembali lagi. Alesya sangat tidak mungkin mengutarakan perasaan nya karena terhalang oleh ego dan gengsi yang tinggi.
"Mana mungkin cewek duluan yang mengungkapkan. Nggak, nggak boleh apalagi sampai di tolak. Duh pasti malu baget,"
Pikir Alesya pada saat itu. Hingga setelah memasuki dunia perkuliahan, pemuda itu yang datang sendiri pada nya dan mengungkapkan perasaannya.
__ADS_1
Meski begitu, Alesya tidak serta merta menerima ungkapan perasaan dari pemuda yang jauh lebih muda usianya dari dirinya itu. Alesya pun memberikan kesempatan pada si pemuda untuk datang padanya di saat pemuda itu siap untuk membawanya ke hubungan yang lebih serius.
Dan kini, pemuda itu telah datang untuk menepati janjinya. Pemuda yang sudah mengucapkan namanya dalam ijab kabul yang baru saja selesai dilakukan.
Pemuda yang bernama Radit itu pun akhirnya berhasil mempersunting sang pujaan hati, yang kini sudah resmi menjadi istri yang sah secara hukum dan agama.
Radit tersenyum lega saat melihat wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu berjalan diapit oleh Mama Alina dan juga Mama nya sendiri, yaitu Mommy Fransisca berjalan menghampirinya untuk penandatanganan berkas pernikahan.
“Kamu cantik sekali,” bisik Radit saat Alesya meraih tangan nya untuk disalami dengan takzim.
Alesya bergeming, wajah nya memerah saat untuk pertama kalinya mendapatkan pujian dari sang suami. Meski dulu sering sekali Radit mengatakan jika Alesya sangat cantik, namun ini adalah pujian pertama setelah mereka resmi menjadi suami istri.
Deg
Jantung Alesya berdebar kencang saat untuk pertama kalinya Alesya mendapatkan kecupan di keningnya yang di lakukan oleh Radit. Usai Alesya mencium punggung tangan nya, Radit pun membalas dengan mencium kening sang istri.
Dan hal itu mampu membuat jantung Alesya berdetak semakin tidak karuan oleh aksi yang di lakukan oleh Radit.
Tidak pernah berpacaran, tentu ini adalah sentuhan pertama bagi keduanya. Baik Radit maupun Alesya nyatanya begitu menjaga hati mereka masing masing.
Padahal antara Radit dan Alesya pun sangat jarang berkomunikasi meski mereka memiliki no kontak masing masing dan saling follow akun sosial media. Namun baik Radit maupun Alesya membatasi semua nya. Dan memasrahkan semua nya kepada sang pemilik kehidupan, hingga takdir pun akhirnya menyatukan mereka dalam ikatan suci pernikahan.
*
*
Semua yang hadir ikut berbahagia dengan pernikahan putri sulung dan juga cucu pertama dari keluarga Wiratama itu. Semua sanak saudara ikut menjadi saksi ikatan suci antara Alesya dan Radit.
Terkecuali Haris dan juga Sulis yang saat ini masih di luar negeri. Haris dan Sulis pun akhirnya menikah, namun mereka menikah dengan dua keyakinan yang berbeda.
Dan itulah kenapa mereka tidak bisa hadir, karena mereka mereka harus menikah di luar negeri dan proses untuk pernikahan itu sendiri tidaklah mudah.
__ADS_1
Banyak hal yang harus di uruskan, belum lagi kondisi kehamilan Sulis yang saat ini sudah memasuki trimester akhir sehingga membuat ruang gerak wanita hamil itu sangat terbatas.
Dan akhirnya, Sulis dan Haris pun tidak bisa hadir dalam acara sang sahabat karena Sulis kini tengah menghadapi detik detik persalinan nya dan memutuskan untuk melahirkan di negara yang sama di mana dia di nikahi oleh kekasih hatinya.
"Sini sayang, kamu duduk dulu sini. Kaki kamu pasti pegel berdiri terus dari tadi," ajak Dipta pada sang istri yang saat ini tengah hamil besar itu.
Raya tampak menurut, menurunkan bokongnya di salah satu kursi yang sudah disiapkan oleh suaminya.
"Masih nggak nyangka ya Mas, kalau Kak Alesya lah alasan kenapa selama ini Radit nggak pernah dekat dengan lawan jenis. Aku kira dulu dia belok loh Mas," ucap Raya menatap kagum pada sepasang pengantin yang saat ini tengah menerima ucapan selamat dari ratusan tamu undangan.
"Mas juga dulu mikir gitu. Nggak di sangka perjuangan mereka sampai di titik ini malah jauh lebih berat dari kita ya sayang,"
"Iya Mas, semoga kita semua di limpahi berkah ya Mas. Pernikahan kita semua langgeng sampai kakek dan nenek nantinya, mari kita menua bersama ya Mas,"
"Iya sayang, tentu saja. Tujuan hidupku hanya kamu dan anak anak kita. Mas akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian,"
"Terima kasih Mas, aku mencintaimu Mas,"
"Mas juga, sangat sangat mencintaimu sayang, Cup."
*
...🌸 TAMAT 🌸...
*
"Alhamdulillah, akhirnya selesai ya. Mohon untuk tidak minta extra part ya. Biarkan mereka bahagia dengan cara mereka sendiri. Untuk kisah ini akan Othor tutup sampai di sini ya. Semoga terhibur dengan karya receh Othor ini.
Dan untuk Sulis dan Haris, pleace jangan julid ya karena pada kenyataan nya pernikahan dua keyakinan itu ada dan banyak yang langgeng sampai menua bersama. Mohon untuk menumbuhkan rasa toleransi yang besar. Hargai meski berbeda. Karena pada dasarnya kita semua sama hanya cara beribadah saja yang berbeda.
Sampai jumpa di kisah selanjutnya ya...meski pun kisah nya lain lagi dan tidak ada sangkut pautnya dengan karya sebelum sebelumnya."
__ADS_1
...Terima kasih dan bay bay...sampai ketemu di kamar lain nya....
...🥰🥰🥰🥰🥰...