Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Season 2. Bab.22


__ADS_3

...***...


.


Seminggu berlalu dan acara resepsi pernikahan Dipta dan Raya pun akhirnya digelar setelah dimajukan menjadi satu minggu pasca mereka berdua kembali bertemu.


Setelah kejadian Dipta yang menginap di rumah keluarga Wijaya dan tidur di kamar Raya. Akhirnya semua pun sepakat dengan usulan Mama Alina yang begitu ngotot ingin acara resepsi itu diadakan seminggu kemudian.


Bukan tanpa alasan mama Alina ingin segera mengumumkan pernikahan putranya itu. Mama Alina hanya takut jika putra keduanya itu kembali difitnah orang orang yang tidak bertanggung jawab seperti awal pernikahan Dipta dulu bersama dengan Raya.


Bahkan ibu dari tiga orang anak itu tidak pernah berhenti menangis selama beberapa malam saat menyadari jika putranya harus menikah dengan cara yang tidak wajar.


Tidak ada lamaran, tidak ada seserahan. Bahkan tidak ada obrolan sebelum nya jika putra kedua nya itu akan melepas masa lajang secepat itu.


Semua itu terjadi begitu cepat dan mendadak hingga mahar untuk calon menantu nya itu pun hanya berupa uang cash yang ada di dalam dompet Dipta yang hanya ada 200 ribu dan ditambah dengan uang yang ada di dompet papa Pras.


Miris sekali nasib putra nya itu saat mendapatkan pasangan hidup. Namun, semua kembali lagi pada jalan takdir mereka. Karena sejatinya, manusia hanya bisa berencana dan tetap saja yang punya kehendak adalah si pemilik kehidupan itu sendiri.


“Masya Allah, cantik sekali menantu Mama ini,” ucap mama Alina saat menyambangi kamar hotel yang ditempati oleh Raya untuk berhias diri dan bersiap untuk menjadi ratu satu hari.


“Terima kasih Ma,” jawab Raya malu malu.


Hasil karya salah satu tangan MUA ternama membuat wajah Raya yang sejak awal memang sudah cantik tampak lebih cantik paripurna.


Dengan tubuh yang terbalut dengan gaun pengantin muslimah yang cantik dan elegan membuat tampilan nya kian cantik sempurna.


“Ayo sayang, tamu undangan sudah menunggu.” ajak Mama Alina menggandeng tangan menantunya yang terasa begitu dingin dan sedikit basah di telapak tangan nya, saking gugupnya.


Namun mama Alina membiarkan itu, toh mama Alina dulu juga merasakan hal yang sama. Menikah bukan karena cinta bukan berarti tidak gugup.


Justru mama Alina dilanda gugup dan takut secara bersamaan. Masih beruntung dirinya dulu tidak pingsan, saat harus menikah dengan mantan kakak iparnya sendiri.

__ADS_1


Deg


Jantung itu kian berdegup kencang saat pandangan nya bertemu dengan netra Dipta yang tidak berkedip sekali pun saat melihat istri nya keluar dengan diapit oleh Mama Alina dan juga Bunda Auli menuju ke arahnya.


Di Tengah jalan, mama Alina dan bunda Aulia menyerahkan tangan Raya kepada Ayah Bara yang akan menjadi pendamping pengantin wanita itu untuk menghampiri pria yang mulai saat ini akan mengambil alih tanggung jawab akan hidupnya.


“Mulai saat ini, Ayah serahkan tanggung jawab putri Ayah ke tangan mu Nak Dipta. Tolong, jaga dia, lindungi dia, sayangi dan cintai dia dengan setulus hatimu. Jika sudah tidak berkenan dengan kehadiran nya, tolong jangan katakan apapun dan jangan sakiti dia. Cukup kembalikan dia dengan baik baik pada kami,”


“Insya Allah Dipta akan menjaga nya Ayah. Dipta mencintai Raya dan Dipta tidak akan membuat wanita yang Dipta cintai merasa menyesal telah memilih Dipta untuk menjadi pasangan hidupnya,”


Deg


Raya yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya langsung mengangkat kepalanya saat dengan lantang Dipta mengikrarkan bahwa dia mencintai nya.


Bahkan pria itu berjanji akan membuat nya tidak merasa menyesal telah memilih Dipta sebagai pasangan hidup nya.


Dengan mata yang berkaca kaca, ayah Bara pun akhirnya menyerahkan tangan putrinya ke tangan Dipta. Tentu saja, hal itu disambut baik oleh tangan Dipta yang juga sama dingin dan basah nya dengan tangan Raya saat ini.


Dipta menggenggam erat tangan Raya saat keduanya berjalan menuju pelaminan di mana mereka berdua akan menerima ucapan selamat dan doa kebaikan dari ratusan tamu yang hadir pada malam itu.


“Kamu cantik sekali malam ini,” bisik Dipta begitu keduanya tiba di pelaminan dan duduk berdampingan di kursi pengantin.


“Mas juga ganteng dan gagah banget,” balas Raya sama hal nya dengan Dipta, yaitu dengan berbisik.


Lalu, keduanya pun tampak terkekeh secara bersamaan dengan saling menatap penuh dengan cinta.


Malam kian larut dan tamu undangan pun kian ramai memenuhi ballroom yang menjadi tempat istimewa untuk Dipta dan juga Raya malam ini.


Pasangan pengantin itu pun kini mulai sibuk menerima ucapan selamat dan juga doa kebaikan untuk pernikahan mereka.


Tidak lupa mereka juga melayani foto bersama bagi para tamu yang ingin mengabadikan moment berbahagia kedua pasangan itu.

__ADS_1


Baik Raya mau pun Dipta sama sama dengan senang hati melayani semua para tamu itu. Tidak berselang lama, para sahabat pun ikut naik ke pelaminan untuk memberikan selamat dan doa mereka.


Sayangnya, di antara semua yang hadir di sana hanya Sulis lah yang tampaknya absen dari hari bahagia sang sahabat.


“Selamat ya beastie, akhirnya go publik juga. Semoga sakinah, mawadah, warahmah yang sayangku,” ucap Hani yang malam itu tentu saja datang bersama dengan sang tunangan, Edo.


“Terima kasih ya, Hani. Maaf sudah mendahului mu,” jawab Raya karena memang acara pernikahan nya di gelar mendahului acara pernikahan Hani dan Edo.


“Tidak apa apa sayangku, lagi pula kalian kan menikah sudah lebih dulu dari aku. Aku ikut bahagia atas pernikahan kalian,” jawab Hani.


“Selamat ya, untuk pernikahan kalian,” ucap Haris yang malam itu datang bersama dengan Winda, tunangan nya.


“Iya terima kasih, bro. Kalian juga kan, akan segera menyusul,” jawab Dipta menyambut ucapan selamat dari sahabat nya itu.


“Selamat ya Ay, semoga bahagia dan langgeng selalu hingga maut memisahkan. Oh iya, apa Sulis sudah datang? aku tidak melihat nya?” ucap Haris saat berhadapan dengan Raya.


Namun, tiba tiba saja pria itu menanyakan perihal Sulis yang memang malam ini berhalangan hadir dan tentu saja lebih dulu sudah mengabari sang sahabat dan dengan tidak lupa meminta maaf karena absen dari hari bahagia Raya dan Dipta.


Baik Raya maupun Dipta sama sama di buat kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Haris.


Pasalnya, di samping pria itu tampak hadir seorang wanita yang di ketahui itu adalah tunangan dari Haris. Namun, pria itu malah menanyakan wanita lain didepan tunangan nya sendiri.


Dipta dan Raya pun sempat saling melempar pandangan sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari sahabat nya itu.


“Sulis di pindah tugaskan oleh ayah nya keluar negeri. Dan sore tadi dia berangkat menuju ke negara itu, tapi sayang. Sulis tidak mau memberitahukan dimana dan di negara mana dia akan tinggal sekarang. Dia hanya minta doa dari kita agar dia senantiasa diberi kesehatan dan baik baik saja hidup di negara orang. Begitulah pesan yang dikirimkan oleh Sulis kemarin malam, sebelum dia berangkat.” jawab Raya benar adanya.


Haris terlihat menghela nafas panjang dan berat saat mendapati kabar tentang wanita yang begitu teramat sangat dia cintai namun terhalang oleh restu orang tua nya.


Gurat kekecewaan begitu terlihat jelas di wajah tampan nya tatkala tidak mendapati Sulis di sana. Dan hal itu juga terjadi pada wajah Winda, yang juga begitu kecewa pada Haris saat pria itu menanyakan wanita lain padahal ada dirinya di samping pria itu.


*

__ADS_1


****


__ADS_2