Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.30


__ADS_3

***


"Mas masih mau pakai kursi roda itu? Bukan kah kaki Mas sudah bisa dipakai berjala?" tanya Alina saat Pras kembali duduk di kursi roda usah memakai pakaian yang tadi di pinjam dari mertuanya.


"Masih belum terlalu kuat jika digunakan lama lama, masih harus melewati beberapa terapi lagi supaya sembuh total. Kenapa? Kamu malu punya suami lumpuh?"


"Tidak, sama sekali tidak. Aku kan hanya bertanya, tidak usah marah. Ayo, lebih baik kita turun, kita sudah ditunggu sedari tadi,"


Alina pun langsung beralih tempat ke belakang kursi roda yang diduduki oleh Pras lalu mendorong kursi roda itu keluar kamar dan pergi menuju ke ruang makan. Menyusul kedua orang tua ALina yang sudah lebih dulu berada di sana.


"Selamat pagi semua. Maaf ya kami terlambat," ucapan Alina saat tiba di meja makan yang telah diisi oleh kedua orang tuanya.


"Tidak apa-apa sayang, ayo sini kita mulai sarapannya," jawab Mama Tari menyambut anak dan menantunya itu.


Alina mendorong kursi roda milik Pras, lalu mendekati meja makan. Alina menempatkan Pras di tempat yang sudah disediakan oleh sang mama.


Dengan telaten Alina menyiapkan menu makanan yang akan menjadi menu sarapan pagi ini untuk suaminya. Sarapan pun berjalan dengan suasana hangat yang diisi dengan perbincangan hangat yang selalu dilakukan oleh keluarga itu.


Mulai dari pengalaman sehari-hari, Apa yang dirasakan dan tentu saja dengan apa yang dikeluhkan. Semua tumpah di meja makan.


Jarang memiliki waktu untuk berkumpul karena kesibukan masing-masing membuat mereka sulit untuk bertemu hingga makan malam atau sarapan pagi lah waktu yang tepat untuk mereka berkumpul dan bercengkrama hangat.


Seperti pagi ini, ini adalah sarapan pagi pertama keluarga Hartanto dengan format yang lengkap. Karena sejak Alina menikah, gadis itu sudah tidak pernah lagi makan di rumah.


Jika pun datang, ALina hanya sekedar menitipkan Alesya saat dirinya ada kegiatan di kampus. Habis itu, Alina selalu tergesa gesa untuk pulang ke rumah karena takut keduluan oleh suaminya.


Setelah menikah dengan Pras, Alina menjadi wanita rumahan yang sesungguhnya. Dia keluar rumah hanya untuk kegiatan kampus yang memang tidak bisa ditinggal atau diwakilkan.


Selebihnya Alina akan menghabiskan seluruh waktu didalam rumah. Pras selalu tidak suka jika Alina menghabiskan banyak waktu diluar. Dan demi menghindari perdebatan yang akan berakhir dengan pertengkaran ALina pun memutuskan untuk diam di rumah saja dan fokus dangan putrinya Alesya.


"Ma, Pa, kami pulang dulu," pamit Pras berpamitan dengan kedua mertuanya itu.


"Iya, baiklah. Hati hati dijalan, sering sering lah menginap disini agar kami tidak merasa kesepian," jawab mama Tari.

__ADS_1


"Akan Pras usahakan Ma,"


Usai berpamitan, kedua pasutri itu pun akhirnya pulang dengan membawa si kecil Alesya bersama mereka.


Sepanjang perjalanan pulang, keduanya sama sama terdiam. Hanya celotehan si kecil Alesya saja yang mengisi suasana hening pagi itu.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lebih, akhirnya mobil Pras pun tiba di halaman rumah nya.


Wahyu turun lebih dulu dari mobil untuk membantu atasan nya itu turun dari mobil dan berpindah k kursi roda nya.


Sementara Alina sendiri turun bersama dengan si kecil Alesya yang ada di dalam gendongan nya. Ketiga nya pun mulai berjalan menuju ke arah rumah.


Namun langkah mereka sempat terhenti saat mereka melihat seseorang tengah menunggu di depan teras.


Wanita yang tengah duduk di kursi yang ada di teras rumah itu pun langsung bangkit begitu melihat Pras datang bersama dengan istrinya.


"Monica? Ada apa kamu kemari?" tanya Pras dengan nada dingin dan datar, saat melihat mantan kekasih nya itu sudah ada di rumah nya.


"Tadi aku ke kantor, tapi orang kantor bilang kalau kamu tidak masuk. Makanya aku kemari,"


Monica pun langsung tersenyum senang saat Pras akhirnya mau kembali membuka komunikasi dengan nya.


Tampaknya, peluang untuk kembali merebut laki laki itu semakin terbuka lebar saja. Mengabaikan Alina yang menatap tidak suka padanya, dengan percaya dirinya Monica berjalan masuk mengikuti Pras yang sudah lebih dulu masuk bersama dengan Wahyu.


Alina sendiri hanya bisa menghela nafas lelah saat kembali di abaikan oleh suaminya sendiri. Bahkan, semalam mereka baru saja menghabiskan malam panjang dan panas.


Namun saat kembali ke rumah, sikap nya kembali lagi dingin dan abai akan kehadiran Alina. Setelah beberapa menit hanya terdiam di tempat menyaksikan suaminya membawa masuk seorang perempuan.


Alina pun mulai melangkah masuk. Seperti biasa, setelah kembali ke rumah Alina kembali disibukkan dengan urusan rumah tangga. Mulai dari mengurusi si kecil ALesya dan juga urusan dapur.


Tidak jarang Alina turun tangan sendiri untuk menyiapkan makanan untuk suami dan anaknya. Namun, tampaknya semua itu belum cukup untuk membuat hati Pras mencair.


Alina langsung saja membersihkan si kecil Alesya dengan memandikan tubuh mungil itu lalu mengganti baju nya dengan baju yang bersih dari dalam lemari.

__ADS_1


Lalu setelah itu dirinya yang mandi dan berganti pakaian. Sementara Alina sibuk mengurusi anak sambung nya.


Pras tampak tengah berbincang serius masalah pekerjaan bersama dengan Monica. Merasa bosan dengan pembicaraan nya masalah pekerjaan.


Monica pun menyudahi pembicaraan nya dengan Pras masalah pekerjaan.


"Wahyu, bisa minta tolong tinggalkan kami? Ada yang ingin aku bicarakan dan ini privasi," pinta Monica yang di angguki oleh Wahyu.


"Saya menunggu diluar tuan, jika anda butuh bantuan, anda bisa panggil saya,"


"Baiklah, usahakan jangan pergi jauh,"


"Baik tuan, saya permisi,"


Wahyu pun segera meninggalkan Pras bersama dengan Monica di ruangan itu. Setelah memastikan pintu ruangan kerja Pras tertutup.


Monica pun langsung melancarkan aksinya mencoba merayu Pras kembali. Monica membuka blazer yang dia pakai dan hanya menyisakan atasan tang top berwarna putih dengan dalaman berwarna hitam hingga memperlihatkan bentuk tubuh bagian atas.


Bahkan dari balik kain tang top yang Monica kenakan, Pras bisa melihat dengan jelas belahan dada dengan bukit kembar milik Monica yang menyembul keluar dari penutupnya. Saking tipis nya kain tang top yang di pakai oleh Monica saat ini.


Monica langsung bangkit lalu menghampiri Pras yang duduk di kurs roda nya. Monica langsung saja mendudukkan dirinya di atas pangkuan Pras lalu mengalungkan tangan nya dileher pria itu.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Pras tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Monica saat ini.


"Aku sangat merindukan kamu Pras. Dan ayolah Pras, aku tahu kalau kamu juga pasti merindukanku kan?" ucap Monica mengikir jarak lalu memajukan wajah nya mendekati wajah Pras lalu, hampir saja bibirnya menyentuh bibir Pras.


Namun hal itu urung terjadi saat mendengar suara benda jatuh yang berasal dari arah pintu masuk.


Prraaannnggggg


Set


"Alina?"

__ADS_1


*


****


__ADS_2