
***
Malam Harinya...
Merasa tenggorokan nya kering setelah aktifitas ranjang yang menguras seluruh tenaga nya, membuat Pras mau tidak mau harus keluar kamar untuk mengambil air mineral yang ada di lemari pendingin yang ada di dapur.
Air dispenser yang tersimpan di dalam kamar nya habis dan belum sempat di isi ulang membuat pria itu harus turun ke lantai bawah untuk mengambil botol air mineral dari dalam kulkas yang ada di ruangan makan yang terdapat di lantai bawah.
Dengan langkah gontai, Pras berjalan menuruni satu persatu anak tangga untuk menuju ke ruangan makan. Suasana rumah sudah remang remang dan sepi karena memang penghuninya hampir semua sudah terlelap dan masuk ke dunia mimpi masing masing.
Pras membuka lemari pendingin itu lalu mengambil satu botol kemasan yang masih bersegel lalu membuka nya di sana lalu meminum air di dalam botol tanpa mengubah posisi nya yang berdiri di depan kulkas.
Seketika Pras di buat tersentak kaget saat merasakan sepasang tangan memeluk erat tubuh nya dari arah belakang.
"Sayang? Kamu bangun?" tanya Pras tanpa melihat siapa wanita yang saat ini berdiri di belakang nya dan memeluk erat tubuh nya.
Wanita itu terdiam, tidak mengeluarkan kata sedikit pun namun semakin mengeratkan pelukan nya di tubuh kekar Pras yang saat ini hanya mengenakan kaos putih polos serta celana boxer saja.
"Kenapa? Apa kamu masih kangen, hhmm?" ucap Pras lagi mengusap lembut tangan yang saat ini membelit di perut berotot nya.
Wanita itu menyusupkan wajah nya di punggung Pras. Lalu mendaratkan beberapa ciuman menggoda di punggung tegap Pras.
Mendapatkan perlakuan yang menggoda seperti itu, tentu saja membuat libido pria itu kembali bangkit dari tidur nya. Pras tersenyum manis dan tentu saja siap menyambut kembali madu manis pernikahan di saat sang istri yang kini sudah mulai berani menggoda nya.
Namun, baru saja Pras akan membalik tubuh nya untuk membalas pelukan yang dia kira di lakukan oleh istrinya itu. Tiba tiba tersentak kaget dengan adanya sebuah bunyi benda jatuh dan pecah di belakang nya.
Praanngggg
Deg
__ADS_1
Mata Pras membelalak sempurna saat membalikan tubuh nya dia bisa melihat dengan jelas keberadaan Alina bertepatan dengan lampu ruangan yang menyala sempurna.
Bukan cuma Pras yang di buat membulatkan mata nya dengan sempurna, namun Alina juga yang begitu dibuat terkejut dengan pemandangan yang dia lihat saat ini.
Dimana sang suami tengah di peluk oleh seorang wanita dengan pakaian yang transparan, hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan kulit mulus nya yang ada di balik lingerie yang dia pakai.
Sementara Pras sendiri langsung melepaskan belitan tangan seseorang yang saat ini memeluknya dari arah belakang saat menyadari jika itu bukan lah pelukan dari Alina.
Pras di buat kaget sekaget kagetnya saat melihat jika wanita yang saat ini memeluknya adalah Mala. Gadis desa yang di titipkan oleh orang tua nya untuk di pekerjakan di kota.
Dan yang membuat Pras semakin membulatkan matanya, adalah pakaian yang di kenakan oleh gadis itu. Sungguh, Pras tidak menyangka jika gadis yang terlihat polos itu seberani itu menggunakan pakaian yang begitu transparan lalu memeluk nya dengan begitu erat.
"Lepas," seru Pras menghempaskan tubuh Mala dengan cukup keras hingga gadis itu terpental ke belakang dan terjatuh ke lantai.
"Aww, sstttt, sakit Mas. Kenapa kamu begini, bukan kah tadi kamu memperlakukan ku dengan sangat lembut," ucap nya men drama.
Membuat Alina menatap nanar ke arah suami nya. Bahkan, mata hazel miliknya itu sudah tergenang cairan bening yang siap meluncur jika saja mata itu berkedip.
Ternyata gadis yang mereka tampung adalah wanita murahan tidak tahu diri yang sanggup melakukan apapun demi keinginan nya terwujud.
"Tadi, bahkan Mas berulang kali menyebutku dengan sebutan sayang," jawab Mala kembali sembari memasang wajah yang memelas.
"Itu karena aku pikir yang memelukku dari belakang itu adalah istriku. Bukan wanita sundal seperti kamu,"
"Tapi Mas menikmati pelukan ku kan? Buktinya diam saja dan malah membalas memelukku,"
"Diam kamu. Berhenti memanggil Mas, karena hanya istriku yang berhak memanggilku seperti itu. Dan lagi. Cih, menjijikan sekali, kamu pikir aku akan tertarik hanya karena kamu memakai pakaian seperti itu? Mimpi mu ketinggian nona. Jangan kan tertarik, melihat nya saja aku sudah jijik," lanjut Pras yang membuat Mala dan juga Alina terperangah.
Kedua wanita itu sama sama dibuat terkejut saat Pras mengumpat Mala dengan kata kata yang cukup kasar untuk di ucapkan.
__ADS_1
"Mbok Ijah, Mang Ujang kemari," teriak Pras yang malam itu di buat murka oleh kelakuan Mala di rumah nya.
Ke dua art yang hampir terlelap itu pun kembali bangun dan bergegas menghampiri sang majikan yang tidak biasanya berteriak seperti itu apalagi ini di malam hari.
Baik Mbok Ijah dan Mang Ujang sama sama dibuat tertegun saat melihat situasi malam ini di ruang makan. Bahkan Mang Ujang sampai membalikkan tubuh nya saat melihat penampilan Mala yang tidak wajar.
"A_ada apa tuan?" tanya Mbok Ijah terbata saat melihat situasi saat ini.
Mbok Ijah bahkan kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan saat melihat penampilan Mala yang kurang wajar.
Wanita paruh baya itu berulang kali mengusap dada nya kala menetralkan rasa keterkejutan nya melihat apa yang di lakukan gadis itu malam ini.
Sementara Alina sendiri hanya bisa terdiam saat melihat perdebatan yang di lakukan oleh suaminya dan juga Mala.
"Bawa gadis ini pergi dari rumah ini sekarang juga. Jangan biarkan dia menginjakan kakinya disini, bawa dia pergi jauh terserah kalian mau membawa nya kemana, aku tidak peduli yang pasti jangan biarkan dia kembali ke rumah ini," titah Pras yang di angguki oleh kedua art nya.
"Ba_baik tuan,"
Pras pun langsung beranjak pergi sembari menarik Alina untuk pergi kembali ke kamar dan meninggalkan ruangan itu.
Sungguh, rasanya ingin mengamuk saja. Namun Pras terpaksa menahan semua nya saat melihat keadaan sang istri yang tampak begitu shock dengan kejadian malam ini.
Sementara di dalam ruangan makan, tampak Mbok Ijah mengambil salah satu kain alas meja yang biasa di gunakan untuk menutupi meja makan dari salah satu lemari yang ada di sana.
"Pakai ini, tutupi tubuhmu lalu segera berkemas lah. Aku akan mengantarkan mu ke tempat dimana kamu bisa singgah untuk malam ini," titah Mbok Ijah dengan nda dingin dan datar.
Sebagai seorang wanita yang juga pernah muda. Mbok Ijah sangat menyayangkan apa yang di lakukan Mala saat ini.
Mbok Ijah tidak menyangka, hanya karena sebuah obsesi wanita itu bisa merendahkan dirinya sendiri seperti saat ini. Dan sayang nya, dia melakukan hal itu pada orang yang salah hingga membuat nya berakhir dengan di permalukan.
__ADS_1
*
*****