
***
*Maaf ya, padahal dari kemarin sudah di up. Eh masih tertahan di review. Semoga hari ini berhasil ya.*
****
"Saya titip putri saya Mala ya Den, Non," ucap Mbok Darmi saat Pras dan Alina akan pulang dan membawa serta Mala bersama dengan mereka.
Setelah berbicara dengan mama Widia, akhirnya mama Widia pun setuju untuk mempekerjakan Mala di butik milik nya untuk sementara waktu sebelum wanita muda itu menemukan pekerjaan yang dia ingin kan.
"Iya Mbok, Mbok tenang saja Mala akan baik baik saja bersama dengan kami," jawab Alina yang dengan senang hati membantu keluarga art nya itu.
"Ya, sudah kalau begitu. Kami pamit dulu ya Mbok, nanti akan kami kabari lagi jika kami sudah sampai di rumah,"
"Baik Den, terima kasih sebelum nya,"
"Iya Mbok, sama sama. Kami pergi ya,"
Pras dan Alina pun mulai masuk kedalam mobil yang ikuti oleh Mala yang baik di mobil bagian belakang. Sedang kan Alina duduk didepan menemani sang suami yang saat ini tengah memegang kendali setir mobil itu.
Mobil pun mulai melaju meninggalkan halaman Villa dimana keluarga kecil Pras menghabiskan waktu selama 3 hari di sana.
"Lepas dulu tangan nya Mas, bahaya. Kamu lagi nyetir loh ini," protes Alina karena Pras tidak melepaskan genggaman tangan nya di tangan ALina.
Bahkan Pria itu terus menerus menciumi punggung tangan Alina yang membuat ALina tidak enak hati. Pasalnya, di dalam mobil itu tidak hanya ada mereka. Melain kan ada Mala juga yang tentu saja akan melihat apa yang Pras lakukan pada nya.
"Tenang saja Sayang, aku sudah Mahir melakukan ini. Jadi kamu tidak usah khawatir, kita akan sampai dengan selamat meskipun aku hanya menggunakan sebelah tangan untuk membawa mobil ini," jawab Pras dengan santainya, tanpa menghiraukan sang istri yang mulai merenggut.
Bahkan dengan santai dan cueknya Pras terus saja menggenggam tangan Alina dan mencium punggung tangan mungil itu. Dan tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata yang menatap tidak suka pada kemesraan yang dilakukan oleh pasangan pasutri itu.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju ke kepulangan mereka, suasana di dalam mobil pun hanya terisi oleh obrolan antara Pras dan Alina saja, karena si kecil Alesya tampak lelap dalam tidurnya di atas pangkuan Alina.
Sementara Mala sendiri hanya terdiam. Meski sesekali Mala pun bersuara, itu pun hanya menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Alina. Selanjutnya Gadis itu akan kembali terdiam dan hanya menjadi pendengar setia akan obrolan antara Alina dan juga Pras.
Dan setelah melalui beberapa jam dalam perjalanan, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Pras pun tiba di halaman rumah mewahnya.
Mala tampak begitu takjub saat turun dari mobil dan melihat bangunan yang cukup besar dan mewah yang ada di depan matanya. Ini adalah pertama kali nya gadis itu memasuki rumah besar yang terdapat di kota kota besar.
"Untuk malam ini lebih baik kamu menginap di sini saja ya, Mala. Biar besok kami akan mencarikan tempat tinggal yang baru untuk kamu tempati selama kamu tinggal di kita ini. Kamu tenang saja aku akan membantumu mencari tempat yang layak untuk kamu tinggali," ucap Alina saat mereka sudah tiba di dalam rumah mewah milik Pras.
"Baik Nona, Terima kasih," jawab Mala yang masih merasa sungkan.
"Tunggu di sini, aku akan panggilkan Mbok Ijah untuk membantu menyiapkan kamar tamu untukmu," lanjut Alina.
Alina pun segera bergegas menuju ke arah dapur untuk menemui art-nya itu untuk membantu nya menyiapkan kamar tamu untuk di tempati oleh Mala malam ini.
"Mbok, bisa minta tolong nggak?"
"Tolong bersihkan kamar tamu ya, akan ada tamu yang memakai kamar itu," titah Alina pada Mbok Ijah.
"Oh iya, baik non. Akan segera saya bersihkan," jawab Mbok Ijah yang langsung bergegas menuju ke arah kamar tamu yang ada di lantai bawah untuk membersihkan ruangan itu.
Sementara Pras sendiri sudah berada di lantai atas, tepatnya berada di kamar utama rumah itu. Pras lebih dulu masuk ke dalam rumah untuk membawa si kecil Alesya yang tengah tertidur untuk dipindahkan ke dalam kamarnya.
Namun Pras tidak kembali lagi ke lantai bawah karena merasa lelah dan memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya di dalam kamar saja dan menyerahkan urusan Mala kepada sang istri.
Selain merasa lelah karena menyetir seorang diri selama berjam jam. Sejujurnya Pras juga merasa kurang nyaman dengan kehadiran Mala di dalam rumah nya. Namun apa boleh buat, Pras juga tidak bisa memprotes apa yang di lakukan oleh istrinya disaat sang istri begitu antusias menolong gadis itu.
"Kamarnya Sudah siap non. Silakan, Mari saya antar" ucap Mbok Ijah setelah beberapa saat kembali lagi setelah selesai membersihkan kamar tamu untuk tamu majikan nya.
__ADS_1
Dan menemui Alina yang saat ini tengah bersama dengan tamunya. Orang yang akan menempati kamar tamu yang baru saja di bersihkan oleh nya.
"Nah Mala, sekarang Kamu boleh ikut dengan mbok Ijah ke kamar yang akan kamu gunakan malam ini. Nanti kita bertemu lagi saat makan malam, ya?" titah Alina yang diangguki oleh Mala.
"Baik Nona, Terima kasih," jawab Mala lagi.
Mala pun langsung mengikuti langkah kaki Mbok Ijah menuju kamar tamu yang akan dia tempati.
"Ayo masuk Non, ini kamarnya. Semoga non betah ya," ucap Mbok Ijah saat mengantar Mala masuk ke dalam kamar yang akan dia tempati malam ini.
Dan Mala pun kembali dibuat takjub Saat memasuki kamar yang akan dia gunakan saat ini. Benar-benar kamar yang cukup luas untuk sekedar kamar tamu. Kasur yang ada di sana pun berukuran cukup besar dan juga begitu empuk.
Sungguh ini adalah hal yang tidak pernah ditemukan oleh Mala sebelumnya. Gadis itu hanya bisa melihat itu di siaran televisi atau majalah saja. Namun kini, dia bisa melihat sendiri dan menempati langsung kamar super mewah itu.
Terlahir dari keluarga sederhana dan bertahun-tahun hidup di rumah kos-kosan kecil yang hanya cukup untuk dirinya sendiri, tentu saja membuat Mala merasa senang saat mendapatkan kamar yang begitu luas dengan kasur yang empuk dan juga berukuran besar.
"Jadi seperti ini ya rasanya jadi orang kaya? Menyenangkan sekali," gumam Gadis itu sambil menepuk-nepuk kasur yang tengah dia duduki saat ini.
Merasa gerah dan lengket karena keringat, akhirnya Mala pun memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi yang sudah tersedia di dalam kamar itu.
Mala kembali di buat takjub dan kagum saat melihat kamar mandi yang cukup luas lengkap dengan bathtub didalam nya.
"Wah, seperti di hotel saja," gumam nya sembari menatap ke setiap sudut ruangan kamar mandi yang akan dia gunakan untuk membersihkan diri.
Untuk pertama kalinya gadis itu pun mulai berendam di dalam bathtub yang tersedia di dalam kamar mandi kamarnya.
Rasanya senang sekali bisa merasakan apa yang selama ini hanya dia lihat di drama drama yang ada di televisi. Membuat gadis itu kini mulai memiliki ambisi untuk bisa merasakan dan menikmati kemewahan itu, selama nya.
*
__ADS_1
*****