
***
Dipta tersentak kaget saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Raya beberapa jam yang lalu.Dengan keadaan yang masih berantakan, Dipta langsung berlari ke luar dari apartemen nya menuju ke tempat Raya saat ini berada.
Dengan menambah kecepatan laju motornya, Dipta terus membelah jalanan yang siang itu terlihat jauh lebih ramai dari biasanya.
Hatinya begitu gusar, dia tidak menyangka jika dia Raya akan pergi jauh. Rasa sakit dan kecewa membuat Dipta jadi pria yang bodoh. Hingga mengabaikan orang orang di sekitar nya termasuk Raya.
Gadis yang selama ini selalu ada untuk nya dan selalu menemani dirinya di kala susah dan senang bersama. Hatinya sangat tidak rela jika gadis itu pergi dari nya. Namun, tidak juga bisa mencintai gadis itu.
Bukan tidak bisa, hanya saja. Dipta membentengi diri untuk tidak jatuh hati pada gadis baik hati itu. Rasa takut akan kehilangan membuat keduanya memenjarakan rasa cinta di dalam hati masing masing.
Hingga akhirnya Dipta bertemu dengan Aina, wanita yang mampu mengalihkan perhatian dan perasaannya pada Raya. Hingga Dipta pun mencurahkan semua perasaan dan perhatian nya pada Aina. Dipta pun berusaha menjadikan wanita itu sebagai pelabuhan terakhirnya sebelum insiden yang menimpa gadis itu terjadi hingga membuat nya kecewa yang teramat sangat dalam.
Egois memang, namun itu lah yang mampu Dipta pikirkan pada saat itu. Dan berhasil, Dipta benar benar jatuh cinta pada Aina dan membuat Raya tetap ada di samping nya. Namun sayang, gadis itu mematahkan hati nya sepatah patahnya.
“Raya,” seru Dipta saat melihat seorang gadis yang dikerumuni oleh orang orang yang saat ini tengah menyempatkan diri untuk mengantar kepergian nya.
“Dipta,” gumam Raya saat melihat pemuda itu berlari ke arah nya lalu menabrakan tubuh kekar nya ke tubuh mungil Raya.
Bruukkkk
Greeeppp
“Jangan pergi, aku mohon,” lirih Dipta saat memeluk erat tubuh Raya yang sudah bersiap untuk pergi.
“Maaf, tapi ini sudah keputusanku Ta. Baik baik kamu di sini ya, sehat sehat. Kelak jika memang takdir kita masih berjodoh, kita akan di pertemukan kembali di waktu yang tepat,” jawab Raya dengan nada yang bergetar karena menahan sesak di dada tatkala harus berpisah dengan Dipta.
__ADS_1
“Mana bisa, mana bisa aku baik baik saja tanpa kamu Ay.”
“Bisa Dipta, kita sudah sama sama dewasa. Ayo, mari kita buktikan jika kita bisa hidup dengan baik, meraih cita cita kita dan menjadi orang sukses tanpa ketergantungan satu sama lain. Mari buktikan pada dunia jika kita bisa berjalan sendiri sendiri dan menjadi orang sukses. Mari bertemu kembali setelah kita menjadi seseorang yang layak bagi satu sama lain,”
Dipta tercekat, lidah nya mendadak kelu untuk berucap. Pemuda itu mengurai pelukan nya di tubuh Raya lalu memandangi wajah cantik itu dengan begitu lekat nya hingga membuat si empunya wajah menjadi salah tingkah di buat nya.
“Ok, pergilah. Raih impian mu setinggi yang kamu mau dan kamu mampu untuk mencapainya. Tapi ingat, hanya impian yang boleh kamu cari dan kamu gapai. Jangan pernah mencari rumah, karena kamu sudah memiliki rumah yang selalu setia menunggu kepulangan mu. Mengerti?”
“Iya, aku mengerti. Kamu juga, jadilah pengusaha sukses seperti yang kamu inginkan. Tapi ingat, kamu juga sudah memiliki rumah, jadi jangan pernah berpikir untuk mencari rumah lain lagi,”
“Eemm, janji?”
“Janji,”
Dengan senyum getir, Dipta pun akhirnya melepas kepergian Raya yang akan bertolak ke luar negeri untuk melanjutkan studinya. Dipta menatap jauh ke sebuah pesawat yang membawa sahabat sekaligus istrinya itu, baru saja lepas landas meninggalkan negara dan juga dirinya.
Ingatan nya kembali melayang ke kejadian satu bulan yang lalu. Dimana akhirnya dia tahu jika Aina adalah wanita bersuami. Gadis yang terkena jebakan dari kepala sekolah di sekolah nya pun terpaksa harus menikah dengan seorang pria asing demi menyelamatkan nama baiknya dan juga keluarganya.
Dipta terlihat menghela nafas panjang saat mengingat kejadian itu kembali. Dimana dia tahu dan merasa kecewa dan juga sakit yang teramat dalam.
*
*
Flashback…
*
__ADS_1
*
“Kenapa? kenapa kamu lakukan ini Nak?” pertanyaan itu terdengar memilukan dengan di iringi suara isak tangis dari seorang wanita paruh baya yang saat ini menjadi salah satu wali murid yang anaknya menjadi korban pelecehan seksual yang di lakukan oleh kepala sekolah di sekolah itu.
Handoyo Pramujaya, atau biasa di panggil Pak Hans itu menjadi tersangka pemerkosaan pada seorang siswi di sekolah dan merupakan teman satu kelas Dipta. Gadis itu nekad melaporkan kepala sekolah nya sendiri setelah di gagahi oleh pria paruh baya itu di gedung sekolah nya.
Dan setelah di selidiki oleh pihak yang berwajib, ternyata bukan cuma satu siswi saja yang menjadi korban dari kebiadaban pria tua bangka itu. Bahkan dari hampir 15 siswi yang berhasil dia hancurkan, lima dari siswi itu adalah siswi penerima beasiswa.
Yang dengan kata lain, mereka masuk kesana dengan mengandalkan nilai yang baik dan juga prestasi yang mereka miliki. Dan salah satunya adalah Aina, gadis lugu itu terpaksa menerima tawaran menjadi pemuas nafsu sang kepala sekolah karena tidak ingin dikeluarkan dari sekolah yang sudah susah payah dia masuki.
Beruntung, hal bejat itu sudah ketahuan oleh putra sulung nya sendiri yang saat ini ikut menjadi pengajar di sekolah yang sama dengan sang ayah. Gunawan Raharja, adalah putra sulung dari Pak Hans, namun Pak Gunawan tidak memakai nama belakang pria tua bangka itu karena saking kecewa nya dengan sang ayah.
Pak Gunawan pun akhirnya memutuskan memakai nama belakang dari sang ibu yang telah lama berpulang ke rahmatullah. Sering terlibat cekcok dan bahkan kadang KDRT membuat sang ibu dari Pak Gunawan stress dan akhirnya meninggal membuat Pak Gunawan membenci sang ayah.
Tidak di sangka, pemindahan tugas mengajarnya mempertemukan ayah dan anak itu setelah sekian tahun tidak bersua. Namun setelah sekian lama berpisah, bukan nya semakin membaik, kelakukan Pak Hans makin menjadi hingga berakhir dengan laporan dari salah satu siswinya yang menjadi korban pelecehan.
Dan salah satu dari korban itu adalah gadis yang saat ini telah dia nikahi secara sirih. Gadis yang dia temui di pinggir jembatan dan hendak melompat untuk mengakhiri hidupnya.
Merasa kecewa pada diri sediri dan juga malu dan takut. Membuat Aina yang pada malam itu nekad ingin mengakhiri hidupnya sesaat setelah di gagahi oleh kepala sekolah nya sendiri. Membawanya bertemu dengan pria yang dia kenal sebagai seorang guru baru di sekolah nya.
Pria yang akhirnya menikahi nya demi mempertanggung jawabkan apa yang sudah sang ayah lakukan pada gadis itu. Dan tentu saja hal itu di rahasiakan dari semua pihak, termasuk kedua orang tua Aina.
Bahkan yang membuat Aina kian hancur, dia menikah tanpa dihadiri oleh sang ayah yang seharusnya menjadi wali nikah nya. Namun karena keadaan, Aina pun harus menikah di sebuah mesjid kecil dan di bantu oleh seorang ustadz.
“Maaf, Aina terpaksa Bu. Aina tidak mau di keluarkan dari sekolah, makanya Aina menurut,” jawab gadis itu terbata di sela isak tangis nya.
Dan semua itu tentu saja di saksikan oleh mata kepala Dipta sendiri. Setelah melihat penangkapan sang kepala sekolah karena menjadi tersangka kasus pelecehan seksual disekolah.
__ADS_1
Dipta pun langsung mencari informasi lebih lanjut dan benar saja. Ke esokan hari nya, semua yang telah menjadi korban dari Pak Hans di kumpulkan di kantor sekolah namun sayang, hanya beberapa orang saja yang hadir karena yang lain nya memilih untuk pergi dan keluar dari sekolah dengan membawa luka dan aib mereka.