Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.36


__ADS_3

***


..."Mohon maaf ya guys, dua hari kemarin Othor tidak bisa up dikarenakan ada acara keluarga. Sekarang Insya Allah Othor sudah bisa memulai kembali karena sudah kembali ke habitatnya, hihihi. Selamat siang dan selamat membaca."...


...***...


*


Alina langsung menarik selimut yang melorot kebawah hingga memperlihatkan tubuhnya yang masih polos, tanpa tertutup sehelai benang pun


"Ma_maaf," lirih nya menunduk dalam, menyembunyikan wajah merah nya.


"Ayo mandi, setelah itu kita sarapan. Kita harus menjemput Alesya di rumah Mama kan?" ucap Pras membelai lembut pucuk kepala Alina.


Deg...


Jantung Alina berdetak tak karuan saat tangan kekar Pras mendarat di pucuk kepalanya lalu membelai lembut surai hitam miliknya.


Tubuh Alina semakin menegang saat Pras mendaratkan satu ciuman di pucuk kepala Alina yang masih terdiam duduk di atas kasur.


"Ayo cepat, pergi lah ke kamar mandi. Biar aku siap kan baju ganti untuk mu,"


Alina tentu saja di buat semakin tertegun dengan sikap dan perhatian yang Pras berikan padanya pagi ini.


"Ada apa dengan nya?" gumam Alina dalam hati menatap heran ke arah Pras yang sudah menghilang di balik pintu penghubung antara kamar itu dan kamar putri mereka Alesya.


Setelah beberapa saat termenung, memikirkan sikap Pras yang tiba tiba saja berubah. Alina pun segera bangkit dari duduk nya dan mulai beranjak menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Pras sendiri langsung mengambil satu dress dengan motif bunga bunga yang terlihat cantik dan jaket denim untuk pelengkap dress itu.


Tidak lupa, Pras juga memboyong semua alat makeup yang ada di meja rias untuk berpindah ke meja rias yang ada dikamar itu.


Setelah membantu mengambilkan baju ganti untuk istrinya, Pras pun langsung beranjak untuk membersihkan ranjang, tempat dimana dirinya memadu kasih dengan sang istri.

__ADS_1


Lalu setelah nya duduk di bibir ranjang sambil memainkan ponsel miliknya. Mengecek semua laporan pekerjaan yang masuk kedalam ponsel miliknya.


Setelah beberapa saat ALina pun tampak keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi dan handuk kecil yang dililit di atas kepala.


Alina kembali dibuat tertegun saat melihat kondisi kamar yang sudah terlihat rapi dan bersih. Alina menatap tak percaya pada sosok pria yang saat ini tengah duduk di bibir ranjang dengan ponsel di tangannya.


Alina tidak menyangka jika pria yang kerap bersikap kasar adanya itu bisa melakukan hal semanis ini.


"Sekarang aku tahu kenapa Kakak sangat mencintai pria ini." gumam Alina saat menatap lekat ke arah Pras yang tengah duduk di bibir ranjang sambil memainkan ponselnya.


Menyadari kehadiran Alina Pras pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah sang istri yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Sudah mandinya? Kenapa Bengong di situ?" tanya Pras yang langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Alina yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Tidak, tidak apa-apa aku ganti baju dulu," ucap Alina sambil berlalu menuju ke meja rias di mana baju ganti yang tadi dibawakan oleh Pras ada di sana untuk membawa baju ganti itu ke kamar mandi karena Alina akan berganti pakaian di sana.


Namun disaat Alina akan berbalik untuk kembali masuk ke kamar mandi, setelah mengambil baju ganti itu. Pras mencegahnya dengan mencegah tangan Alina yang akan Beranjak Pergi Kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa harus ganti di sana? Kenapa tidak melakukan nya disini saja? Kamu bisa melakukan itu di sini," ucap Pras menghentikan langkah Alina yang hampir saja melangkahkan kakinya.


"Kenapa harus malu? Bukankah aku suamimu dan kita sudah sering melakukan___,"


"Stop Mas, jangan bahas masalah itu. Baiklah aku akan ganti di sini, tapi mas berbalik dan jangan menatapku seperti itu," lanjut Alina yang membuat Pras terkekeh.


"Baiklah, baiklah Mas akan berbalik. Ayo ganti baju dulu Nanti kamu masuk angin,"


Akhirnya Pras pun mengalah dan membalik tubuhnya, membelakangi Alina yang tengah mulai memakai pakaiannya. Kaku dan canggung, itulah yang dirasakan Alina saat harus berganti pakaian di depan suaminya.


Meski hubungan mereka sudah halal, namun pada kenyataannya hubungan mereka tidak sebaik pasangan pada umumnya. Dan hal itu menimbulkan kecanggungan tersendiri untuk Alina.


"Sudah belum?" tanya Pras setelah beberapa saat dirinya berdiri membelakangi Alina.


"Su_sudah Mas," jawab Alina malu malu.

__ADS_1


"Sini, duduk di sini," Pras pun menarik tangan Alina untuk menuju ke ranjang dan mendudukkan tubuh Alina di bibir ranjang.


Pras bergerak cepat ke arah meja rias untuk mengambil hair dryer yang akan dia gunakan untuk membantu mengeringkan rambut Alina yang masih basah.


"Biar aku saja Mas, aku bisa melakukannya sendiri," cegah alinea saat Pras mulai menyalakan hair dryer itu dan mengarahkannya ke rambut Alina.


"Sudah diam saja, serahkan semuanya pada Mas, Mas Bisa kok melakukannya, kamu tenang saja oke Alin?" jawab Pras langsung mengusak ngusak rambut Alon agar cepat kering dengan bantuan hair dryer yang ada ditangan nya.


Alina sendiri kini hanya bisa pasrah mengikuti keinginan suaminya itu,duduk terdiam menikmati sentuhan lembut yang diberikan oleh Pras di pucuk kepalanya.


"Padahal aku bisa melakukannya sendiri Mas. Mas tidak perlu repot-repot seperti ini," lirih Alina lagi yang merasa sungkan untuk meminta bantuan pada suaminya. Terlebih dia juga masih bisa melakukan hal itu sendiri.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin membantumu saja. Apakah itu tidak boleh?" jawab pras sambil terus menggerakkan tangannya di kepala Alina.


"Bukan begitu, hanya saja___," ucapan Alina terpotong saat Pras membungkam mulut Alina dengan mulutnya.


Pras yang berdiri sedang kan Alina duduk di bibir ranjang membuat pria itu leluasa untuk memberikan ciuman pada sang istri.


Termasuk saat ini, dimana Pras yang mencium Alina dari arah atas kepala Alina. Pras mendongakkan kepala kepala wanita itu hingga membuat Alina melihat ke arah atas.


Disitulah Pras mulai mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum Alina. Pras sedikit memberikan ******* dan hisapan lembut di bibir ranum itu.


Alina sendiri hanya bisa ikut terpejam menikmati ciuman yang di lakukan oleh Pras padanya pagi ini.


Pras memberi jarak lalu berjalan ke arah depan Alina. Setelah berada didepan sang istri, Pras pun langsung duduk berjongkok didepan Alina.


Pria itu meraih tangan sang istri lalu membawanya dalam genggaman. Mata nya menatap lekat pada wajah yang menetap penuh tanya ke arah nya saat ini.


"Alina, bisakah kita memulai hubungan kita dari awal?" tanya Pras yang membuat ALina dibuat tertegun.


"Aku tahu, apa yang sudah aku lakukan selama ini sudah melukai hati dan perasaan mu. Aku juga tahu, jika apa yang sudah aku lakukan padamu tidak bisa di maafkan begitu saja. Kamu bisa menghukum atau membalasnya, tapi setelah itu. Tolong, beri aku kesempatan untuk bisa menjadi suami yang baik untukmu, suami yang layak untuk kamu juga,"


Deg...

__ADS_1


*


***


__ADS_2