Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat
Part.44


__ADS_3

***


Baik Alina mau pun Pras sama sama dibuat heran dengan sikap Mala saat ini. Dimana gadis itu dengan sangat sigap melayani dan menyiapkan semua kebutuhan Pras yang akan makan malam, malam ini.


Bahkan gadis itu tidak membiarkan Alina menyentuh apa yang akan digunakan oleh Pras. Baik itu alat makan dan juga makanan yang akan di santap oleh ayah dari satu orang anak itu.


"Silahkan Mas, dimakan makanan nya," ucap nya setelah selesai menyajikan menu makan malam untuk Pras didepan pria itu.


Deg


Kedua pasangan pasutri itu kembali di buat tertegun dengan nama panggilan yang disematkan oleh Mala pada Pras saat ini.


Pras tampak menghela nafas panjang sebelum akhirnya bangkit dari duduk nya dan kemudian pergi begitu saja dari meja makan tanpa memperdulikan tatapan bingung yang di layangkan oleh gadis yang bernama Mala itu.


Merasa ada yang aneh dengan situasi malam ini. Namun Alina berusaha menyembunyikan semua kecurigaan nya terhadap Mala.


Dan mencoba bersikap biasa saja meski sejujur nya, Alina begitu merasa tersinggung saat tempat nya di ambil alih.


Pasalnya, dia tidak pernah memberi perintah pada Mala untuk melayani suaminya. Meski Alina nyonya rumah, namun tetap saja. Untuk urusan Pras dan putrinya Alesya, Alina akan turun tangan sendiri.


"Kenapa dengan Mas Pras non? Kok dia tidak makan?" tanya Mala seolah olah apa yang dia lakukan bukanlah masalah besar.


Alina menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab dengan sebuah kebohongan, agar tidak menyinggung gadis itu.


"Maaf ya Mala, mungkin Mas Pras masih belum mau makan. Dan kalau bisa, untuk besok biarkan saya yang melakukan tugas menyiapkan segala kebutuhan Mas Pras. Mas Pras sangat tidak suka jika kebutuhan nya di siapkan oleh orang lain. Tapi sebelum nya, saya sangat berterima kasih karena kamu mau membantu saya menyiapkan makan malam ini. Tapi besok, saya harap tolong jangan ya, biar saya saja. Kamu makan lah, lalu istirahat. Besok ikut saya ke butik Mama," jelas Alina langsung beranjak menyusul suaminya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar.


"Mas," lirih Alina Saat memasuki kamarnya dan melihat jika suaminya Tengah duduk di bibir ranjang dengan wajah yang ditekuk.


"Kenapa? kok cemberut gitu? katanya tadi lapar kok nggak jadi makannya?" tanya Alina lagi dengan sedikit nada yang menggoda.


"Apa-apaan Gadis itu, seenaknya saja menyentuh barang yang akan aku gunakan. Terus, bagaimana mungkin dia bisa lancang begitu dengan memanggilku 'Mas'? Menyebalkan sekali," gerutu Pras saat mengingat kembali apa yang dilakukan oleh Mala beberapa saat yang lalu.


Di mana gadis itu Tengah menyiapkan segala sesuatu yang Pras dibutuhkan untuk makan malam, belum lagi dengan sebutan yang digunakan oleh Mala saat memanggil nya.


"Mungkin dia nggak tahu kalau Mas di paling tidak suka kebutuhan Mas disiapkan oleh orang lain," Jawab Alina.

__ADS_1


"Apa kamu tidak pernah berbicara dengannya masalah ini? kenapa dia lancang sekali?" ucap Pras lagi yang tidak berhenti menggerutu.


"Iya, maaf aku lupa. Udah dong jangan cemberut terus nanti gantengnya hilang loh. Dan kalau gantengnya hilang aku bisa cari lelaki yang lebih muda dan lebih ganteng,"


"Apa kamu bilang? Awas saja kalau itu kamu lakukan,"


"Habis Mas cemberut terus, jelek tahu. Aku suka laki laki yang ganteng nya maksimal,"


"Jadi, maksudmu aku tidak ganteng gitu?"


"Ganteng, ganteng banget malah. Sampai sampai aku insecure kalau lagi jalan dengan Mas, tapi Mas jelek kalau lagi marah. Jadi, senyum dong biar gantengnya kembali maksimal."


"Hey, sejak kapan kamu suka menggombal seperti ini, hhmm?"


"Sejak aku jatuh cinta dengan pria bernama Prasetyo Wiratama. Walau dia Kakak iparku, tapi tidak apa apa kan? Kalau aku jatuh cinta sama dia, kan sudah jadi suami," ucap Alina membelitkan tangan nya di perut berotot milik Pras.


Sungguh, Pras di buat berbunga bunga dengan gombalan receh yang dibuat oleh Alina saat ini. Pras pun akhirnya luluh dan membalas pelukan dari istrinya itu.


"Kamu nakal sekali sayang, jangan salahkan aku jika saat ini juga aku akan memangsamu,"


"Siapa takut, aku milikmu," bisik Alina lagi kian menggoda dengan bisikan seksi nya.


Pras menghisap dan ******* habis bibir Alina tanpa memberikan celah sedikit pun untuk gadis itu untuk melepaskan diri dari sergapan nya.


Alina sendiri hanya bisa memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan lembut yang di berikan oleh Pras di tubuh mulus nya.


Dan tanpa kedua nya sadari, jika sejak tadi ada sepasang mata yang tengah menatap penuh dengan rasa iri pada keduanya yang tengah bermesraan itu.


"Tunggu, pintu nya belum di kunci Mas," lirih Alina disela nafas nya yang memburu, mencoba menghentikan gerakan tangan Pras yang akan membuka dress tidur yang tengah Alina kenakan malam ini.


Menyadari hal itu, Pas pun langsung bangkit dan segera menuju ke arah pintu, lalu menutup pintu yang tidak tertutup sempurna itu mejadi semakin rapat lalu mengunci nya.


Setelah menutup pintu itu, Pras pun kembali lagi ke ranjang untuk melanjutkan aktifitas panas nya dengan sang istri yang sempat terjeda karena masalah pintu yang belum di kunci.


*

__ADS_1


*


Keesokan harinya...


Seperti biasa, Alina terbangun saat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi. Alina merasakan jika tubuh nya terasa berat dan tertindih sesuatu.


Alina tersenyum senang saat melihat jika yang menindih tubuh nya itu ternyata adalah lengan kekar dari suaminya.


Alina pun segera membalikkan tubuhnya menjadi menghadap ke arah Pras yang masih tertidur lelap di samping nya.


Alina mengulurkan tangan nya, membelai lembut wajah tampan sang suami yang masih memejamkan matanya.


"Mengganggu orang tidur, apa sudah jadi hobi dari istriku ini, hhmm?" ucap Pras dengan suara yang serak dan juga berat, khas orang baru bangun dari tidur nya.


Alina sendiri hanya bisa tersenyum saat melihat jika suaminya itu kini sudah terbangun karena ulah nya yang mengganggu waktu tidur dari sang suami.


"Habis Mas ganteng banget kalau lagi tidur, seksi," jawab Alina dengan berbisik seksi ditelinga Pras.


Hingga membuat sesuatu dibawah sana kembali bereaksi setelah mendengar suara Alina yang setengah mendesah itu. Dan itu membuat Pras kembali berhasrat di pagi hari.


"Sial," umpat nya yang langsung kembali menyerang tubuh polos istrinya.


Alina sendiri hanya bisa pasrah menerima serangan fajar yang di lakukan oleh suaminya saat ini.


Toh semua itu terjadi karena ulahnya sendiri yang sudah nekad menggoda Pras di saat senjata tumpul milik Pras masih konek dengan hal itu.


Keduanya pun kembali menikmati manis nya madu pernikahan. Memulai hari dengan peluh penuh penyemangat setelah mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.


Dan tanpa mereka tahu, jika di luar kamar tengah ada seseorang yang sedang menunggu mereka berdua kelar kamar dengan tidak sabar nya.


"Kenapa mereka belum keluar kamar juga?" gumam nya yang tidak sengaja didengar oleh Mbok Ijah.


"Mereka? Mereka siapa? Kamu tengah menunggu seseorang ya?" tanya Mbok Ijah saat mendengar gumaman dari Mala.


"Hah, ah ti_tidak. Lupakan, aku hanya bergumam saja," jawab nya terbata karena gugup, terciduk tengah bergumam di depan Mbok Ijah.

__ADS_1


*


*****


__ADS_2