Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 14


__ADS_3

Seorang laki laki dewasa duduk disofa singel disalah satu ruangan yg ada dirumah sakit Intan Medika. Laki laki itu menatap dingin para bodyguard yg ia suruh menjaga ruangan istri kecilnya.


" Katakan dimana dia ?" Tanyanya terlampau dingin. Ia akan mendengar penjelasan para bodyguard payah didepannya ini lalu memberi mereka pelajaran tambahan.


Dengan suara bergetar menahan gugup, salah satu dari mereka angkat bicara.


" Ka...kami ti...tidak tau T...Tuan Muda "


" Bagaimana bisa ?" tanya laki laki itu tanpa merubah nada bicaranya.


" Ka..kami dihajar o..oleh Nyo..nyonya muda hingga ta...tak sa...sadarkan di...diri " Jika diberi pilihan mereka lebih memilih membersihkan kandang buaya dari pada berhadapan dengan raja singa.


" Tuan " Rafa selaku asisten yg selalu ada untuk Tuannya datang dan membisikkan sesuatu.


Sudah tertebak siapa laki laki itu? yap Varo dimana ada Rafa disana pasti Varo.


" Gadis nakal " Seringainya.


" Berangkat sekarang " titah dari sang Tuan Muda membuat Rafa mengangguk dan menjalankan perintahnya.

__ADS_1


" Bagaimana dengan Nyonya ? " tanya Rafa hati hati agar wajahnya tetap aman.


" Dia sudah sembuh . Ku rasa dia bisa menjaga dirinya sendiri mengingat apa yg kau katakan tadi " Rafa mengangguk mengerti.


Varo dan Rafa meninggalkan RS dan melaju menuju bandara untuk berangkat ke London.


...****...


Setelah pulang dari mansion Kakeknya , Sofia langsung berbaring lelah disofa ruang tamu rumahnya. Memberi orang lain pelajaran memang sungguh melelahkan. Terbukti dengan dirinya yg merasa tenaganya sudah habis.


" Clara sialan " umpatnya pelan. " Gue bunuh lo " . Dirinya seketika menjadi kesal ketika mengingat wajah mak lampir seperti Clara.


Ketika mendengar ucapan sang pelayan Sofia dengan cepat duduk dari pembaringannya seraya memastikan bahwa pendengarannya tidak salah.


" Serius? " tanyanya memastikan apakah ia tak salah dengar. Pelayan itu mengangguk, melihat respon dari pelayan didepannya Sofia langsung berteriak kegirangan.


" Yes akhirnya si balok es pergi juga. " teriaknya senang. Ia berterima kasih pada pelayan yg memberinya informasi penting . Pelayan itu menatap bengong Nyonya nya yg terlihat bersemangat setelah mendengar ucapannya.


Sofia berlari menuju kamarnya dan berteriak dengan senang.

__ADS_1


" Akhirnya gue gak harus liat wajah jeleknya."


Ini benar benar berita yg menggembirakan baginya. Satu minggu tinggal bersama Varo membuat pergerakannya terbatas karena Varo yg posesif tapi tidak mau mengakuinya.


" Selama dia pergi gue bisa pastiin apakah gue benar benar cinta atau hanya sekedar rasa nyaman." tekadnya.


Dirinya pernah mendengar jika kita mencintai seseorang maka kita akan merasa kehilangan disaat orang itu pergi jauh dari kita. Namun entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak akan kepergian suaminya itu.


" Tapi kenapa gue ngerasa kepergiannya ada maksud tertentu " Dengan cepat dirinya menggeleng menghalau segala pikiran buruknya.


" Bodo amat lah. Gak peduli gue yg penting sekarang gue bebas " ucapnya semangat.


...****...


1 minggu telah berlalu dari hari kepergian Varo ke London dan selama itu juga Sofia berusaha meyakinkan hatinya apakah ia memang sudah mencintai suaminya.


1 minggu Varo pergi tanpa memberi kabar padanya. Apakah laki laki itu lupa jika dirinya sudah punya istri ? ataukah sudah punya yg baru ? semua pertanyaan itu berkumpul memenuhi pikirannya.


Feeling nya mengatakan jika ia akan mendapatkan kejutan besar dari kepulangan suaminya. Jika kejutan itu adalah madunya lihat saja laki laki itu tak akan selamat darinya .

__ADS_1


__ADS_2