Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 49


__ADS_3

Tira mengeram marah dan meninggalkan perusahaan Varo. Ia mengumpat Sofia karena sudah berani mengambil Varo dari nya.


" Cari tau tentang wanita yg menjadi istri, Varo sekarang." Perintah Tira pada pria yg duduk di kursi kemudi.


" Baik Nona." Pria itu langsung mengotak atik laptopnya dan mencari data tentang istri dari seorang penguasa Kaivaro Rayder.


" Wanita itu bernama Sofia Aileen Clayde. Dia adalah anak bungsu dari Tuan Haris Dirgantara dan Nyonya Balqis Ailee. Dia adalah cucu kesayangan keluarga Aileen dan Dirgantara sekaligus keturunan terakhir dan pewaris tunggal keluarga Clayde." Jelas Pria tadi ketika mendapatkan informasi tentang sofia.


" Dalam waktu belakangan ini. Ia sudah mengusir istri kedua tuan Haris dan juga putri tirinya. Saat ini wanita itu sedang dirawat dirumah sakit karena kecelakaan dan akan di penjara esok hari bersama ibu, ayah, dan kakaknya."


Tira mendengar dengan seksama penjelasan dari Asistennya. Ia terkejut ketika mendengar identitas keseluruhan tentang Sofia. Sungguh wanita terhormat pikirnya. Tapi ia tak peduli karena wanita itu sudah merebut miliknya maka ia akan memberi pelajaran untuk wanita itu.


" Apa ada hal lain, Agas?" tanya Tira.


" Tidak Nona." Tira mengangguk ia perlu memikirkan sebuah rencana untuk menjatuhkan Sofia atau bahkan melenyapkannya.


" Jalan." Agas mengangguk dan mereka meninggalkan kawasan perusahaan.


Sedangkan diruangan Varo, Sofia sedang melampiaskan kekesalannya. Dan Varo hanya bisa diam tanpa berani menghentikan istrinya.


" Dasar nenek lampir."


" Berani banget di natap gue kayak tadi."

__ADS_1


" Pengen gue robek wajah sok cantiknya."


Sofia yg merasa sudah lelah akhirnya diam dan memejamkan matanya. Varo yg melihat istrinya diam langsung menghampiri istrinya dan mendapati jika istrinya malah tertidur ketika sudah lelah mengoceh.


Varo memindahkan tubuh istri kecilnya kekamar pribadi di ruangannya dan membaringkan nya dengan hati hati agar istrinya tidak terbangun.


" Tidur yg nyenyak, Baby."


Cup


Varo menutup pintu kamarnya dan melanjutkan pekerjaannya. Makan? ia merasa tidak lapar untuk sekarang jadi ia akan menunggu istrinya bangun untuk makan bersama.


.....


" Kita sudah sampai Tuan Muda." kata Leo.


" Mari Tuan Muda." Leo memandu jalan mereka untuk sampai di mobil hitam mewah yg ditugaskan untuk menjemput mereka.


" Apa ada kabar terbaru, Leo?"


" Saat ini tidak ada Tuan."


" Apa ada yg tau kedatangan ku, ke negara ini?"

__ADS_1


" Tidak, Tuan Muda." Pria itu mengangguk dan membuka layar ponselnya yg dimana disana terpampang jelas wajah seorang wanita cantik yg sedang tersenyum.


" Sungguh manis." ucapnya di iringi tawa ringan.


" Apakah dia menjalankan tugasnya?" kali ini Pria itu berbicara dingin.


" Sesuai perintah anda Tuan Muda."


....


Hari sudah beranjak sore. Varo dan Sofia baru saja menyelesaikan acara makan mereka di salah satu restoran terkenal.


" Sofia." Sofia yg merasa namanya dipanggil langsung menoleh ke asal suara. Dan ja mendapati Amber yg berjalan mendekatinya dengan wajah panik.


" Kenapa?" Amber terdiam dan melirik kearah Varo. Sofia yg mengerti pun lantas mengangguk. " Tak apa." Amber mengangguk dan menarik kursi disamping untuk ia duduki.


" Dia bergerak." Sofia langsung menatap serius Amber dengan Varo yg hanya menjadi pendengar sekaligus penonton saja.


" Setelah Putrinya sadar ia bergerak menyerang anak buah Paman Deka hingga terluka parah."


" Apa motifnya?"


" Tak ada yg tau. Yg jelas kata mereka Dia seperti memancing dirimu untuk keluar." Sofia mengangguk mengerti. Ternyata musuh sesungguhnya sudah mulai bertindak.

__ADS_1


Varo yg menjadi pendengar mengernyit heran. Ia tentu tau siapa yg dibicarakan oleh kedua wanita didepannya. Tapi kenapa Rio memancing Istrinya seolah sedang mengincar nyawa istrinya.


Varo rasa ada yg tidak beres. Diam diam Varo mengirim pesan kepada Rafa untuk mencari sesuatu yg sedang ia curigai. Tak akan ia biarkan siapa pun melukai istri kecilnya.


__ADS_2