Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 19


__ADS_3

Suara langkah kaki yg tergesa gesa bergema jelas disebuah lorong dengan diiringi wajah panik seorang laki laki.


"Tuan Muda Nona masuk Rs" ucap Rafa saat setelah ia membuka pintu ruangan Varo. Varo yg mendengar ucapan Rafa langsung berdiri dan berlari menuju mobilnya. Memacu kuda besi itu dengan kecepatan tinggi , jantungnya berdetak kencang kala mendengar jika istri kecilnya masuk Rs.


Ia tidak memperdulikan perkerjaannya yg ia tinggalkan toh ia juga tak akan bangkrut hanya karena tak bekerja satu hari saja. Yg pasti pikirannya saat ini dipenuhi dengan bayangan Sofia.


" Kamu harus kuat Baby" ucap Varo dengan cemas.


Namun perjalanan menuju rumah sakit tak semulus perkiraannya meskipun hari sudah tergolong sangat larut namun entah kenapa seakan tuhan tak merestui dirinya bertemu dengan sang istri didepannya saat ini sedang terjadi kecelakaan dan hal itu membuat perjalannya terhambat.


Dret


Deringan ponsel dari saku celananya terdengar ditengah kegelisahannya tertera nama Rafa disana , Varo menekan ikon hijau dan mendekatkan benda pipih itu ketelinganya.


" Nona berada dirumah sakit Mahesa ruangan Lili no 1 Tuan muda " ucap Rafa.


"****" umpat Varo ia hampir lupa menanyakan rumah sakit keberadaan istrinya akibat terlalu panik. Varo mengklakson mobilnya dengan keras dan menerebos garis polisi didepannya ia tidak peduli jika setelah ini dirinya akan dipanggil oleh pihak kepolisian akibat melanggar hukum yg ia pedulikan saat ini hanyalah keadaan istrinya.


...****...


Sofia sudah sadar dari 15 menit yg lalu. Seperti dugaan Arga Sofia memang sudah sadar namun jiwanya seakan hilang. Tatapan mata kosong dan bibir pucat membuatnya seperti mayat hidup.


" Sofia " panggil Amber lembut. Sofia menoleh sebentar lalu kembali menatap kearah lain. "Pergi " suara lemah Sofia terdengar digendang telinga mereka.


Alanda sudah menangis dipelukan Suaminya kala melihat menantu kesayangannya seperti tak ada semangat hidup.


" Sofia " panggil Aulia lembut.


" PERGI BRENGSEK " teriak Sofia. Semua orang terlonjak kaget kala mendengar suara teriakan yg sangat kasar ditelinga mereka.

__ADS_1


Joan menatap sedih cucunya kenapa, kenapa hal ini harus terjadi lagi batinnya. Joan memberi isyarat agar mereka semua keluar dari ruang rawat Sofia.


Setelah semua orang keluar air mata Sofia merembes keluar dari pelupuk mata indahnya . ARGH Sofia berteriak dengan menutup mulutnya agar tak ada yg mendengarnya.


Sedangkan diluar ruangan Arga menatap dingin dua orang paruh baya didepannya.


" Maaf Kak " lirih Alanda. Ia tau jika saat ini Arga sedang menahan amarahnya karena ulah putra sulungnya.


" Apa ini bukti dari janji kalian ? " suara dingin Arga menyapu indra pendengaran mereka.


" Maaf Bang tapi saat ini situasinya sedang genting " jawab Dave . Arga tertawa pelan mendengar ucapan Dave.


" Kami akan membawa Sofia pergi " tegas Joan . Sepasang suami istri itu terkejut mendengar keputusan dari kepala keluarga Aileen itu.


" Aku mohon jangan bawa Sofia pergi Pa " mohon Alanda. Joan tak bergeming sedikitpun keputusannya sudah mutlak dan tak bisa diganggu gugat lagi.


Suara langkah kaki seorang laki laki membuat semua orang mengalihkan pandangan kearah laki laki itu.


Satu pukulan mendarat sempurna diwajah tampan laki laki itu hingga membuatnya jatuh tersungkur kelantai.


" Bedebah " umpat Arga memandangi Varo.


Arga memukul wajah Varo tepat saat melihat laki laki itu mendekat kearah mereka.


" **** " lirih Varo menatap tajam Arga. Jika semua orang akan takut jika melihat tatapan mengintimidasi Arga lain halnya dengan Varo ia malah balik menatap tajam Arga.


" Minggir " ucapnya dingin kala langkahnya dihadang oleh Amber. Amber yg baru datang setelah tangannya ditarik oleh Satya langsung menghadang langkah Varo kala laki laki itu hendak masuk keruangan Sofia.


" Setelah apa yg kau lakukan kepadanya? apa kau gila ?" sinis Amber.

__ADS_1


" Minggir atau anda yg akan menggantikannya berbaring disana " tekan Varo dingin bahkan sangat dingin.


Aulia menarik tangan Amber menjauh dari Varo. Ia tau ucapan laki laki tampan itu tak main main terbukti dari sorot matanya.


Prang


Suara benda jatuh dari dalam ruang rawat Sofia membuat Varo mendobrak kasar pintu didepannya.


" STOP " teriak Varo kala melihat Sofia yg hendak melukai pergelangan tangannya.


"Buang benda itu !! " bukannya menurut Sofia malah semakin nekat melukai pergelangan tangannya hingga darah segar mengalir dikulit lembutnya.


Dengan cepat Varo membuang serpihan kaca yg telah melukai kulit istrinya dan memeluknya erat.


"Jangan lukai diri kamu sendiri " ucap Varo lembut seraya mengusap lembut punggung istrinya.


Arga menatap datar pemandangan didepannya tapi berbeda dengan Alanda dan Aulia yg menangis kala melihat apa yg telah dilakukan putri mereka.


Dengan kasar Sofia mendorong tubuh Varo hingga pelukan mereka terlepas. Dada Varo menjadi sesak kala melihat istri kecilnya menatap benci dirinya.


" Penghianat " lirih Sofia.


" Kenapa...KENAPA HARUS DIA " teriak Sofia menatap tajam Varo.


"KENAPA HARUS MUSUH GUE KAIVARO RAYDER " tangis Sofia pecah kala mengingat jika laki laki yg berstatus suaminya saat ini telah bertunangan dengan wanita lain yg mana wanita itu adalah musuhnya sendiri.


" GUE BENCI LO " tunjuk Sofia tepat diwajah Varo.


" GUE BENCI KALIAN SEMUA " kali ini Sofia menunjuk semua orang . " Penghianat... KALIAN SEMUA PENGHIANAT " .

__ADS_1


" KENAPA KALIAN MEMBAWAKU MASUK KEDALAM JURANG YG PALING DALAM HINGGA AKU SULIT UNTUK KELUAR "


" Hiks kenapa ...kenapa kalian melakukan ini semua ". Varo kembali memeluk erat Sofia meskipun harus mendapatkan cakaran dan gigitan dari istrinya. Ia tak peduli yg penting saat ini ia harus menenangkan istrinya .


__ADS_2