Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 25


__ADS_3

Prang


Nilam terperanjat dari kasurnya ketika kaca jendela kamarnya pecah. Dengan langkah kecil Nilam mengambil sebuah kotak yg membuat kaca jendela kamarnya pecah.


Aaaaa


Tangan Nilam bergetar ketika melihat apa yg ada didalam kotak. Bangkai tikus dengan kepala dan kaki yg terpisah dengan disertai sebuah kalimat Mati lebih baik untuk parasit yg ditulis dengan darah diatas kertas.


Lea yg lewat didepan kamar putrinya, kaget kala mendengar teriakan keras dari dalam kamar. Lea membulatkan matanya kala melihat putrinya meringkuk dipojok kamar dengan tubuh bergetar ketakutan.


" Nilam." panggilnya lembut. " Kenapa sayang ?". Nilam yg melihat Lea berdiri didepannya dengan cepat memeluk erat Lea.


Lea membalas pelukan putrinya dan menenangkannya. Matanya mengedar ke seluruh ruangan dan berhenti di kaca jendela kamar yg pecah.


"Kenapa kacanya pecah?." tanya Lea.


Tubuh Nilam bergetar kala mendengar kata itu. " Ti.....tikus Ma " ucapnya bergetar seraya menangis.


Lea mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan putrinya. Baru saja ia ingin bertanya lebih lanjut, ucapannya harus terpotong kala Suami dan Putranya masuk kedalam kamar.


" Ada apa ini ?" tanya Haris yg melihat Nilam memeluk erat istrinya.


Sky yg melihat kaca jendela kamar adiknya pecah, melangkah kearah jendela namun langkahnya terhenti kala kakinya tak sengaja menginjak sesuatu.


" Ti...tikus " kagetnya dan dengan cepat membuangnya keluar jendela.


Kilatan petir yg menerangi kamar itu menambah kesan horor. Tulisan di jendela kamar membuat tubuh Sky menegang I'm back and your playtime is up.


Sky terperanjat kala bahunya ditepuk oleh Ayahnya dari belakang.


" Kenapa ?" tanya Haris. Sky menunjuk kearah jendela yg terdapat tulisan berwarna merah. Tubuh Haris tak kalah menegangnya dengan sang putra.


" Dia kembali." lirih Sky .


" Teror itu akan selalu menghampiri kita sampai dia turun tangan sendiri." Haris menatap sendu keluarganya terlebih pada Nilam putrinya yg masih ketakutan di pelukan istrinya.


" Temui dia !! hanya itu jalan jalan satu satunya ." putus Haris.


...****...

__ADS_1


Hari ini Sofia bersama dengan Deka dalam perjalanan menuju perusahaan Clayde, Perusahaan milik Sofia yg diwarisi oleh Mamanya.


" Siapkan semua berkasnya." ucap Sofia kala mereka sudah sampai diloby perusahaan.


Perlu diketahui bahwa pewaris sesungguhnya dari keluarga Clayde tak ada yg mengetahuinya. Yg khalayak ramai tau pemilik perusahaan ini yg dulu yg tak lain Mama Sofia hanya mempunyai seorang putra. Namun setelah kematian Mamanya, rumor menyebar bahwa Mamanya memiliki seorang putri yg membuat para musuh dari Mamanya dengan gencar mencari keberadaannya.


Kedatangan Sofia kali ini bersama Deka, tangan kanan Mamanya membuat orang orang bingung.


Ruangan yg digunakan untuk rapat bagi para petinggi perusahaan mendadak hening kala seorang gadis cantik duduk di kursi khusus CEO.


" Sebelumnya terima kasih atas waktunya untuk petinggi perusahaan yg sudah meluangkan waktunya untuk pertemuan kali ini. " ucap Deka memulai acara pertemuan itu.


" Pertemuan kali ini Saya akan membahas tentang keuangan perusahaan dan proyek besar yg sedang kita kerjakan." jelas Deka.


Seorang petinggi mengangkat tangannya.


" Bukankah pembahasan kali ini tidak memperbolehkan orang luar mengetahuinya Tuan ?." Ucapnya menyindir Sofia.


Sofia yg disindir hanya menatap datar seolah olah sindiran itu tidak mempengaruhinya.


" Maaf Tuan Thomas tapi tidak ada orang luar diluar ruangan ini."


" Lanjutkan." Tekan Sofia dengan suara dinginnya membuat mereka semua menelan ludah dengan susah.


Deka mengangguk dan kembali melanjutkan ucapannya.


20 menit bagi Deka untuk menejelaskan semuanya mulai dari yg umum hingga yg paling penting.


" Ada yg ingin menyanggah ?" tanya Deka memberi kesempatan pada mereka.


" Kenapa proyek itu harus berpindah tempat ?" tanya petinggi yg sudah berumur.


" Apa kau ingin perusahaan ku merugi Tuan ?" Pertanyaan dari Sofia membuat pria itu menelan ludahnya kasar.


Sofia berdiri dari duduknya, menatap satu persatu jajaran petinggi yg ada didalam diruangan.


" Apa begini cara kerja para petinggi perusahaan?" tanya Sofia.


Eko menatap sinis Sofia. " Siapa anda berhak untuk mengomentari cara kerja kami ?" Ucapnya tak suka akan kehadiran Sofia.

__ADS_1


Prok prok prok


Sofia menepuk tangannya tiga kali seraya mengangguk. " Saya pemilik perusahaan ini sekaligus pewaris keluarga Clayde ." Perkataan Sofia membuat tubuh mereka menegang dan serentak mereka semua berdiri dan menunduk hormat kepada Sofia.


Sofia tersenyum miring melihat respon mereka.


" Maaf atas ketidak sopanan saya Nona Muda". ucap Eko menyesali perbuatannya.


Tentu mereka percaya dengan ucapan Sofia karena tidak ada yg berani menyebut nama keluarga itu secara langsung apalagi mengakui bahwa dirinya adalah keturunan dari keluarga berdarah biru itu. Sebab siapa pun yg dengan sengaja mengakuinya tanpa persetujuan dari pewaris asli maka akan mendapatkan mala petaka.


" Duduk!!" Perintah Sofia dingin.


" Apa kalian bodoh? lokasi untuk proyek dibangun ditempat yg rawan akan longsor, apa kalian semua sudah bosan hidup. " sarkas Sofia, tak ada yg berani menjawab mereka semua hanya menunduk tak berani menatap sang Nona Muda.


Brak


Sofia melempar sebuah berkas keatas meja dengan kasar. " Pengeluaran perusahaan selama dua bulan terakhir tidak sesuai dengan penerimaan.Ada yg busa menjelaskan ?" Tanya Sofia dingin.


" Tuan Thomas ." panggil Sofia.


Thomas yg namanya dipanggil dengan cepat berlutut dilantai seraya menunduk dengan tubuh yg ketakutan.


Sofia hanya menatap datar pria paruh baya itu. " Seret dia keluar dan beri hukuman sesuai dengan aturan keluarga Clayde. " Ucapan Sofia membuat Thomas membulatkan matanya tak percaya. Semua orang tau bagaimana kejamnya aturan keluarga itu bagi orang luar.


" Tidak Nona Muda "


" Saya mohon jangan hukum saya non muda. Saya minta maaf Nona Muda."


" Beri saya kesempatan Nona Muda."


" Nona .Nona Muda. " Teriak Thomas memohon kala tubuhnya diseret keluar dengan kasar.


Suasana didalam ruangan semakin mencekam kala Sofia berujar dengan suara yg terlampau dingin.


" Penanggung jawab untuk proyek ini akan diganti. Jika ada yg tidak setuju silahkan angkat tangan!!"


" Kami setuju Nona Muda ." ucap mereka serentak.


" Jangan bermain main di wilayah ku jika tak ingin hidup kalian menderita." tekan Sofia lalu meninggalkan ruangan rapat dengan aura mencekam.

__ADS_1


__ADS_2