Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 60


__ADS_3

" Serius Lo bebasin mereka gitu aja? " Ujar Amber merasa tak percaya akan apa yg baru saja ia dengar.


Bisa bisanya Sofia membebaskan para bajingan itu setelah apa yg mereka lakukan. Ia heran kenapa Sofia bisa sebaik ini. Entah terbuat dari apa hati wanita itu. Ataukah otaknya tertukar dengan ikan?


" Otak Lo ketinggalan kayaknya. " Decak Amber kala Sofia mengangguki pertanyaannya.


" Gue mau berdamai dengan semuanya. " Ucap Sofia sembari menatap kearah luar dinding kaca kantor tempat Amber berkerja.


" Tapi itu gak mudah Sofia. Gue tau seberapa terpuruk nya Lo akan masalah itu. Gue gak mau hal dulu terulang lagi. " Ucap Amber.


Sofia tersenyum mendengar ucapan Amber sahabatnya. " Semua itu memang berat bahkan sangat mustahil untuk dilupakan. Hanya saja Gue ingin hidup tenang mulai sekarang. Hidup tanpa ada bayangan masa lalu yg selalu menghantuiku setiap malam. "


Amber mengangguk. Ia mengerti apa yg Sofia rasakan, sebab ia tau betul seperti apa Sofia. Dan ia paham hidup tenang seperti apa yg Sofia Inginkan.


" Jika keputusan Lo udah bulat, Gue cuman bisa dukung. Mari memulai kembali dengan kisah yg lebih mengesankan. " Amber tersenyum menatap kearah Sofia yg juga tersenyum kearahnya.


" Jaga diri Lo baik baik, Am. Gue gak bisa lagi ada disamping Lo. " Ucap Sofia dalam pelukan Amber.


" Kayak yg mau pergi jauh aja, Lo. " Sofia tertawa mendengar penuturan sahabatnya.


" Kita akan terus sama sama. Lo cukup diam biar Gue yg ngelindungin Lo. Kita kan udah janji buat sama sama terus. " Amber memeluk erat tubuh dalam pelukannya saat ini.


Entah kenapa ia merasa tubuh ini akan segera menghilang dari dekapannya. Ia tidak tau perasaan apa ini hanya saja ia merasa Sofia akan pergi jauh darinya hingga sulit untuk ia peluk kembali.


...


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam namun Varo masih sibuk dengan berkas berkasnya. Dengan ditemani secangkir kopi Varo nampak masih pokus melanjutkan pekerjaannya sampai suara deringan ponselnya membuat pokus nya terganggu.

__ADS_1


" Hallo? "


" Gak usah pulang sekalian!! Tidur aja dikantor nanti aku bawa baju sama selimutnya biar gak usah pulang. "


Varo kaget ketika mendengar omelan Istri kecilnya. Ia tadi memang tidak melihat siapa yg menelpon dirinya.


Varo masih diam mendengar semua omelan Istri kecilnya. Dan disela sela itu ia tertawa pelan ketika membayangkan bibir mungil Istrinya mengoceh tiada henti.


" Kamu ini ya. Kan udah dibilangin jangan gila kerja. Kayak gak punya istri aja pulang seenak jidatnya. "


" Iya sayang. " Jawab Varo lembut.


" Kalo dalam 10 menit kamu belum berdiri di hadapan aku. Kamu tidur diluar dan gak dapet jatah selama 1 minggu. "


Varo melotot ketika mendengar ancaman istrinya. Bisa gila ia jika harus berpuasa selama 1 minggu. Dengan gerakan secepat kilat Varo menyambar jasnya dan melaju kencang dengan mobilnya. Untung jalanan saat ini tidak begitu ramai hingga ia bisa sampai rumah sebelum 10 menit.


" Ingat juga arah jalan pulang? Kirain udah lupa punya rumah. " Cibir Sofia dengan menatap sinis suaminya.


" Maaf Ai. Aku lagi ngecek berkas tadi. " Jawab Varo beralasan. Sofia memutar bola matanya ketika mendengar alasan suaminya.


Ia sudah hapal dengan alasan Varo. Bahkan semua alasan Varo sudah ia hapal diluar kepala.


" Iki ligi nyicik birkis. Gak ada alasan lain apa?"


Sungut Sofia kesal.


" Gak ada. " Dan dengan polosnya Varo menggeleng dan hal itu membuat Sofia gemas. Ingin sekali rasanya ia mencakar wajah tampan suaminya ini.

__ADS_1


" Jangan ngelunjak kalo dibilangin. Udah dibilang pulang sebelum jam 6 nanti lanjut dirumah. Kamu malah pulang jam 7 malam, ngapain aja kamu jam segini baru pulang. Selingkuh ya kamu sama si Tira. " Tuduh Sofia dengan menarik telinga Varo dan membawanya masuk kedalam rumah.


Hal itu disaksikan oleh semua pekerja di mansion mereka. Mereka hanya bisa tertawa seraya menggelengkan kepala melihat tingkah dua pasutri itu.


" Aku gak ngelunjak ya. Siapa juga yg selingkuh. Gak ada ya. " Bela Varo tak terima jika ia dituduh selingkuh. Dan lagi perasaan ia tak berbicara yg bersifat melunjak dari tadi.


" Aduh, duh!! Sakit Ai. Kuping nya jangan ditarik. " Varo yakin jika setelah ini telinganya akan memerah.


Bukannya melepas tarikan nya Sofia malah semakin menarik kencang telinga Suaminya hingga Varo menjerit kesakitan.


" Argh!! Ai sakit. Malu diliatin orang lain. "


" Malu apa ha? Makanya nurut kalo dibilangin." Sentak Sofia menatap kesal suaminya.


Varo mengusap telinganya yg terasa panas setelah tarikan Sofia terlepas. Untung gak putus batin Varo bersyukur.


" Iya gak lagi deh. " Ucap Varo.


Lihatlah Varo yg saat ini sama sekali tak mirip dengan Varo diluar sana. Mana yg katanya Mafia terkejam yg paling ditakuti. Di hadapan Sofia saat ini hanya ada Varo yg lucu seperti anak kucing. Apalagi wajah kesalnya yg sangat imut di mata Sofia.


" Peluk sini. " Sofia merentangkan kedua tangannya dan memeluk erat tubuh kekar suaminya.


Lihatlah wanita ajaib ini padahal baru tadi ia marah marah dan sekarang ia berubah menjadi anak kucing yg menggemaskan.


Varo menghirup aroma tubuh istrinya yg membuatnya candu. Ia mendusel dileher jenjang Sofia hingga membuat Sofia tertawa kecil.


Tangan Sofia terulur untuk mengusap rambut tebal suaminya. Perasaan hangat seketika menghampiri nya kala Varo memeluk erat dirinya. Ia harap pelukan ini akan selalu ia dapatkan. Entah untuk saat ini atau selamanya.

__ADS_1


__ADS_2