Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 34


__ADS_3

Suara langkah kaki tergesa gesa dari seorang pria paruh baya membuat orang orang menatap mereka heran ditambah dengan banyaknya pengawal berseragam hitam yg mengiringi langkah pria paruh baya itu.


" Bagaimana?" tanya pria itu dingin setelah sampai ditempat tujuannya.


" Nona masih kritis Tuan dan belum ada kabar apapun setelahnya." jawab pria yg berjaga didepan ruangan itu.


Pria paruh baya yg tak lain adalah Rio Gerald, ayah dari Vanya Gerald seorang model terkenal yg saat ini sedang kritis akibat kecelakaan.


Rio mengeram marah dengan urat leher yg menonjol dan rahang mengeras. Ia menatap sedih keadaan putrinya yg tubuhnya dipasang berbagai alat agar dirinya tetap bertahan.


Dengan langkah pasti dengan dipenuhi amarah. Ia meninggalkan area Rs dan melaju kencang menuju KR Company bersama para pengawalnya.


Setelah sampai di loby perusahaan, Rio langsung melangkah menuju ruangan CEO, yg tak lain adalah ruangan Varo. Namun langkahnya terhenti kala orang yg dicarinya berjalan tak jauh dengan arah berlawanan.


Dengan membawa amarahnya , ia langsung menerjang Varo. Namun karena kepekaan Varo terhadap sekitar yg sangat tinggi, ia langung menghindar saat bogeman Rio hampir mengenainya.


" KU BUNUH KAU VARO." teriak Rion penuh amarah.


Varo mengangkat alisnya lalu tertawa sinis.


" Jika Anda bisa kenapa tidak." balas Varo santai. " Namum saya rasa anda tidak akan mampu. Menyentuh saya saja anda tidak bisa." ejek Varo namun tetap dengan nada dingin dan wajah datarnya.


" Apa...apa salah putriku hingga kau dengan tega menyakitinya?." Ucap Rio pelan.

__ADS_1


" Jangan libatkan putriku dalam masalah ini. Kau bebas menyakitiku namun tidak dengan putriku."


Varo menatap dingin Rio, orang lain mungkin akan merasa kasian melihat Rio yg memohon untuk putrinya. Namun ini adalah Kaivaro Rayder pria tak berperasaan, ia akan melakukan apa pun agar musuhnya bertekuk lutut dihadapannya . Tapi berbeda lagi jika berhadapan dengan Sofia, istrinya. Ia akan menjadi seperti seekor kucing yg butuh belaian.


" Saya tidak peduli." ujar Varo dingin.


" Anda sudah berani mengusik saya, jadi silahkan terima konsekuensinya."


Rio mengepal erat kedua tangannya dengan rahang mengeras.


" Apa yg kau inginkan dari ku." putusnya. Saat ini ia harus menurunkan egonya demi keselamatan putrinya.


Varo terkekeh mendengar perkataan putus asa Rio. Ini yg paling ia suka. Jika musuhnya sudah merasa putus asa dan tak berdaya dihadapannya.


" Tarik anak buah Anda dari kawasan selatan barat Spanyol."


Lantas untuk apa Varo menyuruhnya untuk menarik pasukan sedangkan dirinya saja tak ada hubungannya dengan Mafia itu. Ataukah ....?


" Persis dengan apa yg anda pikirkan. Saya ada hubungannya dengan Mafia Cruel Darkness."


Rio diam sejenak lalu berkata. " Baik akan saya tarik semuanya. Dan perjanjian kita batal." ucap Rio.


Varo mengangguk menyetujui ucapan Rio. Sepertinya Mereka melupakan satu hal, Varo bukanlah orang yg berbelas kasih kecuali dengan Sofia tentunya. Ia tidak akan melepas mangsanya dengan mudah. Ia melepas Rio kali ini namun dirinya masih mempunyai rencana untuk pria paruh baya itu. Tunggu dan lihat saja.

__ADS_1


...****...


" Udah denger beritanya?" tanya Amber dan dibalas anggukan oleh Sofia.


" Kayaknya orang itu bukan orang sembarangan. Buktinya dia berani mencelakai Vanya yg mana anak seorang pengusaha dan Mafia berpengaruh di Spanyol." Papar Amber.


" Khalayak ramai hanya tau kejadian itu adalah murni kecelakaan namun mereka enggak tau jika kejadian itu adalah pembunuhan berencana." Ungkap Sofia.


" Gue juga dapet kabar jika Rio Gerald datang ke negara ini dan sekarang berada di Rs tempat putrinya dirawat."


Tangan Sofia seketika terkepal mendengar ucapan Amber. Pria itu yg telah membunuh Mamanya.


" Kita gak boleh gegabah. Saat ini para organisasi dunia bawah sedang kacau ditambah para musuh keluarga Clayde sudah mulai bermunculan."


" Gue yakin ada yg ngebocorin informasi lo yg dateng ke perusahaan waktu itu. Saat ini mereka sedang menunggu kebenaran informasi itu sebelum bergerak." jelas Amber.


Sofia tersenyum miring mendengar penjelasan Amber.


" Kalo gitu mari buat informasi itu menjadi nyata." Amber mengernyitkan keningnya tak mengerti.


" Sepertinya ini adalah waktu yg tepat untuk muncul kehadapan publik. Bukankah dengan begitu mereka akan datang dengan sendirinya?" tambah Sofia.


" Dan bisa memancing orang itu untuk menyerang terlebih dahulu." ucap Amber.

__ADS_1


Sofia tersenyum miring membayangkan apa yg akan terjadi ketika dirinya muncul dengan identitas sebagai pewaris utama sekaligus keturunan terakhir keluarga Clayde. Keluarga berdarah biru yg sudah lama tidak muncul kehadapan publik setelah kematian Mamanya. Bahkan berita tentang keluarga itu tak ada yg tahu meskipun mereka sudah menyewa bahkan memiliki ahli hacker terbaik sekalipun.


Dan kali ini pewaris utama akan muncul dengan segala identitas terhormat yang tersemat pada dirinya yg pasti kemunculannya akan menggemparkan dunia.


__ADS_2