
Bugh
Arghh
****
Tubuh Rio tersungkur kala mendapat serangan bertubi tubi dari wanita didepannya. Darah segar merembes keluar dari hidung dan juga bibirnya.
Dengan mengangkat sebelah tangannya sebagai aba aba. Sekitar 50 orang datang dari arah belakang tubuhnya.
" Bukankah kau terlalu lemah hingga membutuhkan bantuan mereka? " Hina Sofia.
" Wanita sialan. Serang!! " Sofia tersenyum remeh. Bukankah pertarungan mereka tidak seimbang 50 orang melawan satu wanita lemah sepertinya.
Sebelum para pria itu bisa menyentuh tubuhnya. Mereka sudah terkapar terlebih dahulu akibat dari ulah pengawal bayangan yg disiapkan oleh suaminya.
Ini baru seimbang 60 orang melawan 50 orang. Sofia tersenyum iblis dan kembali menyerang Rio hingga Pria paruh baya itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya akibat tendangan keras yg dilayangkan oleh Sofia.
Ditengah pertarungan samar samar Sofia dapat melihat keberadaan Asa dan juga Abian yg sudah kembali dari toilet.
" Gawat. " Batin Sofia. Dengan perlahan namun pasti Sofia mendekati salah satu pengawal yg menjaganya dari belakang.
" Bereskan mereka. " Pria itu mengangguk dan segera melindungi Sofia yg akan menghampiri Asa dan juga Abian.
Rio yg melihat gelagat Sofia segera berteriak pada bawahannya.
" HALANGI WANITA ITU. HABISI DIA!! " Sofia dengan cepat berlari menghampiri Asa dan juga Abian lalu menarik tangan Abian yg sedang menggendong Asa.
" Apa yg terjadi? " Tanya Abian kala ia melihat beberapa orang berbaju hitam mengejar mereka.
" Bukan apa apa. Lindungi kepala kalian. "
Dor
Dengan cepat Sofia menutup telinga Asa menggunakan tangannya kala suara tembakan mengenai kaca belakang mobilnya.
" Kak! " Ucap Abian menatap Kakaknya panik. Sofia mengangguk dan segera melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
" Tetap bersama Asa dan lindungi diri kalian. Kakak akan segera kembali. " Sofia mendorong pelan tubuh Abian yg sedang menggendong Asa keluar dari mobil.
" Kakak. " Suara gemetar milik Asa membuat hati Sofia sakit mendengar nya.
" Jadi anak yg patuh, ok. Tetap bersama Abang. " Sofia mengusap pelan kepala bocah 5 tahun itu dan memberi isyarat kepada bawahannya untuk membawa keduanya ke tempat aman.
" Enggak!! Abian mau ikut lindungiin Kakak. " Tolak Abian kala tubuhnya ditarik paksa.
" Kakak! Abian mau ikut. " Abian berusaha memberontak, mencoba melepaskan tarikan pada tubuhnya.
" ABIAN KETUA CAPUNG MERAH, KAK!! " Abian terus memberontak hingga teriakan Kakaknya membuatnya terdiam.
" JANGAN BODOH ABIAN. KAKAK GAK AKAN BIARIN KAMU DALAM BAHAYA. KAKAK SAYANG KAMU SAMA ASA. LINDUNGI ASA UNTUK KAKAK. " Ucapan Sofia membuat Abian terdiam dan menatap tubuh kecil Asa yg memeluk erat lehernya. Dapat ia rasakan jika bocah itu sedang ketakutan.
" LINDUNGI MEREKA DENGAN NYAWA KALIAN. " Titah Sofia pada bawahannya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lebih lama lagi Sofia kembali melesatkan mobilnya untuk memancing musuh agar menjauhi area ramai.
" Bersiaplah. Gue akan sampai sebentar lagi. "
" Semua sudah menempati posisi mereka...Tetap aman Sofia. " Sofia mengangguk meskipun Amber tak dapat melihatnya.
" Jaga keselamatan kalian. " Sofia menutup panggilannya dan membawa musuh ketempat yg sudah mereka rencanakan.
Brak
Sofia berlari cepat seraya menyiapkan amunisi pistolnya. Dengan satu tangan terangkat dan bergerak maju. Ratusan orang muncul dari balik kegelapan dan menyerang musuh yg sudah terpancing.
Sofia sudah menduga semuanya akan terjadi hari ini. Terbukti dengan adanya tanda bahaya dari mata matanya didalam organisasi sampah milik bedebah sialan itu.
Sofia segera menghampiri Amber yg berada diatas bangunan tua memandangi pertempuran di lapangan luas di hadapan mereka.
Rio benar benar mengerahkan semua pasukannya untuk membunuh Sofia. Suara tembakan dan juga pukulan terdengar jelas di telinga kedua wanita itu.
" Bagaimana? " Tanya Sofia.
" Dia datang. " Ucap Amber menunjukkan iPad ditangannya yg tersambung dengan drone yg terbang diatas orang orang yg sedang bertempur. Dapat Sofia lihat dengan jelas wajah penuh amarah milik Rio yg kelimpungan mencari keberadaan dirinya.
Sedangkan disisi lain Varo berteriak pada bawahannya yg tidak becus menjaga istrinya hingga kini Ia tak tau dimana keberadaan Istrinya.
" BODOH, BODOH. " Entah sudah berapa kali ia mengulang kalimat itu dan seakan tak puas ia memukul orang orang yg bertugas menjaga istrinya. Hingga aksinya terhenti ketika salah seorang Pria yg entah muncul dari mana mengatakan dimana keberadaan Istrinya.
" Nona Muda berada di gedung tua dijalan merpati. " Dapat Varo tebak jika pria itu adalah bawahan Istrinya terbukti dengan pria itu yg menyebut Istrinya, Nona Muda.
Dirinya sudah nampak seperti Raja suatu negara besar dengan ribuan pengawal di belakangnya. Mulai dari mobil hitam mewah sampai motor Sport yg tak terhitung harganya mengawal dirinya.
....
Sofia mengusap kasar sudut bibirnya yg berdarah.
" Kau pikir bisa semudah itu melarikan diri? " Sarkas Rio tersenyum senang karena berhasil melukai Sofia.
" Dan kau pikir aku bisa kalah semudah itu? "
Bugh
Bugh
Argh
Dengan pistolnya Sofia menembaki pria yg hendak menembak Amber dari belakang.
Dor
Dor
" Jangan lengah Amber. "
Posisi mereka terpojok saat ini karena mereka hanya berdua dan harus melawan 20 orang pria bertubuh kekar dengan bela diri yg lumayan.
__ADS_1
" Menyerahlah dan serahkan nyawamu. " Sofia menatap tajam Riao yg tersenyum iblis didepannya.
" Tidak semudah itu. Bahkan jika hanya tersisa aku seorang diri. Kau akan tetap mati."
" Kalian sudah terpojok. " Geram Rio mendengar ucapan sombong dari wanita itu.
" Seorang keturunan Clayde tidak akan mati hanya karena 20 orang. " Dengan gerakan tiba tiba Sofia menyerang titik fatal musuh hingga mereka tak sadarkan diri.
Bahkan saking cepat nya mereka tak dapat membalas serangan. Rio yg melihat itu kembali dibuat marah.
" Sialan. "
Dor
Dor
Bugh
Argh
Rio menyerang membabi buta kedua wanita itu hingga membuat kedua wanita itu mendapat luka tembakan.
Namun anehnya, sedari tadi Sofia terus melindungi perutnya. Bahkan ia tanpa sadar memegang perutnya agar tak terkena pukulan ataupun tembakan. Dan hal itu tak disadari oleh siapa pun bahkan dirinya pun tak menyadari hal yg tanpa sadar ia lakukan.
Dor
Satu tembakan terakhir dari Sofia berhasil menembus kening Rio hingga tubuh Pria itu ambruk ke lantai bersamaan dengan tubuh Sofia yg juga ikut meluruh dengan tenaga yg terkuras habis.
" Berhasil ! Kita berhasil, Am. " Lirih Sofia menatap jasad Rio yg tertahan di hadapan nya. Amber mengangguk menahan tangisnya melihat perjuangan Sofia.
" Kau berhasil Sofia. Dendam Tante Bilqis sudah terbalas kan. " Dengan erat Amber memeluk tubuh Sofia yg bergetar.
Semua akhirnya selesai. Tumbangnya Rio juga menjadi tumbangnya para bawahan pria itu. Semua orang bersorak gembira ketika kemenangan di pihak mereka.
Dengan wajah lelah dan penuh luka mereka tersenyum menyambut sang Nona Muda yg telah berhasil memenangkan pertarungan ini.
Sofia tersenyum penuh haru melihat kegigihan dan tekad mereka untuk melindungi dirinya hingga bertaruh nyawa.
" KITA BERHASIL."
" YAAA."
Sofia menatap Amber dan tersenyum.
" Terima kasih udah bertahan. " Ucapnya tulus.
" Terima kasih juga karena udah tetap aman. Ayo Gue obati dulu luka, Lo. " Ucap Amber ketika melihat luka tembakan di lengan wanita itu.
Saat mereka hendak melangkah untuk mengobati luka Sofia. Sebuah suara menghentikan gerakan mereka.
" NONA MUDA. AWAS!!"
Dor
__ADS_1