
Setelah kedatangan sang Mama kali ini giliran Selly yang datang dengan membawa amarahnya kehadapan Varo. Kemana Sofia apakah ia juga akan datang dan menamparnya pikir Varo.
"Tega kamu lakuin ini ke aku Var? " air mata wanita itu sudah keluar sebagai unjuk rasa kekecewaannya.
" Setelah kamu menikahi wanita lain dan sekarang...kamu tunangan dengan orang lain ? aku gak terima Var " ucap Selly.
" Apa yg membuatmu tidak terima?" Varo menatap dingin wanita didepannya.
" Aku orang pertama yg dekat dengan kamu. Kamu harusnya tunangan dan nikah sama aku bukan dengan wanita lain " ucap Selly dengan isakan tangisnya.
" Apa anda yakin? " Varo tertawa pelan mendengar ucapan wanita dihadapannya.
" Saya sudah bosan dengan Anda jadi silahkan angkat kaki dari perusahaan saya " ucap Varo tak berperasaan.
" Egois kamu Var " teriak Selly
" Aku gak terima sampai kapanpun aku gak akan pernah terima. Akan aku buat wanita yg jadi tunanganmu menderita " ucap Selly lalu pergi dengan mengusap kasar air matanya .
" Buatlah dia menderita Selly dengan begitu akan semakin mempermudah rencanaku".
Rafa dibuat tak habis pikir dengan Selly kenapa malah ia yg datang dan menangis karena tidak terima kabar Varo yg bertunangan lalu dimana Sofia? bukankah seharusnya wanita itu yg datang dan menangis karena tak terima? lantas dimana Sofia?.
...****...
Setelah pertemuannya dengan tangan kanan dari mendiang Mamanya Sofia datang kekediaman Dirgantara dengan membawa sebuah berkas ditangannya. Ia datang dengan motor sport kebanggaannya , Suara dari mesin motornya membuat Nilam keluar untuk melihat siapa yg datang.
" Wah ingin membuat keributan disini setelah mendengar suamimu bertunangan dengan orang lain?" ucap seseorang yg tak lain adalah Nilam.
" Seorang anak selir jangan pernah jadi begitu sombong dihadapan anak seorang ratu " ucap Sofia datar.
" Lo ..." Nilam hendak mengangkat tangannya namun terhenti dikala mendengar ucapan Sofia " Anda tentu tau apa yg terjadi dengan Clara terakhir kali " ucap Sofia tertawa pelan. Nilam menatap benci Sofia namun Sofia hanya menatapnya datar.
" Kedatangan saya kesini hanya untuk menemui tuan Haris " ucap Sofia lagi.
" Ada apa Sofia?" ucap Haris yg sudah berdiri dibelakangnya.
" Tepat pada waktunya ini adalah berkas yg anda inginkan tempo hari untuk menyelamatkan perusahaan anda yg hampir bangkrut " ucap Sofia dengan menyerahkan berkas ditangannya.
" Kenapa kamu yg memberikannya?" bingung Haris.
__ADS_1
" Apakah anda berharap suami saya yg memberikannya? Berkas itu bukanlah dari perusahaan KR Company melainkan dari perusahaan Clayde group dengan begitu saya bukanlah barang yg anda tukarkan demi sebuah perusahaan " jelas Sofia.
Haris dibuat terkejut dengan apa yg barusan Sofia katakan apakah putrinya itu tau alasan dibalik pernikahannya.
"Bagaimana dengan rumah tanggamu?" Tanya Haris mengalihkan pembicaraan.
" Anda tidak perlu khawatir ! bukankah ini yg anda mau? melihat saya jatuh dan sulit untuk kembali ?" ucap Sofia .
" Ini tidak seperti yg kamu pikirkan Sofia" jelas Haris.
" Anda ingin melindungi saya itulah alasan kenapa anda menikahi saya dengan anak dari keluarga Rayder , right?" ucap Sofia tepat sasaran. Sebuah alasan yg klasik sama seperti keluarga Aileen.
" Urusi saja apa yg memang harus anda harus urusi kecuali saya"
"Dan ya katakan kepada istri anda untuk jangan pernah menyentuh butik peninggalan Mama saya " ucap Sofia.
" Apa maksudmu?"
" Nyonya Lea, istri anda dengan berani melangkahkan kakinya dan mengaku sebagai pemilik dari butik itu atas wasiat dari Mama saya" . Ucap Sofia tak terima. Lea yg berdiri tak jauh dari mereka menegang kaku ditempatnya.
" Baiklah bagaimana jika makan malam disini saja mengingat sudah hampir jam makan malam" tawar Haris. Itu hanya alibinya saja agar bisa memperbaiki hubungan mereka.
" Kita tidak sedekat itu dan saya tidak sudi makan satu meja dengan para penghianat seperti kalian terutama dengan anak yg membunuh Ibunya sendiri " ucap Sofia menyindir Sky yg baru saja datang.
" Kenapa?gak terima? hanya seorang bajingan yg melakukan itu semua dan anda salah satunya " ucap Sofia menatap tajam Sky.
Sky menatap bola mata Sofia yg mana didalamnya hanya ada sebuah kebencian dan dendam.
" Anda pernah bertanya kapan kita akan seperti dulu lagi? sekarang saya jawab, kita tidak akan pernah bisa seperti dulu lagi setelah kejadian itu " ucap Sofia.
"Penghianatan kalian akan tetap saya ingat sampai kapanpun" ucap Sofia .
" Dan untuk anda jangan pernah merasa bangga karena anda tidak lebih dari anak seorang selir " tunjuknya pada Nilam.
" Sofia " gertak Sky.
" Kenapa? gak terima adik kesayangan anda saya sebut anak selir? dan anda bukanlah putra mahkota dari sebuah kerajaan jadi jangan bersikap diluar batasan anda " ucap Sofia menekan dada Sky.
Sofia menatap tajam Lea seolah siap untuk mencabik tubuhnya Ia berjalan mendekati Lea lalu berbisik pelan.
__ADS_1
" Selir " bisik Sofia seraya meniup pelan telinga Lea . Sofia berjalan menjauhi Lea yg masih terdiam kaku ditempatnya.
" Semua yg menjadi milikmu perlahan akan menghilang Sofia " teriak Nilam ketika melihat Sofia yg mendekati pintu utama. Ia tak peduli pada pandangan kedua pria berbeda generasi itu padanya . Toh nanti ia akan mencari alasan agar keduanya bisa luluh.
" Dan semua yg hilang itu akan kembali dengan sendirinya " balas Sofia dengan acungan jari tengahnya.
Sofia menaiki motor sportnya dan meninggalkan kawasan rumah mewah itu menuju tempat yg bisa membuat dirinya tenang. Pantai ya Sofia akan pergi ke pantai untuk menjernihkan pikirannya.
Suara ombak yg menenangkan ditambah dengan kawasan pantai yg sepi membuat gadis itu nyaman dengan keheningan yg ia rasakan.
" Sofia " suara lembut seseorang mengalun indah di telinganya. Suara yg tidak asing bagi telinganya. Dengan cepat ia menoleh, setelah memastikan jika penglihatannya tidak salah ia langsung berlari dan memeluk erat orang itu.
Grep
Sofia memeluk erat seorang wanita dan tanpa izin air matanya merembes keluar tanpa bisa ia tahan lagi
" Hiks gue ...kangen lo" ucap Sofia disela tangisnya. Wanita yg dipeluk itu mengusap punggungnya dengan lembut.
" Mereka jahat udah menyembunyikan itu semua Am" ucap Sofia mengadu kepada Amber selayaknya anak kecil yg mengadu ke ibunya.
Wanita itu adalh Amber Putri Jatmika sahabat Sofia selama ia diasingkan. Amber mengetahui segala kisah hidup Sofia mulai dari kisah kelam hingga kisah menyenangkan Sofia semuanya ia tahu. Hati Amber serasa ditusuk ribuan jarum ketika mendengar isakan tangis dari Sofia , sahabat sekaligus adik baginya.
Sofia adalh sosok yg tak mudah menangis hanya kepada Amber ia akan menangis bahkan hal sekecil apapun yg membuat ia sedih ketika bersama Amber ia akan menangis.
" Udah ya jangan nangis lagi nanti cantiknya ilang " tenang Amber.
" Lo kenapa baru dateng ?" ucap Sofia.
" Maaf ya gue banyak urusan di Belanda dan sekarang gue dateng . Gue akan selalu disisi lo" jelas Amber seraya tersenyum. Sofia mengangguk semangat mendengar ucapan Amber, sungguh Sofia yg patuh seperti ini sangatlah lucu bagi Amber.
" Gue capek Am." adunya.
"Sudahi untuk hari ini lo pasti lelah kan? jadi istirahat dulu sebelum besok lo kembali menghadapi semuanya ".
Sofia mengangguk lalu ia menceritakan semua kejadian yg menimpanya kepada Amber terutama masalah pertunangan Varo.
" Jadi tunangan suami lo adalah anak dari musuh lo ?" tanya Amber memastikan.
" Ya Dia adalah anak pemilik perusahaan terkemuka di Spanyol yg artinya dia juga adalah anak dari mafia Spanyol." ucap Sofia. Amber mengangguk mengerti akan keadaannya sekarang.
__ADS_1
" Brengsek banget suami lo sumpah!! kalo ketemu gue bejek bejek tu orang " Umpat Amber geram.
Sofia kembali bercerita dengan Amber dibawah sinar bulan degan ditemani jutaan bintang disekelilingnya.Tanpa ia ketahui akan efek yg akan ia dapatkan karena terlalu memaksakan otaknya untuk mengingat dan menyusun kepingan ingatannya yg bertebaran bak puzzle dipikirannya.