
Plak
Suara tamparan terdengar jelas ditelinga para karyawan yg sedang menonton pertunjukkan.
" Wanita murahan." sarkas Selly.
" Kurang ajar." desis Vanya tajam dan penuh amarah kalan wajahnya ditampar keras oleh Selly.
" Lo hanya wanita murahan. Lo tau Varo itu udah punya istri. *****."
" Lantas apa bedanya dengan lo. Selingkuhan." tekan Vanya.
" Harusnya gue yg jadi istri bahkan jadi wanita satu satunya untuk Varo. Bukan lo ataupun wanita ****** itu." ucap Selly menggebu gebu.
" Lo hanya mainan untuk Varo. Sedangkan gue adalah dunianya Varo." ucap Vanya tersenyum sinis.
Selly berjalan mendekati Vanya dan menarik kuat rambut Vanya hingga wanita itu mendongak karena tarikannya yg begitu kuat pada rambutnya.
Argh
__ADS_1
" Lepasin Anjing." Vanya berusaha melepas tarikan Selly pada rambutnya namun Selly lebih dulu mendorongnya kebelakang hingga membuatnya terjungkal kebelakang.
" Jauhi Varo jika tidak hidup lo akan menderita." Tekan Selly dan berlalu meninggalkan Vanya yg masih terduduk dilantai dengan kaca mata hitam yg bertengger indah diatas hidungnya.
" Sial , sial. Awas lo Selly." desis Vanya tajam.
" Apa lo semua lihat ha !! " bentaknya kepada orang orang yg melihat kearahnya.
Sedangkan dilantai paling atas tepatnya didalam ruangan khusus CEO , Varo tertawa sinis menonton semua kejadian yg terjadi di loby perusahaannya.
Varo mulai menghitung mundur, hingga tepat diangka satu suara deringan ponsel yg dipegang oleh Rafa berdering.
" Seperti dugaan." sinisnya.
" Kurang ajar kau Kaivaro Rayder. " awalan yg sangat ramah pikir Varo.
" Apa yg membuat anda merasa begitu Tuan Rio?" tanya Varo pura pura tak tau.
" Apa yg kau lakukan kepada putriku. Aku memberikannya kepadamu bukan untuk kau sakiti."
__ADS_1
" Apa anda lupa? sesuai dengan perjanjian bahwa saya bisa bebas memperlakukan putri anda bagaimana pun yg saya mau. Right?".
Rio mengeram marah diseberang sana, ia dijebak sungguh sial. " Keparat kau Varo." sarkasnya kasar.
Varo tertawa mendengar ucapan penuh emosi dari lawan bicaranya saat ini.
" Kira kira penyiksaan seperti apa lagi yg harus saya lakukan ! anda punya saran Tuan Rio?" Ucap Varo lalu ia kembali tertawa.
" Kau sentuh putriku. Maka istrimu yg akan jadi korbannya." ancam Rion.
" Waw. Ancaman yg sangat berani, tapi saya rasa sebelum anda menyentuh istri saya, jasad putri kesayangan anda akan berada tepat didepan pintu kediaman anda." balas Varo tak terprovokasi sama sekali oleh ancaman Rio.
Rio melempar kasar ponselnya kedinding hingga benda pipih itu hancur tak berbentuk.
" Sial kau Kaivaro. Vanya." lirihnya menyebut nama putri kesayangannya.
Sedangkan Varo tertawa saat teleponnya terputus secara tiba tiba ,ia yakin jika benda pipih itu sudah hancur saat ini. Sedangkan Rafa bergidik takut melihat tawa Tuannya , sungguh tawa itu sangatlah menyeramkan bagi orang yg mendengarnya.
" Apa yg sedang kucing kecilku lakukan sekarang?" Tanyanya seraya melihat lewat iPad yg sudah terhubung langsung dengan cctv di mansion nya.
__ADS_1
Varo kembali tertawa kala melihat jika istrinya malah mengacungkan jari tengah kearahnya lewat Cctv dikamar mereka.
Sedangkan Sofia sudah mengumpat ditempatnya. Ia baru sadar jika Cctv di mansion dibajak oleh Varo. Ia yg baru saja menyelesaikan ritual mandinya dan keluar hanya dengan menggunakan kimono pendek dibuat kaget kala melihat Cctv, insting tajamnya tau jika Cctv itu sedang dibajak. Dengan kesal Sofia mengacungkan jari tengahnya dan melempari Cctv itu dengan Vas bunga hingga pecah.