
Setelah serangkaian acara pernikahan yg membuat Sofia lelah karena terus terusan berdiri akibat tamu yg terus saja memberi selamat sampai akhirnya Varo menggendongnya didepan para tamu dan membawa kekamar yg memang sudah disediakan. Sofia dibuat terkejut dengan kelakukan Varo namun ia tak menolak karena memang dirinya sudah sangat lelah saat ini.
" Remuk badan gue " Ucap Sofia saat setelah Varo menurunkannya dikasur.
" Mandi dulu baby!" Suara bas Varo membuat Sofia yg tadinya berbaring kini menjadi duduk dan mengerjapkan lucu matanya.
Varo terkekeh ketika melihat Sofia yg terkejut akan kedatangannya karena setelah menurunkannya tadi Varo keluar untuk mengangkat telepon.
" So cute " ucap Varo berjalan mendekat kearah kasur tepat dimana Sofia berada.
"Eh mau apa ?" Sofia seketika menjadi panik ketika Varo semakin mendekat kearahnya.
"Menurut mu?" Suara berat Varo membuat Sofia menelan sulit air liurnya. Varo kini sudah tepat berada didepannya dengan meletakkan kedua tangannya di kedua sisi tubuh Sofia.
" Awas ihh " ucap Sofia seraya mendorong dada Varo namun tidak membuat Varo bergerak sedikit pun.
" Bagaimana jika kita memulainya sekarang hm?" Varo berbisik pelan seraya tersenyum.
" Mu....mulai apa?" tanya Sofia gugup ketika hembusan napas Varo menerpa kulitnya.
" Memulai menyelam kealam mimpi dengan diiringi suara merdumu " Varo mencium aroma tubuh Sofia dan mengendus pelan lehernya.
Sofia menelan ludahnya dengan berat dan seketika mengangkat kepalanya seakan memberi akses untuk Varo menjelajahi leher putih nya.
__ADS_1
" Gu..gue belum mandi Varo awas ih " Sofia kembali mendorong dada bidang Varo namun kali ini tangannya ditahan dan melingkar indah dipinggang Varo. Tentu itu semua ulah Varo karena Sofia tidak mungkin melakukannya sendiri.
" Buat apa mandi jika nanti juga bakal keringetan lagi hm?" ucap Varo menatap manik mata hitam Sofia dengan lembut.
Sungguh ia tak menyangka jika gadis didepannya saat ini sudah menjadi istrinya pertemuan beberapa hari lalu yg langsung membuatnya menaruh hati pada gadis didepannya. Jantungnya seakan berlari ketika berhadapan dengan gadis ini sungguh ini adalah hal baru yg ia rasakan.
Keduanya saling menatap mata masing masing menyelam entah untuk mencari apa.
Wajah Varo mulai mendekat dan entah sejak kapan rambut Sofia sudah tergerai indah.
" Mau a.." ucapan Sofia terpotong ketika Varo menempelkan bibir mereka
CUP
" Emmm " Sofia memukul bahu Varo memberi pertanda bahwa ia membutuhkan oksigen.
"Hah hah hah" napas keduanya beradu.
" Lo.." Lagi lagi bibir Sofia dibungkam oleh Varo dengan bibirnya.
" Aku kamu baby no lo gue " Varo mengusap lembut pipi Sofia sembari menatap Sofia dengan pandangan yg sudah bergairah.
Dengan perlahan namun pasti Varo merebahkan tubuh Sofia keatas kasur empuk miliknya dan entah kenapa Sofia seakan tidak menolak atas apa yg dilakukan Varo.
__ADS_1
" **** kenapa dengan tubuh gue "batinnya kesal karena tidak bisa menolak sentuhan dari lelaki didepannya ini. Sentuhan lembut Varo benar benar membuatnya gila dan tidak bisa mengendalikan dirinya.
" Mari menyelam baby " Ucap Varo menyeringai dan langsung memulai aksinya menyelam kedalam surganya dunia.
...***...
Sofia seketika terbangun dari tidurnya dan langsung melihat tubuhnya. Ia bernafas lega kala melihat pakaiannya masih utuh.
" **** mimpi apa gue semalem " Pipinya bersemu merah kala kembali mengingat mimpinya.
" Kotor banget pikiran lo Sofia " Ucapnya merutuki dirinya sendiri.
Varo yg sedari tadi duduk disofa kamar menatap bingung Sofia yg tiba tiba terbangun dan langsung melihat keadaannya apakah masih berpakaian atau tidak .
" Kita bisa melakukan seperti apa kau pikirkan baby " suara bas Varo membuat Sofia terperanjat dari tempatnya. Pipi kembali bersemu merah kala melihat Varo yg tersenyum miring kearahnya. Varo seakan tau apa yg sedang ia pikirkan.
" Dalam mimpi lo " Teriak Sofia dan langsung melesat masuk kedalam kamar mandi. Varo tertawa pelan kala melihat pipi Sofia yg memerah karena ulahnya.
Didalam kamar mandi Sofia menatap dirinya dipantulan cermin dan merutuki pikiran kotornya.
Yap semalam tidak terjadi apapun diantara mereka . Itu semua hanya mimpi Sofia. Saat setelah mendengar suara Varo semalam Sofia langsung masuk kekamar mandi dan mengganti pakaiannya dan piyama.
Dan tentu setelah itu kalian tau apa yg terjadi . Sofia tertidur lalu disusul oleh Varo dengan memeluknya dan tentu Sofia tidak sadar itu semua karena ia sudah lelap dalam tidurnya.
__ADS_1