Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 63


__ADS_3

Tepat pukul 1 siang. Kediaman Aileen sedang terlibat pembicaraan serius hingga tiga keluarga besar berkumpul untuk membicarakan hal penting.


" Jadi apa yg harus kita lakukan? " Ucap Sean ketika Joan selesai menjelaskan kepada mereka masalah yg sedang terjadi.


" Keselamatan Sofia adalah yg terpenting. Beri pengawalan ketat dan awasi daerah sekitar Mansion. " Ucap Arga dan diangguki oleh yg lainnya.


" Kita harus mengerahkan sebagian pasukan untuk melindungi cucuku. Karena musuh menargetkannya. " Tambah Joan.


" Dimana Deka? Bukankah ia ditugaskan untuk melindungi Sofia? " Zaki mengetatkan rahangnya kala tak mendapati keberadaan Deka belakangan ini hingga membuat Sofia beberapa kali dalam bahaya.


" Tuan Deka ditugaskan ke pulau X untuk mengamankan daerah disana. " Jawab Varo dingin. Ia tidak ingin dalam situasi seperti ini mereka saling menyalahkan.


" Rio sudah mulai bergerak kemungkinan besar dia akan menyerang. " Varo menatap semua orang yg ada disana dengan serius. Bahkan Dave saja tak berani memotong atau berbicara ketika putranya sedang berbicara serius dengan wajah datar dan dinginnya.


" Apa rencana mu? " Arga menatap tajam Varo. Ia masih belum terima jika putrinya menikah dengan pria didepannya.


" Pancing dia agar menjauh dari keberadaan Sofia. Siapkan pasukan untuk melindungi para wanita dan bawahan yg tak bersalah. " Ungkap Varo.


" Para wanita bisa bertarung dan kemampuan mereka hampir setara dengan kita. " Sanggah Zaki yg sedikit tak terima dengan rencana Varo.


" Hal ini tidak semudah yg kalian kira. Bahkan kali ini kita semua dalam bahaya. " Semua orang menatap bingung akan ucapan Varo.


" Apa yg sebenarnya terjadi, Varo? " Suara berat nan dingin milik Ayahnya membuat Varo mengeluarkan aura iblisnya.


" Ada orang besar di belakang Rio dan kemungkinan kali ini dia akan terlibat dalam penyerangan. " Dave memandang lekat putranya. Jika Varo mengatakan bahaya maka hal itu memang sangat berbahaya.


" Siapa? " Kini Joan angkat bicara.


" Kairo Atmajaya. " Semua orang terdiam dengan ekspresi terkejut. Apa mereka tak salah dengar? Mafia terbesar sekaligus musuh terbesar dari keluarga Rayder dan juga Aileen, Kairo Atmajaya.


" Bagaimana kau bisa tau? Sedangkan tak ada satu pun media yg meliput berita itu. " Desis Arga.


" Jangan pernah meragukan putraku, Tuan Arga. Kita tahu jelas siapa putraku. " Desis Dave tak terima ketika ucapan Putranya diragukan oleh orang lain.


" Kapan dia kembali? Dan juga apa tujuannya?" Joan masih bingung akan maksud kedatangan Kairo dan juga kenapa ia bisa bekerja sama dengan Rio.


" Apa ini semua berhubungan dengan peristiwa 12 tahun lalu. " Ucapan Sean membuat mereka berpikir kecuali Varo yg sudah menduga sejak awal.


" Anda cukup pintar Tuan Sean. Tapi kenapa Anda memiliki putra yg bodoh? . " Haris yg sejak tadi diam merasa tersentil ketika menantunya sendiri menyindir dirinya secara halus.


Varo tersenyum miring melihat wajah masam Sean dan wajah tak berdaya Haris.

__ADS_1


" Kembali ke topik awal. Kita harus... " Ucapan Joan terpotong ketika Rafa dengan wajah panik menerobos masuk ke ruang pertemuan mereka.


" Jika itu tak penting, bersiaplah untuk kehilangan kepalamu. " Varo menodongkan pistolnya kearah Rafa yg berdiri tegak dihadapannya dengan menelan kasar salivanya.


" Mereka sudah bergerak Tuan Muda. Saat ini keberadaan Nyonya dalam bahaya. Para pengawal yg menjaga Nyonya dalam bayangan sudah keluar untuk melindungi Nyonya dari pasukan musuh. " Penjelasan Rafa membuat semua orang terkejut dan secara bersamaan berdiri dari duduk mereka.


" Apa maksud mu? " Arga menatap tajam Rafa seakan siap memangsanya. Namun Rafa tak takut karena yg bisa membuatnya gemetar hanyalah Tuannya.


Rahang Varo mengeras dengan urat leher yg menonjol keluar. Brengsek! Mereka bergerak terlalu cepat disaat ia sedang tak bersama Istrinya.


Tadi saat ia akan pergi ke kediaman Aileen, Sofia izin pergi ke taman untuk menemani Asa bermain dengan ditemani Abian.


" Brengsek!! "


" Kerahkan lebih banyak pasukan untuk melindungi Istriku dan kedua bocah itu. " Titah Varo sambil berlari kearah mobil sportnya.


" Tuan Muda gerbang utama sudah dikepung oleh musuh. " Ucap Rafa ketika ia mendapat pesan dari bawahan nya.


Pergerakan Varo terhenti dan menatap gerbang utama yg berada jauh dalam pandangan nya. Namun tatapannya yg tajam mampu melihat keluar gerbang yg memang sudah dikerumuni oleh musuh.


Joan dan beberapa orang lainnya ikut keluar mengejar Varo diikuti oleh para wanita yg juga ikut keluar setelah mendengar kabar jika Sofia sedang dalam bahaya.


" Arahkan orang orang untuk berlindung di tempat aman. Varo akan lindungi Sofia. " Dave mangangguk dan menepuk bahu Putranya memberi semangat.


" Papa dan Arga akan handle disini. Pergi! Bawa menantu Papa dalam keadaan selamat." Varo mengangguk dan segera masuk kedalam mobil sportnya.


" Buka gerbangnya. " Titah Varo dengan Earphone di telinganya. Varo melaju diatas rata rata dan menabrak gerbang yg belum terbuka sepenuhnya hingga membuat beberapa musuh terpental.


" Ambil alih kemudi. " Rafa mengangguk dan segera mengambil alih kemudi.


 Varo sudah bersiap dengan pistolnya di kursi penumpang dan menembaki satu persatu musuh yg menghalangi jalan mereka.


Dor


Dor


" Bergerak lebih cepat sialan!! " Geram Varo karena mereka tak kunjung sampai di tempat Istrinya.


Sedangkan di kediaman Aileen. Saat setelah mobil Varo melesat pergi, Dave segera mengeluarkan senjata apinya diikuti oleh yg lain. Tak terkecuali para wanita yg juga ikut mengeluarkan senjata mereka masing masing. Jangan salah mereka bukanlah wanita lemah. Menikah dengan Pria yg sudah berkecimpung di dunia bawah membuat mereka sangat ahli dalam menggunakan senjata terutama Alanda.


" Bergerak dari belakang, Baby. " Ujar Dave dengan suara beratnya dan diangguki cepat oleh Alanda.

__ADS_1


" Musuh semakin banyak. Jaga diri kalian. " Ucap Dave dan dengan cepat maju membawa senjatanya untuk menembaki musuh satu persatu.


" DENGAR SEMUANYA!! BUNUH MEREKA SEMUA. JANGAN BIARKAN SATU PUN DIANTARA UNTUK HIDUP. "


" BAIK TUAN D, PERINTAH DITERIMA! "


Begitulah panggilan untuk Dave di dunia bawah. Tuan D orang yg dikenal paling bengis terhadap musuh dan kini itu semua turun pada putra sulungnya.


Dengan isyarat matanya Joan memberi kode pada bawahannya yg bertugas menjaga gerbang utama. Gerbang yg tadi nya tertutup kembali terbuka saat sang Tuan rumah memberi isyarat.


Dan saat itu juga perkelahian tak dapat lagi dihindarkan. Suara tembakan dan juga pukulan terdengar hingga memekakkan telinga. Dengan amarah yg menggebu pada diri masing masing. Mereka membalas serangan musuh dengan membabi buta.


.....


" ****" Umpatnya kala dirinya diserang secara tiba tiba. Dengan mata yg menatap tajam pria yg sudah tak lagi muda di hadapannya.


" Bedebah sialan. " Rio hanya tersenyum remeh melihat tatapan tajam yg dilayangkan oleh wanita didepannya.


" Kita bertemu kembali, Nona Sofia Aileen Clayde. " Rio tersenyum miring melihat wajah penuh benci wanita itu.


" Apa mau mu? " Desis Sofia tajam.


" Mau ku? Kurasa kemauanku adalah mengambil nyawamu. " Suara tawa yg begitu menjijikan bagi Sofia.


Untung Asa dan juga Abian sedang berada di toilet yg agak jauh dari tempatnya. Hingga keduanya tak mengetahui kedatangan pria bajingan ini.


" Dan Kurasa tak semudah itu untuk mengambilnya, Tuan Rio. " Balas Sofia dengan tatapan merendahkannya.


" Ah, ataukah nyawamu yg akan ku ambil hari ini." Tambahnya dengan senyum remehnya.


" Terlalu banyak omong kosong. Wanita hina sepertimu tak pantas hidup. " Dengan gerakan cepat Sofia menghindar kala Rio hendak memukul wajahnya.


" Aku atau Putri kesayangan mu yg hina? Mendekati Pria yg sudah beristri bukankah sesuatu yg hina? " Pancing Sofia.


Dengan wajah merah padam Rio menyerang Sofia dan dengan cepat pula Sofia menghindar dan membalasnya.


Bugh


Arghh


****

__ADS_1


__ADS_2