Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 18


__ADS_3

Amber dan Sofia masih belum beranjak dari tempat mereka. Walaupun hari semakin larut dan angin malam yg semakin menusuk kulit tak membuat keduanya gentar sedikitpun.


" 12 tahun gue hidup tanpa ingatan yg lengkap melupakan dirinya hingga 2 tahun belakangan ini perlahan lahan ingatan itu muncul dengan sendirinya " Sofia menatap langit gelap yg dipenuhi dengan jutaan bintang diatasnya.


" Sakit Am ... gue gak terima " Sofia menatap Amber dengan sorot mata tak terima yg terlihat jelas.


" 2 tahun gue tinggal satu atap dengan pembunuh Mama gue sendiri yg brengseknya dia adalah Abang gue sendiri "


" Gue gak terima..... Gue bersumpah akan gue bunuh mereka semua " ucapnya penuh dendam.


" Stop !! " Amber mencegah Sofia untuk melanjutkan ceritanya kala melihat gerak gerik Sofia yg mencurigakan.


" Akhh sakit "Sofia memegang kepalanya kuat kala rasa sakit itu semakin menjadi jadi .


" Sofia " Amber menahan tangan Sofia agar tak menjambak rambutnya .


" Sakit ...Am " dengan mata sayu ia menatap Amber .


" Lepas Am!! Akhh sakit " teriaknya.


" Brengsek berhenti akhh" Sofia memukul kepalanya kala suara suara yg tak ingin ia dengar malah dengan jelas masuk ke telinganya.


Amber yg mulai kewalahan menghadapi Sofia yg mengamuk memukul tengkuk leher belakang Sofia hingga pingsan.


" Maaf " lirihnya memangku Sofia yg pingsan di pangkuannya.


" Pantai Kerang . Bawa pengawal dalam perjalanan kemari!!" perintah Amber pada orang diserang telepon.

__ADS_1


" Inilah alasan kenapa kami sepakat untuk tidak menceritakannya " Amber menatap sedih gadis cantik dipangkuannya.


Ia bersumpah akan membalas semua rasa sakit yg dirasakan oleh sahabat sekaligus adik kecilnya .


Selang 15 menit setelahnya sebuah mobil berwarna putih datang dan berhenti tak jauh dari tempat mereka.


" Nona Muda " teriak Deka kala melihat Nonanya tak sadarkan diri.


" Ke Rs sekarang!!" titah Amber. Deka melajukan mobil yg ia kendarai dengan kencang dengan diikuti beberapa pengawal dibelakangnya. Jantungnya berdegup kencang kala melihat Nonanya tak sadarkan diri.


Saat setelah sampai di Rs Sofia langsung ditangani oleh Dokter khusus dan diruangan khusus juga.


Amber berjalan bolak balik didepan ruangan Sofia dengan gelisah. Hingga sebuah suara menghentikannya.


" Apa yg terjadi ?" Tanya Joan Khawatir. Ia ,Arga dan dua cucu laki lakinya langsung melesat ke Rs kala menadapat kabar dari Deka.


Amber masih diam tak berniat menjawab pertanyaan orang orang itu. Satya yg melihat tak ada respon sama sekali dari Amber dibuat kesal.


" Jawab Amber !! " gertaknya . Amber menatap tajam Satya . " Gimana gue bisa jawa pertanyaan kalian disaat gue aja gak tau kondisinya" . Satya dibuat terdiam mendengar ucapan Amber.


Cklek


Akhirnya pintu ruangan yg mereka tunggu sedari terbuka dengan menampilkan seorang wanita berjas putih yg baru saja keluar.


" Bagaimana Dok? " tanya Amber khawatir.


" Nona muda hanya kelelahan akibat dari ingatan yg tiba tiba muncul hingga membuat nya mengalami sakit kepala yg luar biasa " jelas Rose, dokter yg menangani Sofia.

__ADS_1


" Apa ada yg harus kami waspadai? " tanya Arga. Sebab ia tahu bagaimana Sofia setelah pingsan karena ingatan ingatan itu.


" Jauhi Nona Muda dari benda benda tajam yg bisa membuatnya melukai dirinya sendiri " Semua mengangguk mengerti.


" Apa kami bisa masuk ?" Rose mengangguk. " Bisa Tuan Muda dan mohon untuk tidak berisik karena Pasien sedang istirahat ".


Setelah kepergian Dokter Rose , Amber hendak memasuki ruang rawat Sofia namun tangannya ditahan oleh Satya .


" Lepas " dinginnya dan menatap tajam Satya.


" Tangan gue terlalu suci untuk disentuh orang kayak lo" Amber menghempas kasar tangan Satya dari pergelangan tangannya.


" Jangan keterlaluan Amber !! " peringat Satya. Amber tersenyum remeh kearah Satya.


" Lo dan keluarga brengsek lo adalah penyebab semua ini. " tekan Amber dengan sorot mata dinginnya.


" Apa maksud lo ?" tanya Satya dingin.


Di lorong Rs saat ini hanya ada mereka berdua dengan beberapa suster yg berlalu lalang . " Dimana lo saat Sofia dipaksa menikahi laki laki brengsek itu ?"


" Lihat berita yg beredar. nyesel? " Amber tersenyum kemenangan melihat Satya yg terdiam dengan sorot mata dingin menatap dirinya.


" Gue gak akan pernah takut sama lo Satya Prans Aileen " .


Amber meninggalkan Satya dilorong Rs dan masuk kedalam ruang rawat Sofia. Pandangan pertama yg ia lihat saat masuk adalah adik kecilnya terbaring lemah diranjang Rs dengan selang oksigen .


Entah apa yg akan terjadi saat Sofia sadar ia tak sanggup membayangkan jika Sofia akan kembali seperti dulu lagi setiap kali ia pingsan karena ingatan ingatan sialan itu . Semoga kali ini Sofia bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2