Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 9


__ADS_3

Terhitung sudah hampir 10 menit Sofia berdiri . Dirinya yg baru saja pulang setelah menyelesaikan urusannya harus berdiri dihadapan Varo suaminya. Sofia menelan ludah kala Varo menatap datar dirinya.


" Puas jalan jalannya ?" Suara dingin Varo membuat bulu kuduknya meremang.


" Gak " balasnya tanpa takut.


Varo menarik napas panjang dan melembutkan tatapannya. Bersikap keras kepada gadis didepannya ini hanya akan membuatnya sakit kepala.


" Kenapa gak pamit langsung ?" tanya Varo namun kali ini nadanya agak terdengar lembut ditelinga Sofia.


" Gak mau ganggu " jawab Sofia apa adanya.


" Kenapa gak telpon ?"


" Gak punya nomor " . Lagi lagi Varo harus menarik napasnya , istrinya ini memang sangat pandai menjawab .


" Jangan terus menjawab Sofia. Jadilah gadis yg penurut " Tukas Varo.


Sofia mendelik Kesal " Jangan harap bisa membuatku menjadi penurut selagi para wanita murahan itu masih disekitarmu ".


Varo menarik tangan Sofia hingga dirinya kini duduk dipangkuan Varo. Wajah Sofia masih kaget akan kelakuan Varo namun setelahnya ia langsung menatap Varo kesal.


" Aku bisa membuatmu menjadi penurut dengan ada atau tidaknya para wanita itu " bisik Varo ditelinganya. Tubuhnya menegang kala hembusan napas Varo menerpa kulit lehernya.


" Ubah panggilan lo-gue menjadi aku-kamu "


Sungguh Sofia semakin dibuat kesal dengan laki laki ini.Oh ayolah Sofia sangat tidak suka dipaksa.


" A...."

__ADS_1


" Kalo mau panas panasan jangan disini mending dikamar biar seru " ucapan Sofia terpotong kala Vian menyela lebih dulu.


Sofia terkejut akan kedatangan Vian yg tiba tiba dan duduk disofa seberang. Sofia lantas berdiri dari pangkuan Varo dan kabur kedapur.


Vian malah tertawa melihat Kakak iparnya kabur dengan wajah memerah karena tercyduk sedang bermesraan dengan Kakanya.


" Bocah sialan " umpat Varo kepada Adiknya.


" Gue udah 21 tahun kalo lo lupa " kesal Varo. Kenapa semua orang selalu mengatainya bocah oh ayolah dirinya sudah 21 tahun bahkan ia sudah bisa membuat seorang bayi.


" Tetap aja masih bocah " sarkas Varo mengejek Adiknya.


" Kalo udah tua y gini sama umur orang aja lupa " ejek Vian balik. " Buta kali mata Sofia mau sama lo Kak "


" Mata lo yg buta bedain mana yg barang bekas sama yg baru aja gak bisa " sindir Varo pedas.


" Makanya periksa mata lo supaya bisa bedain mana yg bekas mana yg baru "


Kedua Kakak beradik ini memang tidak pernah akur barang sedetikpun . Entah apa yg mereka ributkan hingga terus berakhir adu mulut.


" Sialan " desis Vian kala Varo pergi meninggalkannya.


" KAIVARO SIALAN GUE ADUIN MAMA LO " teriak Vian.


" ALVIAN JANGAN TERIAK MAU MAMA JAHIT MULUT KAMU " teriakan dari sang Mama membuat Vian terdiam. Teriakan yang sangat merdu hingga membuat telinganya sakit.


...****...


Setelah kabur karena malu akan kedatangan Vian . Sofia langsung bertanya kesalah satu pelayan dimana letak kamar Varo. Dan meminta para pelayan untuk membantunya membawa barang barangnya kedalam Kamar.

__ADS_1


Varo menatap jengah istrinya yg mondar mandir untuk membereskan barang barangnya hingga tak menyadari keberadaannya .


" Kamu ngapain beres beres ? " Sofia tak merespon ucapan Varo hingga ucapan Varo selanjutnya membuat dirinya mengabsen seluruh nama nama binatang. " Besok kita akan pindah " .


Sungguh Sofia sangat kesal sekarang belum tuntas kekesalannya karena kejadian tadi kini Varo malah membuatnya semakin kesal.


" Kenapa gak bilang dari tadi " Kesalnya. Bagaimana tidak kesal ia sudah hampir menyelesaikan menyusun bajunya didalam lemari dan juga barang barangnya yg lain.


" Kamu gak nanya " santai Varo.


" Sialan "


Cup


Mata Sofia melotot kala Varo menciumnya tepat dibibir tipisnya.


" Satu ciuman untuk satu kali umpatan dan 5 menit ciuman jika kamu masih menggunakan lo-gue sebagai hukuman" .


Hukuman macam apa itu. Semuanya hanya menguntungkan Varo dan merugikan dirinya.


" Sekarang kamu mandi " perintah Varo.


" Siapa Lo nyuruh nyuruh gue ".


Sofia menatap kesal Varo kala Varo kembali menciumnya." Gak usah cium cium bisa ?"


" Hukuman mu baby. Mandi sekarang jika tak ingin aku memakan bibirmu selama 5 menit "


Sofia menatap sinis laki laki didepannya saat ini . Namun tak urung dirinya menuruti ucapan Varo. " Kenapa gue nurut aja " oh ayolah dirinya tidak suka disuruh suruh namun entah mengapa kala Varo yg menyuruhnya ia malah menurut meskipun harus adu mulut terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2