
Rafa berlari dengan wajah panik kearah ruangan Varo. Apakah ada hal penting? pikir para karyawan yg melihat wajah panik sang asisten CEO.
" Tuan muda! gawat!." panik Rafa.
Varo mengangkat sebelah alisnya, hal apa yg membuat asistennya ini sangat panik.
" Proyek besar yg sedang kita kerjakan bocor ke pihak musuh." Mata Varo membulat mendengar ucapan Rafa.
" Bagaimana bisa?." sarkas Varo dingin, urat lehernya terlihat dengan tangan yg mengepal erat.
" Dari informasi yg kami dapatkan..." Rafa menghentikan sejenak ucapannya dan menarik napas. " Nona muda yg membocorkannya Tuan muda."
Langkah Varo seketika terhenti kala mendengar siapa yg membocorkan informasi perusahaannya. Rafa yg melihat Tuannya berhenti menunduk takut, entah apa yg akan terjadi pada istri Tuannya itu.
" Oh." Namun respon Varo membuat Rafa tercengang. Apa katanya tadi oh? ini adalah proyek besar yg bisa meraih keuntungan fantastis dan sekarang mereka harus menelan pil pahit kala informasi proyek itu harus bocor ke pihak lawan. Dan Tuannya hanya merespon ,oh? yg benar saja.
" Jadi, apa yg harus kita lakukan Tuan Muda?"
" Apa lagi. Perusahaan ku tidak akan bangkrut hanya karena proyek itu." Rafa lagi lagi tercengang dengan ucapan Tuannya. Bukankah tadi dirinya marah hingga mau memutilasi seseorang , sekarang kemana semua itu, Rafa dibuat frustasi akan jawaban Tuannya.
...****...
" Bagus." ucap Sofia lalu memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Sofia tersenyum miring mengingat apa yg telah ia lakukan. " Apa sekarang dirinya sedang marah marah hingga mau membunuh orang?" ucap Sofia memikirkan ekspresi wajah suaminya. Lalu setelahnya Sofia tertawa sendiri, hingga siapapun yg melihatnya pasti mengira dirinya sudah gila.
" Target selanjutnya, Lea Arummi." Ucap Sofia tersenyum menyeramkan.
Tak tak tak
Wajah cantik dengan senyum manis yg tidak pernah hilang diwajah gadis itu membuat orang orang yg melihatnya menunduk takut. Sebab bukan senyuman manis namun senyuman menyeramkan yg menyimpan begitu banyak rencana licik.
" Wah sambutan yg sangat mengharukan." ucap gadis itu pura pura menyeka air matanya.
" Berhenti bersikap munafik Amber." geram Sky. Namun Amber hanya tersenyum remeh kearahnya. " Wah Tuan putri palsu." ucap Amber tertawa.
" Bagaimana dengan sakit mu hm ! tuan.putri." tekan Amber tersenyum manis namun terkesan menyeramkan.
" Apa mau mu Amber ." tanya Haris tanpa mau berbasa basi .
" Anda bertanya mau saya Tuan Haris yg terhormat?"
" Aaa mau saya adalah kalian semua mati." ucap Amber tersenyum tanpa beban.
" Kami tidak mempunyai masalah denganmu, kenapa kamu malah meneror kami terus menerus." yap orang yg selama ini meneror mereka adalah Amber sang dangerous shield.
" Shutt. Mulutmu terlalu kotor untuk berbicara lembut ." Amber berjalan mendekati Lea yg senantiasa memeluk erat putrinya.
__ADS_1
Amber menatap remeh keduanya. " Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya."
" Teruslah berpura pura dengan sakit mu *****, hingga sakit itu bersarang ditubuhmu."
" Apa maksud lo?." tanya Sky.
"Cih. Kenapa Sofia harus mempunyai abang dan ayah yg bodoh seperti kalian." desis Amber tak terima.
" Jangan terlalu mengurusi hidup kedua wanita ular itu." tunjuk Amber. " Tapi berusahalah supaya Sofia bisa memaafkan kesalahan kalian. Untuk mereka biar menjadi bagianku dan Sofia." sarkas Amber tertawa menyeramkan.
" Berlindung lah dengan sebaik mungkin Nyonya Lea Arummi."
Setelah kepergian Amber ,Lea menatap sendu suaminya. " Mas.." panggilnya.
Haris tak menjawab panggilannya dan melangkah pergi dari sana dengan diikuti oleh Sky dibelakangnya.
" Ma.. Nilam takut." cicit Nilam dipelukan Mamanya.
" Tenang sayang." ucap Lea menenangkan putrinya . Meskipun tak menampik jika rasa khawatir dan takut itu bersarang dalam dirinya.
Dirinya tentu tau jika Sofia tak pernah main main dengan ucapannya. Ucapannya tempo lalu pasti akan ia lakukan cepat atau lambat.
Lea hanya bisa menyesali segala perbuatan yg telah ia lakukan selama ini, namun ia tak akan menyerah akan ia lakukan apapun agar dirinya dan putrinya bisa selamat.
__ADS_1