
Lampu operasi masih menyala pertanda jika operasi masih berlangsung. Semua orang dengan cemas menunggu Dokter keluar dari ruangan yg mereka anggap terkutuk itu.
Alanda memeluk tubuh putranya berusaha memberi kekuatan. Sedangkan yg lain mereka menangis dalam diam tak kuasa melihat betapa hancurnya seorang Varo.
Bahkan Varo terlihat lebih hancur dari yg lain. Matanya memerah rambutnya berantakan. Kain kasa melilit sempurna lengannya yg baru saja diobati. Luka diwajahnya yg sudah mengering dengan lebam berwarna ungu semakin membuat Pria itu terlihat kacau.
Ting
Lampu operasi yg padam pertanda jika operasi telah selesai. Semua orang berdiri dan kompak mendekat kearah dokter yg keluar dengan sorot mata yg tak dapat diartikan.
" Bagaimana keadaan istriku? Dia selamat bukan? Jawab sialan. " Varo menarik kerah baju dokter yg tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
Semua nampak diam membiarkan Varo yg berbicara. Dave maju menenangkan putranya.
" Tenang boy. Biarkan dia memberi penjelasan. "
Dokter itu nampak menghela napas menatap mereka yg ada disana satu persatu.
" Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun... Tuhan berkehendak lain. "
Deg
Jantung mereka seakan berhenti berdetak. Dunia seolah berhenti berputar. Aulia sudah menangis keras dalam pelukan suaminya begitu juga dengan Indah.
" Gak itu gak mungkin!! Anda kalo jadi Dokter yg bener. Saya hancurin rumah sakit ini jika istri saya kenapa napa. Istri saya selamatkan? " Ujar Varo tak terima.
Dokter itu menggeleng. Tubuh yg tadinya berdiri tegap kini terkulai lemas. Wajah yg tadinya datar kini menampilkan raut sedih. Mata yg tadinya menatap tajam kini sudah berembun.
" Varo. " Alanda menangis histeris melihat tubuh putranya jatuh ke lantai.
" Kamu kuat, Mama tau itu. " Ucap Alanda memeluk erat tubuh putranya. Ia tak sanggup melihat putranya yg selalu menampilkan wajah dingin tak tersentuh kini menangis hancur di pelukannya.
" Abang. " Vian maju dan memeluk tubuh abangnya memberi kekuatan.
" Nona Muda Sofia Aileen Clayde bersama bayinya tidak bisa kami selamatkan. Kami staf rumah sakit meminta maaf atas ketidak mampuan kami. " Dokter itu membungkuk memberi hormat diikuti oleh yg lainnya.
Tunggu, Bayi? Sofia sedang hamil?
Varo mengangkat kepala nya meminta penjelasan, begitu juga dengan yg lain yg terkejut akan fakta yg harus aja mereka terima.
" Nona muda sedang hamil 8 minggu. Dan kami yakin Nona muda sama sekali tak menyadari hal itu. Janinnya tidak terluka karena Nona muda yg melindungi ngmya tanpa sadar. Namun karena belum masih muda dan belum terbentuk sempurna dia tak bisa diselamatkan bersama Nona Muda. " Jelas Dokter itu yg semakin membuat mereka menangis histeris.
" Ma.. Varo kehilangan Sofia dan Bayi Varo. " Adu lelaki itu pada Mamanya.
" Ya Mama tau. Kamu yg kuat ya. " Tenang Alanda menahan tangisnya.
__ADS_1
.....
Disinilah mereka berada. Didalam ruangan dengan seorang wanita ditengah tengah mereka yg tertidur damai diatas ranjangnya.
Satu persatu diantara mereka maju untuk mengucapkan salam perpisahan.
" Selamat jalan cucu, Kakek. Tidur yg tenang bersama Mamamu. " Suara Joan bergetar hebat kala melihat wajah pucat cucu kesayangannya.
Kini permata keluarganya telah pergi. Sumber kebahagiaan terbesar untuknya telah pergi meninggalkannya.
" Tidur yg tenang Putri Papa..... Maaf belum bisa menjadi Papa yg baik buat kamu. " Ucap Haris. Lihatlah bukankah Tuhan tidak adil untuknya. Kenapa Tuhan mengambil putrinya disaat ia yg sedang memulai dari awal.
" Ma... Maafin Abang sayang. Maaf. Titip salam ya buat Mama. Sampein Maaf Abang karena gak bisa jagain kamu. " Ucap Sky.
Sedangkan yg lainnya tak mampu untuk berkata kata. Mereka hanya mengecup singkat wajah pucat putri kesayangan mereka dengan menahan air mata.
Kini giliran Varo yg maju untuk melihat wajah wanita yg sangat dia cintai. Wanita yg berhasil membuat dunianya lebih berwarna.
Pria itu kembali menangis kala mengenggam tangan dingin istrinya. Tangan yg dulunya membelai lembut rambutnya. Mengusap lepan rahangnya. Tangan yg dengan tuku memeluk tubuhnya.
" Hiks... Kamu tega ninggalin aku sendiri Ai... " Lirih Varo yg tak kuasa menahan tangisnya.
Sekuat tenaga Varo berusaha menahan tangisnya. Ia tak boleh menangis karena istrinya pasti tidak suka ketika melihat dirinya menangis.
" Aku... Ikhlas Ai... Aku ikhlas. Tidur dengan tenang bersama bayi kita. Tunggu aku disana." Ucap Varo mencium lama kening istrinya.
" Bunda!Kak Ai mau pelgi. " Tiba tiba suara Asa membuat semua orang menoleh kearahnya.
Bocah 5 tahun itu hendak berlari keluar namun tubuhnya dengan cepat ditahan oleh Ayahnya.
" Lepasih Asaa. Asa mau ngejal Kak Ai. Bunda Kak Ai mau pelgi sama Tante itu. " Tunjuk Asa. Bocah 5 tahun itu menangis dalam pelukan Ayahnya.
" Tante jangan bawa Kakak Asa pelgi. " Teriak bocah itu dengan tangan yg hendak menggapai sesuatu.
Varo mendekat kerah Asa dan memeluknua erat.
" Asa gak boleh gitu. Kak Sofia cuman tidur. Lihat Kakaknya lagi tiudr nyenyak. " Ucap Varo.
Ya tidur, tidur nyenyak untuk selamanya. Bocah itu menggeleng keras. Terus menunjuk kerah pintu.
" Bukan itu. Tapi disana, Tante itu mau bawa Kak Ai pergi, Bunda! " Tangis bocah itu.
" Asa dengerin Paman. Kak Ai gak kemana mana. Kak tetap disini bersama kita. " Varo menunjuk dada anak itu. Seolah berkata jika Sofia tak akan pergi ia tetap ada dihati semua orang.
Bocah itu menatap Varo dan menangis dalam pelukannya. Varo tersenyum pedih dan mengusap lembut rambut anak itu.
__ADS_1
" Aku akan jagain Asa sesuai permintaan kamu waktu itu. "
" Selamat jalan permata berharga ku. "
" Jagain Mommy disana, Alegra Kevan Rayder. " Lirih Varo menyebut nama putranya meskipun ia tak tahu apakah anaknya laki laki atau perempuan. Tapi ia yakin jika anak mereka adalah laki laki.
....
Semua orang berbaris rapi dan menunduk hormat kala peti Sofia keluar dari ruangannya. Semua staf rumah sakit baik Dokter ataupun direktur rumah sakit itu turut menyambut pemimpin mereka untuk terakhir kalinya.
Diluar rumah sakit ribuan bawahan mereka turut datang menyambut pemimpin mereka dengan pakaian berwarna hitam.
Mereka serempak menunduk hormat kala melihat peti pemimpin mereka berjalan keluar dengan diangkut oleh Varo, Arga, Haris dan juga Sky.
Mereka merasa bersalah karena lagi lagi gagal melindungi pemimpin mereka untuk kedua kalinya.
Ribuan motor dan juga mobil mewah turut mengantar kepulangan Sofia ketempat peristirahatan terakhirnya. Bahkan semua warga terheran akan yg terjadi karena melihat banyaknya mobil dan motor berwarna hitam dengan ambulans sebagai pemimpin dari mobil dan motor mewah tersebut.
Dan untuk terkahir kalinya mereka kembali menunduk hormat kala peti itu memasuki tempat peristirahatan pemimpin mereka.
" Selamat jalan, sayang. Titip salam buat Mama. "
" Tunggu aku bersama anak kita disana. "
.....
2 tahun telah berlalu. Namun bayangan wanita tercinta nya masih melekat sempurna dipikirannya.
Selama dua tahun ini Varo kembali menjadi pribadi yg lebih dingin bahkan semkain tak tersentuh. Bahkan keluarganya saja tak berani untuk menyinggung nya. Mereka semakin sedih melihat Varo yg tidak bisa melepas kepergian istrinya. Mulutnya memang berkata ikhlas namun nyatanya ia tak pernah ikhlas sama sekali.
Semua orang berubah setelah permata kebahagiaan mereka pergi. Bahkan Asa yg masih kecil saja berubah menjadi dingin dan hanya akan hangat bersama Pamannya, Varo. Suami dari Kakaknya. Begitu juga dengan Abian yg ditugaskan untuk melanjutkan kepemimpinan Sofia. Dia menjadi pribadi yg kejam bahkan tak kenal ampun.
Brugh
" Maaf. " Tubuh Varo menegang kala suara yg sangat ia rindukan kembali terdengar di telinganya.
Dirinya mengumpat kala tka sempat melihat wajah wnaita itu karena wanita itu yg sudah memunggunginya.
" Kau kah itu, Ai.? " Varo menggeleng cepat. Mana mungkin wanitanya kembali. Wanitanya sudah tidur nyenyak sekarang. Ah, Ia jadi merindukan wanitanya.
" Aku kembali.... Varo Kevan Rayder. " Lirih seorang wanita menatap tubuh Varo di balik kerumunan.
" Mari bertemu dengan diwaktu yg tepat. ".
Woah gak kerasa udah and aja. Gimana nih jalan ceritanya sejauh ini. Rada rada gak nyambung ya 😄 mohon maaf ya jika gak nyambung. Saya masih belajar jadi kalo mau beri masukan jangan malu malu. Karena masukan kalian sangat berarti.
__ADS_1
Oh ya jangan lupa buat terus dukung karya saya yg lainnya. Jangan lupa Like, Koment, Vote dan favorit nya ya. See yooouuu 👋👋