Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 38


__ADS_3

Sofia turun dari mobil dengan gerakan anggun. Waktu seketika berputar dengan lambat saat Sofia menapaki kakinya di jalan aspal.


Dor.


" NONA MUDA ".


" ..."


Jantung mereka seakan berhenti berdetak melihat hal itu. Disaat mereka lengah sebuah peluru melesat kearah Nona mereka yg sedang membenarkan tali sepatunya yg lepas. Tentu hal menegangkan itu berhasil membuat jantung mereka berhenti berdetak.


" Payah." sinis Sofia seraya tertawa karena peluru itu sama sekali tak mengenai dirinya.


Dengan angkuh Sofia berjalan dengan senyum devilnya.


Tak


Sofia berhenti tepat didepan pemimpin pihak musuh. Ia menatap pria didepannya lalu tersenyum miring. Sofia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana dan menatap angkuh pria itu.


" Daison Xavier." ucap Sofia.


" Pria bodoh yg dengan mudah di boneka kan."


Bugh


Sofia menendang tepat di ************ pria itu hingga membuatnya meringis sakit.


" Argh." teriaknya seraya memegangi area kejantanannya yg terasa ngilu.


" Lemah ." Ejek Sofia seraya memukul wajah pria itu hingga jatuh.


Sofia menoleh kebelakang tepat dimana Amber berdiri. " Lemah." ejek Sofia kembali.


Amber dan beberapa bodyguard yg ikut bertarung menunduk malu mendengar ucapan Nona mereka.


Melihat keadaan hening yg hanya terdengar ringisan dari Daison membuat Sofia tersenyum miring.

__ADS_1


" Terlalu lengah." batinnya.


Tanpa aba aba Sofia memukul anak buah lawan hingga terjatuh dan tak sadarkan diri. Musuh yg melihat itu langsung tersadar kembali dan menyerang Sofia.


Amber dan yg lain juga kembali bertarung dan ingin membuktikan kepada Nona mereka jika mereka tidak lemah. Mereka mampu melindungi Nona mereka dan itu kenapa mereka ada disini.


*bugh


argh


Dor.


Sret*.


" **** ." umpat Sofia kala salah satu anak buah musuh menggores wajahnya.


" SIALAN." Bentak Sofia dan menyerang orang itu hingga tewas. Sofia mengeluarkan pistol yg ia simpan di saku belakang celananya dan langsung menembaki musuh membabi buta.


Dor


Dor


Dor


" Katakan kepada Tuan mu. Datanglah sendiri jika ia bukan pengecut." ucap Sofia dingin pada satu anak buah musuh yg masih ia biarkan hidup meskipun dengan kondisi yg mengenaskan.


Tepat setelah orang itu pergi dengan motornya. Bala bantuan yg dimintai oleh Amber baru datang. Total ada 10 mobil dengan motor sport yg datang. Mereka semua keluar dan turun dari kendaraan masing masing dengan wajah menunduk.


Sofia yg awalnya memunggungi mereka kini menghadap mereka dengan wajah dingin dan goresan yg tak terlalu lebar di pipinya.


Mereka yg melihat itu seketika berlutut dengan kepala menunduk.


" Kurasa kalian hanya membuang buang tenaga kalian datang kesini." Suara dingin itu masuk kedalam gendang telinga mereka dengan jelas.


" APA KALIAN TIDAK MALU DISAAT REKAN KALIAN YG JUMLAHNYA HANYA 12 ORANG HARUS MENGHADAPI MUSUH YG HAMPIR RATUSAN."

__ADS_1


" APA KALIAN SUDAH GILA, HA ?".


Mereka semua tak ada yg berani menjawab ucapan Nona mereka yg terlihat marah.


" Maaf Nona, kami terlambat."


" SAYA TIDAK BUTUH MAAF KALIAN."


" Perjalanan kami dihalangi oleh klan Mafia Devil. Hingga membuat kami terlambat datang. "


" Maaf." Sesal mereka.


" Cih. "


" SAYA TIDAK MENERIMA ALASAN APAPUN. PANTAS MAMA SAYA BISA TERLUKA PARAH JIKA ANAK BUAHNYA SAJA TIDAK BERGUNA." bentak Sofia.


" Saya kecewa dengan kalian."


Mereka yg tadinya menunduk seketika mengangkat wajah mereka ketika mendengar ucapan Nona mereka.


Wajah kekecewaan Nona mereka tampak jelas dimata mereka ditambah dengan nada kekecewaan yg amat sangat kentara.


Mereka merasa bersalah sangat merasa bersalah karena telah mengecewakan Nona mereka.


Sofia berjalan meninggalkan mereka diikuti Amber di belakangnya. Mereka memasuki mobil yg tadi mereka tumpangi dan melesat entah kemana.


Hening. Hanya keheningan yg menghiasi daerah sepi itu. Tak ada keramaian yg ada hanya sebuah rasa penyesalan yg amat sangat dalam.


" Kita gagal."


" Kita gagal menjaga Nona Muda."


" Tak berguna ."


Dan banyak lagi ucapan bersalah yg mereka ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2