Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 22


__ADS_3

Kilas balik kejadian 12 tahun lalu


Seorang gadis manis menatap kagum gedung didepannya. Matanya berbinar kala melihat betapa mewahnya desain gedung itu.


" Wah! gedungnya mewah " ucap gadis itu.


Wanita yg berada disampingnya tersenyum mendengar ucapan polos putrinya. " Suka hm?" tanya wanita itu. Dengan semangat gadis itu mengangguk. " suka suka banget ." ucap gadis itu , matanya menatap sekitaran gedung yg ramai dengan orang orang hingga matanya berhenti disatu titik.


" Ma " panggil gadis itu menarik gaun Mamanya. Wanita yg dipanggil Mama itu menoleh dan menyamakan tingginya dengan sang putri.


" Kenapa hm?"


" Itu Papa sama Abang " tunjuk gadis itu. Wanita itu mengikuti arah yg ditunjuk oleh putrinya , matanya membola kala melihat suaminya bersama wanita lain bahkan putranya juga yg sedang menggendong seorang anak kecil yg seumuran dengan putrinya.


" Ai gak salah liat kan Ma? itu Abang sama Papa kan? " tanya gadis itu menatap Mamanya meminta jawaban.


" Ai salah liat itu bukan Abang sama Papa sayang " jawab wanita itu. Bohong batin Sofia, mungkin Mamanya lupa jika dirinya sangat peka akan sesuatu ia tau jika saat ini Mamanya berbohong.


" Ayo masuk sayang kita beri selamat buat Om Ervan " ajak Balqis , Sofia mengangguk menggenggam erat tangan Mamanya.


Didalam gedung Sofia terus mengikuti Mamanya hingga mereka sampai didepan Ervan pemilik dari acara ini.


" Selamat Van untuk kemenangannya" ucap Balqis tersenyum manis.


" Makasih Qis. Eh ada ponakan Om sini !!" Sofia mendekat kearah Ervan dan memeluknya. " Selamat Om Ervan . Kok Om Ervan makin ganteng ya ? " tutur gadis itu yg membuat Ervan tertawa mendengarnya.


" Ia dong ganteng kan ponakan juga cantik " ucap Ervan. Sofia tertawa mendengar ucapan Omnya.


" Ma! Ai pengen kue itu " tunjuknya pada salah satu meja yg dipenuhi dengan berbagai jenis Cupcake dan dessert.


" Ayo ". Balqis membawa putrinya untuk mendapatkan kue yg ia inginkan tak lupa dengan Ervan yg juga ikut bersama mereka.


Disaat tengah asik memakan kue dirinya kembali melihat kehadiran Papanya.


" Om " Ervan menoleh ketika mendengar ponakan cantiknya memanggil. " Papa kenapa dateng sama tante itu ? " tunjuk Sofia.

__ADS_1


Ervan mengikuti arah yg ditunjuk Sofia dan kaget dengan apa yg ia lihat, dengan cepat ia menoleh kearah Balqis . " Are you ok?" tanya Ervan hati hati. " Yes " balas Balqis tersenyum manis.


Mendapati tak ada jawaban dari Omnya Sofia memilih untuk abai dan melanjutkan acara makan kuenya. Mungkin kalian bingung bukankah seharusnya anak yg berusia 8 tahun harusnya selalu bertanya tentang apa yg membuatnya penasaran. Namun ini Sofia putri spesial Balqis, pemikirannya berbeda dengan anak seumurannya bahkan ia memiliki tingkat kepekaan yg tinggi.


Di pertengahan acara suara teriakan orang orang memenuhi ruangan kala sebuah peluru melesat dan mengenai seorang pelayan.


Ervan yg melihat acaranya kacau dengan cepat bertindak meninggalkan Balqis dan Sofia. Namun beberapa pengawal di kerahkan untuk melindungi keduanya.


" Mama " tubuh Sofia bergetar kala mendengar suara tembakan yg terdengar jelas ditelinganya. Balqis memeluk erat putrinya sampai sebuah suara membuat tubuhnya menegang.


" Hai baby " suara berat dari pria didepan mereka membuat tubuh Balqis menegang kaku.


" Ka..Kairo " ucap Balqis pelan.


" Bagaimana kejutannya? " tanya pria itu dengan suara beratnya.


Pengawal yg dikerahkan untuk menjaga keduanya sudah bersiap dengan senjata ditangan mereka. " Para bawahan lemah " desis Kairo tersenyum remeh. Satu persatu dari mereka mulai melawan pria yg sudah membuat kekacauan ini.


Balqis memeluk erat Sofia seraya menutup telinganya agar putrinya tidak mendengar bahkan melihat apa yg sedang terjadi saat ini.


Melihat kondisi yg sudah tak kondusif Balqis meminta salah satu pengawal untuk menjaga dan membawa pergi putrinya.


" Pergi sayang " ucap Balqis. Ketika melihat putrinya sudah mulai menjauh dengan cepat Balqis berlari kelantai dua untuk mengalihkan perhatian Kairo agar putrinya tetap aman.


Kairo yg melihat Balqis berlari dengan cepat mengejarnya hingga kelantai dua.


" Kau mau kemana hm?." Balqis menatap dingin pria didepannya . " Apa mau mu ?" tanyanya terlampau dingin.


" Kamu baby " Balqis meludah tepat didepan pria itu hingga membuat pria itu mengeram marah. Suasana sunyi nan mencekam terasa jelas di lantai dua . " Sudah kukatakan aku tidak akan pernah menjadi milik mu " tekan Balqis. Kairo hanya tersenyum menanggapi ucapan wanita itu . " Pergi bersama ku dan tinggalkan lelaki brengsek itu " ucap Kairo.


Balqis tak habis pikir dengan pria didepannya , apakah ia sudah gila ?.


" Jika tidak bisa dengan cara lembut maka jangan salahkan aku jika menggunakan cara kasar ". Tepat setelahnya Kairo menyerang hendak menarik pergelangan tangan Balqis namun dengan cepat Balqis memukul tepat diwajahnya.


Perkelahian tak terelakkan , Balqis yg sudah mulai kewalahan menghadapi Kairo yg terus menghindar dari serangannya. " Kemampuan mu belum cukup untuk melwan ku sayang ".

__ADS_1


Ketika Balqis hampir tersungkur karena tendangan diperutnya Deka datang dengan beberapa pengawal terlatih dan mengambil alih menyerang Kairo berserta anak buahnya yg juga ikut datang membantu dirinya.


" AI " teriak Balqis kala sebuah peluru melesat kearah putrinya. Sofia yg terkejut mendengar teriakan sang Mama refleks menghindar namun naas kakinya yg tak bisa menyeimbangkan pergerakannya karena dirinya yg berdiri tepat diujung tangga , hingga membuat dirinya jatuh dari lantai dua.


Balqis berlari menghampiri putrinya yg sudah bersimbah darah di bawah sana. Balqis menangis histeris memangku kepala putrinya. Sofia yg masih mempunyai sedikit kesadaran tersenyum menatap Mamanya.


" Mari pergi baby " Kairo hendak menarik tangannya namun dengan cepat ditepisnya secara kasar. Balqis meletakkan kepala putrinya dengan hati hati dan menatap penuh amarah kearah Kairo. " BRENGSEK KAU KAIRO!! " Balqis menyerang Kairo membabi buta, amarahnya sudah mencapai puncak kali ini. Kairo yang mulai kewalahan menghadapi Balqis melesatkan satu peluru ke kaki Balqis hingga membuat wanita itu mengerang kesakitan.


" **** " umpatnya. Namun itu semua tak membuatnya menyerah ia sudah biasa dengan peluru seperti ini.


" Kau akan mati Kairo " desisnya dingin.


" Kita lihat siapa yg akan mati hari ini. Jika aku tak bisa memilikimu maka jangan harap pria lain bisa memilikimu." Sarkasnya tajam.


Akh


Energi Balqis sudah terkuras habis ditambah dengan beberapa peluru yg bersarang ditubuhnya. Tubuhnya ambruk dilantai seraya memegangi lengannya yg terus mengeluarkan darah.


Dor


Tembakan terakhir yg dilayangkan oleh Kairo membuat Balqis tak sanggup menopang tubuhnya lagi. Ia terbaring disamping tubuh putrinya yg juga tak berdaya. Mengenggam erat tangan putrinya seraya tersenyum manis meskipun keadaan keduanya jauh dari kata baik.


Hingga suara derap langkah kaki seseorang membuat dirinya bisa bernafas lega kala bantuan datang.


" BALQIS, AI" teriak Dimas kala melihat orang kesayangannya terkapar tak berdaya.


" MATI KAU KAIRO " Dimas menembaki Kairo hingga melukai lengan dan dada lelaki itu.


Perkelahian itu terhenti kala sebuah bom asap dilempar oleh anak buah Kairo dan membawa Kairo pergi dari sana.


" Ja...jaga putriku Ka..k " ucap Balqis terbata bata. Sofia sudah tak sadarkan diri karena tak sanggup menahan rasa sakitnya.


" Kita akan menjaganya sama sama. Bertahanlah " ucap Dimas.


" Di...dia a...akan ja...jadi mala petaka ba...bagi o...orang yg me...menyinggungnya " . Tepat setelah mengatakan itu Balqis memejamkan matanya dan tak sadarkan diri menyusul sang putri.

__ADS_1


Dimas membawa keduanya ke rumah sakit namun naas Balqis tak dapat diselamatkan dan Sofia mengalami koma hingga 6 bulan lamanya.


Kilas balik selesai


__ADS_2