Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 32


__ADS_3

Selly melempar asal tasnya ketika sudah sampai di apartemen. Ia menatap cermin rias didepannya lalu bergumam. " Gue cantik juga seksi. Tapi kenapa Varo gak tergoda sama sekali." Serunya geram dan melempar semua alat yg ada dimeja riasnya.


" Vanya , Sofia ..... dua wanita ****** yg menjadi penghalang." Setelah mengatakan itu ia tersenyum licik.


Wajah cantiknya memancarkan kelicikan yg amat kentara. Rencana demi rencana sudah tersusun rapi dikepalanya.


" Vanya Gerald.." Ucapnya tersenyum miring.


Ia mengambil ponselnya didalam tas yg ia lempari dan mencari kontak seseorang.


Setelah mendapatkan apa yg ia cari, ia lantas menghubungi orang itu.


" Gue punya tugas untuk lo.." ucapnya pada orang diseberang telepon.


Setelah mengakhiri panggilan itu ia tertawa seperti orang gila. " Tamat riwayat lo Vanya."


Selly terlalu gegabah, hingga lupa siapa orang dibalik seorang Vanya Gerald. Yg ada dipikiran nya saat ini hanyalah cara agar kedua wanita ****** itu menderita dan menjauhi pria idamannya.


" Varo hanya milik gue, dan selamanya milik gue ." ucapnya seperti orang yg terobsesi.


...****...


Plak


Sofia berdesis kala pipinya ditampar kuat oleh Haris, Papanya sendiri. Haris nampak emosi terbukti dari wajahnya yg memerah dan rahangnya mengeras hingga urat lehernya terlihat.


Sofia menatap dingin pria yg berstatus sebagai Papanya. Ia melihat tak jauh dibelakang tubuh Papanya , Nilam menangis dengan memegangi pipinya yg nampak merah.


" Heh, Saya sempat berpikir untuk memperbaiki hubungan ini bahkan sangat ingin."


Sofia tak membalas ucapan itu dan menunggu Papanya berucap kembali.


" Tapi melihat kau yg dengan teganya memukul dan menampar Nilam, membuat saya mengubur dalam dalam keinginan itu."


Tak hanya Papanya ,Sky pun menatapnya dingin seolah mempercayai itu semua.


Sofia tertawa pelan hingga tawanya membuat tangisan Nilam terhenti.


" Jangan pernah menarik kembali ucapan Anda Tuan Haris." dinginnya. Ia mendekati Nilam dengan langkah tegasnya hingga membuat Nilam meringsut takut.


" Jangan mendekatinya." Ucapan dingin akhirnya keluar dari mulut seorang Sky Aziel Dirgantara. Sofia menatap dingin tangan yg menghalanginya dan berkata. " Menyingkir. " tekannya dingin.


Namun Sky masih mempertahankan posisinya.


" Jangan salahkan gue jika bersikap kasar. " Desis Sofia melintir tangan Sky kebelakang dan mendorongnya kuat.


" SOFIA." Teriak Haris melihat perbuatan tidak sopan Sofia.


" Gue gak pernah main main dengan ucapan gue."


" Jika Anda juga ikut menghalangi. Saya pastikan Rs sudah siap dengan semua peralatannya." smirk Sofia licik.


Ia kembali melangkah dan melanjutkan tujuan awalnya. Ia menarik kasar tangan Nilam hingga pelukan Lea terlepas dan mendorongnya kelantai.

__ADS_1


Akh


Sofia mencengkram kuat kedua sisi wajah Nilam hingga membuatnya mering


" Oh. Ini alasan kenapa tua bangka itu nampar gue." Sofia mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum miring.


" Sakit Ya." ucap Sofia mengusap pelan pipi merah Nilam.


" JANGAN SENTUH PUTRIKU SOFIA." Teriak Lea histeris kala Sofia kembali mencengkram kuat pipi Nilam hingga kukunya menancap.


" JANGAN TINGGIKAN SUARA LO DIHADAPAN GUE . *****."


" Lo pasti bilang ke mereka kalo gue yg udah nampar lo. Right?"


" Kira kira kapan gue nampar lo? bukannya hari ini kita gak ada ketemu." Wajah Nilam sudah pucat, ia memanggil Mamanya.


" Mama." ucapnya pelan.


Sret


Lengan Sofia ditarik kasar oleh Sky hingga cengkeramannya terlepas.


" Jangan pernah lo sakiti adek gue." desis Sky tajam dan menusuk. Namun itu semua tak mempan untuk Sofia.


Sofia yg sudah kepalang kesal langsung memukul Sky hingga pria itu tersungkur.


BRUGH


Haris yg melihat Putranya hampir tumbang dengan cepat mengehentikan pertengkaran itu.


" CUKUP."


Sofia tak mengindahkan teriakan itu, ia terus memukul wajah Sky hingga berdarah dan lebam. Sudah lama ia ingin memukul wajah Abangnya itu , ia melampiaskan semua kekesalan kepada Sky dengan pukulan itu.


Pertengkaran itu akhirnya terhenti karena Haris yg menarik Sofia menjauh dari Sky.


" Kau gila Sofia. Dia Abang mu.".


" Gue gak punya Abang brengsek kayak dia."


" GUE BUNUH LO SKY ANJING." Sofia berteriak ketika melihat Abangnya hendak berdiri.


" CUKUP. CUKUP SOFIA." Sofia menatap tajam Lea yg kembali berteriak didepannya.


" LO TULI HA!! JANGAN BERTERIAK DIHADAPAN GUE. BANGSAT."


Sofia menampar keras wajah Nilam hingga bibir wanita itu berdarah.


Plak


" NILAM." Teriak mereka serempak.


" Gue kabulin keinginan lo. Lo ingin gue yg nampar lo kan? gue kabulin tepat didepan mata mereka agar lebih percaya."

__ADS_1


" KURANG AJAR KAU SOFIA." Lea menarik tangan Sofia namun ditepis kasar olehnya hingga membuat Lea terjatuh.


" Wanita pembunuh kayak lo gak pantas nyentuh gue."


" SOFIA." Teriak Haris habis kesabaran.


" APA HA? MAU NAMPAR? AYO SINI TAMPAR. BUNUH GUE SEKALIAN BIAR GUE BISA NYUSULIN MAMA GUE."


Haris seketika terdiam mendengar perkataan Sofia.


" KALIAN SEMUA UDAH BUNUH MAMA GUE. DAN SEKARANG ANAK SIALAN INI JUGA MAU BUNUH GUE PERLAHAN."


*Plak


Bugh


Akh*


Sofia membanting dan memukul Nilam hingga wanita itu hampir pingsan.


" Ini balasan karena lo udah fitnah gue. "


" AKH. NILAM." Lea berlari menghampiri putrinya yg sudah hampir pingsan karema ulah Sofia.


" Kali ini mungkin hanya pingsan tapi lain kali, gue pastiin lo pingsan untuk selama lamanya."


" Apa salah Putriku hingga kau dengan kejam memukulnya . Ia punya penyakit ." tangis Lea pecah memeluk Putrinya yg lemah.


" Kesalahan lo dan putri lo banyak hingga sangat susah untuk dihitung. Wajah lo adalah wajah yg paling gue benci seumur hidup gue."


" Lo tau gara gara lo Mama gue harus meninggal , dan gara gara lo juga keluarga gue hancur. "


"KENAPA LO HARUS MASUK KEDALAM KELUARGA GUE LEA."


Ruang tamu kediaman Dirgantara mendadak sunyi hanya ada teriakan menyakitkan Sofia yg terdengar diruangan itu. Para pelayan dan pengawal menatap sedih Nona Mudanya. Terlalu banyak beban kesedihan yg ditanggung oleh Nona Muda mereka.


" Seandainya lo gak hadir malam itu. Mama gue masih hidup sekarang. Dan seandainya lo gak hadir malam itu kejadian memalukan itu tak akan pernah terjadi."


" Kenapa? KENAPA HARUS DIA. KENAPA GAK LO AJA YG MATI MALAM ITU, KENAPA HARUS MAMA GUE."


Tangis Sofia pecah dadanya terasa sesak kala mengingat kejadian kelam beberapa tahun lalu yg membuat keluarganya hancur dan membuat Mamanya harus meregang nyawa.


" Kurang baik apa Mama gue." lirihnya disela sela tangisnya.


Sky hendak mendekati Sofia namun kakinya seolah tak mau melangkah. Ia menunduk dalam tak kuasa melihat kesedihan adiknya.


Rasa bersalah kembali bersarang di hati Haris. Ia menyesali segala ucapannya terutama ucapan tidak ingin memperbaiki hubungan mereka.


Sofia mengusap kasar air mata yg membasahi pipinya dan menatap dingin mereka.


" Lindungi diri Anda dengan baik Nyonya Lea , karena dia sedang bersiap untuk menghancurkan anda."


Tubuh Lea menegang, ia jelas tau siapa Dia yg dimaksud oleh Sofia. Seorang pria yg sangat terobsesi dengan mendiang Mama Sofia, Kairo Gerald. Namun yg Sofia maksud bukanlah pria itu. Ada apa ini? mungkinkah Sofia salah orang ataukah Lea yg salah orang.

__ADS_1


__ADS_2