Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 65


__ADS_3

"NONA MUDA. AWAS!!"


Dor


Waktu seakan berhenti berputar. Tubuh mereka seketika menegang dengan tatapan tak percaya. Semua orang diam membisu akan kejadian yg baru saja terjadi.


"SOFIA!! "


" BRENGSEK! "


Varo mengangkat pistolnya dan menembaki seorang Pria yg sudah berani melukai istrinya.


Dengan kaku Sofia menoleh ke belakang. Dan dapat ia lihat seorang Pria tersenyum miring menatapnya. Bahkan peluru yg melesat menembus bahunya tak ia Indahkan sama sekali.


Varo berlari dengan cepat dan menangkap tubuh istrinya yg hampir jatuh. Tangan Varo bergetar ketika melihat darah melumuri tangannya.


Sedangkan Deka langsung mengambil alih pasukan untuk menyerang Kairo. Pria kejam yg sudah membuat dunia seorang Sofia pergi.


" BRENGSEK! BUNUH DIA. " Teriak Varo pada bawahannya.


Air mata Amber seketika meluruh. Jantungnya seakan berhenti. Dengan tangan bergetar ia meraih sebelah tangan Sofia.


" S... Sofia. " Lirihnya.


Sofia hanya tersenyum dan membalas genggaman Amber. Lalu tatapannya beralih kepada Pria yg sedang memangkunya erat.


Dengan lemah Sofia mengusap pelan rahang tegas suaminya.


" Ayo kerumah sakit. " Sofia menggeleng kala tubuhnya hendak diangkat.


" Bantu Paman Deka. Aku gak papa. " Tukas Sofia meskipun darah terus mengalir dari perutnya.


Dengan keras Varo menggeleng. Mana mungkin ia meninggalkan istrinya. Saat ini yg terpenting adalah keselamatan Sofia, Istrinya.


Argh


Deka berteriak kala lehernya di jepit dan tubuhnya di tendang. Hal itu membuat Sofia menatap tajam Kairo. Siapa pria itu? Tunggu, kenapa ia merasa pernah bertemu dengan Pria itu.


" Bantu Paman Deka! Biarkan Amber yg menjagaku. " Sofia mengenggam erat tangan Varo. Ia tau bahwa pria itu sedang khawatir akan dirinya.


Sofia tersenyum dan kembali mengusap rahang Pria itu.


" Aku tidak akan mati, Varo. Aku akan bertahan dan menunggumu . " Sofia berusaha bangkit meskipun rasa sakit mendera dirinya.


Namun ratusan bahkan ribuan nyawa sedang menunggu dirinya untuk membantu. Sudah ia katakan meskipun dirinya tiada mereka harus mati.


" Ai!! Ok. Aku akan bantu mereka tapi kamu tetap disini bersama, Amber. " Varo mengalah dan menatap lembut wanita didepannya.


" Aku akan ikut. Aku pemimpin mereka. Tak akan aku biarkan mereka meregang nyawa hanya karena melindungi ku. " Varo dan Amber menggeleng keras.


" Sudah tugas kami untuk bertaruh nyawa buat lindungin Lo. " Tegas Amber.


" Dan tugas Gue juga buat lindungin kalian."

__ADS_1


Srek


Sofia merobek bajunya dan melilitkan dilukanya. Setidaknya hal itu bisa sedikit mengurangi pendarahannya.


" Mari berjuang dan tetap aman. " Ucap Sofia ketika melihat keluarganya datang bersamaan dengan pasukan mereka.


Lawan mereka kali ini tak bisa dianggap remeh. Kairo Wijaya Mafia terkejam di Spanyol sekaligus musuh paling bahaya dari keluarga Aileen dan Rayder. Terbukti dengan Pria itu yg membawa ribuan pasukan untuk pertempuran kali ini.


" Waw. Selamat datang Tuan Joan dan Tuan Dave. " Ucap Kairo tersenyum miring dengan Leo di sampingnya.


Mereka saat ini saling berhadapan satu sama lain. Sofia berdiri ditengah dengan diapit oleh Varo, Dave, Alanda, Alvian, Aska, Aulia, Amber dan juga Deka disebalah Kiri. Sedangkan disebalah kanannya ada Joan, Haris, Sky, Sean, Indah Zaki,dan juga Arga.


Formasi mereka saat ini seakan menjadi perisai untuk berlian kelurga mereka. Kairo hanya tertawa sarkas melihat itu.


" Hay baby, kita bertemu lagi. Maaf untuk luka perut mu. " Ucap Kairo dengan raut bersalahnya namun sedetik kemudian ia tertawa iblis.


" Brengsek! Kau hanya akan menghantar nyawamu sendiri Kairo Wijaya. " Desis Varo tajam.


" Benarkah? Bukankah kau hanya akan mempermalukan diri sendiri di hadapan ribuan orang? " Ujar Varo santai dengan tangannya yg tak pernah lepas dari pinggang Sofia.


Hal itu membuat Kairo mengeram marah. Berani sekali dia menyentuh wanita miliknya.


" ****. Lepaskan tangan mu brengsek. Pria sepertimu tak pantas untuknya. Kalian berdua tak pantas untuk wanita secantik Bilqis dan Sofia. " Desis pria itu.


" Bilqis? " Ulang Sofia tak mengerti. Bagaimana pria ini bisa tau nama Mamanya.


" Kenapa baby? Kau lupa dengan kejadian 12 tahun lalu? Kejadian dimana aku menembaki ibu mu. " Ucap Kairo dengan santai tanpa rasa bersalah.


" Bukan Nona. Dia adalah pelakunya Rio hanya bonekanya. " Tubuh Sofia melemah jika tak ditahan oleh Varo maka ia akan jatuh.


Apa? Jadi selama ini ia salah sasaran. Dendamnya membuat orang lain mati tak bersalah. Apa ini maksud dari mimpinya malam itu.


" Haha kenapa baby? merasa bersalah karena salah sasaran. Haha kenapa kamu sama seperti ibu mu. Sama sama bodoh dalam memiliki suami. " Tangan Sofia mengepal dengan amarah yg amat kentara dibola matanya.


Dendam serta kebencian bersatu dalam matanya. Pria ini yg sudah membunuh Mamanya. Pria ini yg sudah membuat dunianya hancur. Pria ini yg sudah mengubah hidupnya.


Dengan gerakan cepat sebuah peluru melesat menembus perut pria itu.


Dor


Arg


Tuan


Leo terkejut kala secara tiba tiba sebuah peluru mengenai tubu Tuannya. Bahkan ia saja tak menyadari gerakan cepat Sofia, padahal sedari tadi ia terus memperhatikan gerak gerik wanita itu.


" Kurasa membunuh satu orang lagi bukan masalah. " Setelah mengucapkan itu Sofia maju dan memukul tepat mengenai rahang tegas Pria itu.


" Bagus. Wanita ku harus berani. " Seringai Kairo.


Melihat Sofia yg maju menyerang. Mereka tak tinggal diam pertarungan kembali dimulai. Varo membantu istrinya sedangkan Arga serta Deka melawan Leon tangan kanan Kairo yg kemampuannya setara dengan mereka.


Sofia nampak kewalahan karena lukanya yg semakin sakit hingga membuatnya jatuh terduduk.

__ADS_1


Varo terus melawan Kairo. Pukulan dan tembakan berhasil ia hindari hingga satu peluru berhasil menembus dada sebelah kanan Kairo.


Uhuk


" Sudah ku katakan untuk tidak menganggu istriku. "


Bugh


Akh


Kairo menarik kaki Varo hingga tubuh Varo tersungkur namun hal itu tak berlangsung lama karena dengan cepat Varo kembali mendominasi pertarungan.


Dor


" Akh" Sebuah peluru yg datang entah dari mana tepat mengenai kaki Kairo.


" Tuan. " Leo segera menghampiri Tuannya yg nampak kesakitan.


" Menyerahlah Kairo. " Semua orang terdiam mendengar suara yg sangat asing ditelinga mereka.


Namun tidak bagi keluarga Aileen. Suara itu adalah suara yg sangat mereka kenali. Aulia menutup mulutnya tak percaya dengan apa yg ia lihat. Suaminya, Suaminya kembali setelah di kabarnya meninggal beberapa tahun silam.


" Ayah. " Lirih Sofia menangis haru.


Dimas tersenyum sekilas menatap putrinya. Lalu melangkah dimana Kairo berada.


" Bawa istrimu kerumah sakit. Biar saya yg menangani di sini. " Ucap Dimas menepuk bahu Varo.


" Tak semudah itu. " Desis Kairo yg hendak menembaki Varo namun wajahnya lebih dulu ditendang oleh Dimas.


" Hari ini kau akan mati. " Sarkas Dimas. Leo yg melihat Varo mendekati Sofia diam diam mengangkat pistolnya dan....


Dor


" Brengsek. " Dimas menghajar keduanya membabi buta hingga Leo nyaris tak sadarkan diri.


" Ai... " Suara Varo bergetar ketika tubuh istrinya meluruh dalam pelukannya.


Sofia hanya tersenyum seraya meresapi setiap rasa sakit yg menghujam tubuhnya. Arga yg melihat putrinya terluka tak terima. Dengan membabi buta dia menembaki semua musuh.


" BERENGSEK. "


" BUNUH MEREKA. "


" SOFIA?!!! "


" BAWA PUTRIKU KERUMAH SAKIT. BIAR KAMU YG BERESKAN KEKACAUAN INI. "


Dengan cepat Varo membopong tubuh lemah istrinya diikuti Rafa di belakang nya yg setia mengikuti sembari menembaki musuh yg hendak mendekat.


" KERUMAH SAKIT, SEGERA. "


" LEBIH CEPAT SIALAN. "

__ADS_1


__ADS_2