
Sofia menatap ngeri makanan didepannya. Apa ini telur goreng? batinnya sebab terdapat bulatan ditengahnya seperti telur mata sapi, tapi kenapa warnanya hitam pekat?. Sofia menatap Suaminya yg juga menatap ngeri hasil masakannya sendiri.
Varo menarik napasnya lelah. " Kita pesan aja ya?" tawarnya. Sofia seketika tertawa kala melirik arah dapur yg seperti kapal pecah.
" Kamu habis masak apa habis perang sih." tawanya lagi. Varo menatap kesal istrinya yg sedang menertawainya.
Hingga sebuah elusan lembut pada rambutnya membuat dirinya yg tadi menunduk menjadi mendongak. Yg ia lihat adalah istrinya yg sedang tersenyum manis kearahnya.
" Maaf kamu jadi gak bisa sarapan." cicitnya dalam pelukan Sofia. Sofia tersenyum dan mengusap rambut Varo yg memeluk erat pinggang rampingnya.
" Gak papa. Kita bisa suruh pelayan yg masak buat sarapan."
" Tapi kamu jadi telat sarapannya."
" Gak papa, kamu kan udah usaha. "
Varo masih merasa bersalah karena membuat istri kecilnya telat untuk sarapan. Sudah membuat dapur seperti kapal pecah, iya kalo makanannya jadi , lah ini jangan kan jadi, dimakan aja gak layak. Varo mengutuk setiap alat yg sudah ia sentuh terutama makanannya. Ia menatap makanan itu seperti menatap musuhnya.
" Bik. Tolong buatin kita nasi goreng untuk sarapan." pinta Sofia kala melihat salah satu pelayan yg hendak memasuki area dapur.
Pelayan itu mengangguk dan segera melakukan perintah Nonanya. Ia sesekali melirik kearah Tuannya yg sedang memeluk Nonanya seperti anak kecil dengan tangan Nonanya yg mengusap rambut Tuannya.
Setelah hampir 15 menit menunggu, akhirnya sarapan mereka sudah selesai dihidangkan.
Ketika akan memasukkan sesendok nasi kedalam mulut, Suara seorang wanita membuat Sofia tak jadi memasukkan makanannya, lain hal dengan Varo yg dengan santai memakan makanannya.
Sofia mendelik kesal kala wanita itu duduk didekat Suaminya tanpa izin.
" Kebetulan aku juga belum sarapan." ucap wanita itu yg tak lain adalah Vanya, tunangan Suaminya.
" Gak ada yg nanya." Sarkas Sofia kesal.
Vanya tak menghiraukan ucapan Sofia dan malah dengan lancang memeluk lengan Varo.
Sofia melotot tajam kala tangan Vanya memeluk erat lengan suaminya.
" Aku boleh ikut sarapan?" tanyanya kepada Varo namun tak digubris oleh Varo. Jangankan melirik menganggap ia ada saja tidak.
__ADS_1
Srett
Akhh
Vanya terduduk dilantai kala Sofia menarik tangannya yg memeluk lengan Varo. Ia menatap tajam Sofia dan dibalas tatapan tak kalah tajamnya oleh Sofia.
" Lo masih punya harga diri gak sih." sentak Sofia. " Kalo lo mau sarapan, Restoran udah banyak yg buka. Rumah gue bukan tempat penampungan orang murahan kayak lo."
Wajah Vanya seketika memerah mendengar hinaan Sofia. Ia menatap Varo untuk meminta pertolongan namun Varo malah dnegan santai menyantap makanannya.
" Gak usah natap Suami gue. Najis!! " sarkas Sofia menghadang pandangan Vanya untuk menatap Varo.
Vanya mengepal erat tangannya. " Dia tunangan gue ." ucap Vanya.
" Woy sadar!! jangan tidur mulu. Orang yg lo sebut tunangan itu Suami gue. Lagian gue bingung , kenapa lo malah mau mau aja diajak tunangan sama si brengsek ini."
Varo seketika menatap datar Istrinya, apa katanya tadi brengsek?.
" Khem." Varo berdehem untuk menegur Sofia atas ucapannya tadi. Namun ia malah mendapat perkataan pedas dari mulut istrinya .
" Apa? kamu emang brengsek udah punya istri tapi malah tunangan sama wanita ini, kamu sehat ? atau udah gak waras." Pedas Sofia membuat Varo tak jadi menegurnya.
" Ini rumah Varo bukan rumah Lo."
" Situ lupa ? harta Suami harta Istri tapi harta Istri ya harta Istri." Ucapan Sofia membuat Varo mengusap dadanya sabar. Sungguh Istri yg baik hati pikir Varo.
" Udah gak usah natap gue kayak gitu. Mending sekarang lo pergi cari makan biar ada tenaga buat rayu Suami gue. Udah sana !!."
Vanya mengepal erat kedua tangannya dan pergi dari kediaman Varo. "Akan gue bales lo Sofia." batinnya penuh amarah.
Setelah kepergian Vanya, Kini Sofia sudah bisa menyantap makanannya dengan tenang.
" Urus sana para simpanan kamu. Kayaknya mereka kurang belaian deh." ucap Sofia setelah selesai sarapan.
" Aku gak punya simpanan." bantah Varo.
" Terus tadi apa? selingkuhan?" sanggah Sofia.
__ADS_1
" Kamu kan udah tau " pasrah Varo pada akhirnya. Karena berdebat dengan Sofia hanya akan menguras energi.
"Pokoknya aku gak mau tau kamu harus batalin pertunangan kamu dengan Vanya atau Aku akan pergi." ancam Sofia.
Raut wajah Varo sudah berubah dingin dengan tatapan tajam kala mendengar ucapan Sofia yg ingin meninggalkannya.
" Percuma, Aku gak akan takut sama tatapan kamu. Aku tunggu kabarnya hingga jam makan siang, kalo gak aku beneran akan pergi dan akan aku pastikan kamu gak akan bisa menemukannya."
Tanpa sepatah katapun Varo berdiri dari duduknya dan meninggalkan meja makan dengan ekspresi tak bersahabat.
" Batalkan pertunangan ku dengan Vanya sekarang. juga ." tekan Varo dingin.
Breaking News !
Berita menghebohkan sang penguasa Varo Rayder membatalkan pertunangannya dengan artis sekaligus modeling terkenal Vanya Gerald. Tidak ada yg tau alasan sang penguasa membatalkan pertunangan mereka, hingga beberapa spekulasi dari warganet bermunculan. Apakah artis Vanya Gerald berselingkuh ataukah rumor tentang istri sang penguasa benar adanya. Ikuti terus berita selengkapnya.
Sofia tersenyum puas dengan berita yg didapatnya. " Pilihan yg bijak." batinnya.
Sedangkan disisi lain, Vanya mengamuk karena Varo membatalkan pertunangan mereka secara sepihak.
" ****** sialan." desisnya. Ia tak terima sangat tidak terima , ia harus menemui Varo sekarang juga.
Dret dret
" Halo Pi." ucapnya kala panggilan itu tersambung.
" Jangan menemui Varo!!" tegas Papinya.
" Gak Vanya harus menemui Varo. Vanya gak terima Pi." tolaknya keras.
" De.."
Tut tut
Vanya memutuskan sambungan telepon dengan Papinya dan segera menuju perusahaan Varo, tempat dimana Varo berada.
" Sial. Siapkan penerbangan kita akan menyusul putriku." perintahnya pada sang asisten.
__ADS_1
" Tapi Tuan keadaan kita tidak memungkinkan sekarang. Perusahaan sedang dalam ambang kebangkrutan dan keadaan kita yg juga sedang diawasi oleh Mafia Cruel darkness ."
Pria itu memukul meja kerjanya hingga retak.Ia harus menemui putrinya namun keadaannya juga sedang mendesak sekarang. Ia bersumpah akan membalas semua perbuatan Varo kepada putrinya berkali kali lipat.