Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 31


__ADS_3

Selly berjalan dengan angkuh memasuki loby perusahaan KR Company. Berita tentang pertunangan sang penguasa yg batal membuatnya menjadi angkuh seakan mengatakan jika hanya dirinyalah wanita satu satunya yg pantas bersanding dengan sang penguasa.


Dilain sisi perusahaan, Sofia menatap bingung Selly yg berjalan dengan angkuh. Dirinya yg dipaksa untuk mengantarkan makan siang oleh sang suami, menatap bingung Selly. "Dia sakit?".Ucapnya entah kepada siapa.


.


Brak


" Gila." ucap Ryan menggebrak meja didepannya . " Ini baru temen gue." sambungnya bangga.


Adam menatap jengah sahabatnya yg satu ini. " Lo yakin? bukannya kemarin rencananya gak kayak gini?." Tanya Adam kepada Varo.


Varo mengangguk, ia juga bingung kenapa plot rencananya bisa berantakan. Yg pasti ia tidak ingin istri kecilnya pergi meninggalkan dirinya.


Adam menatap sinis sahabatnya . " Apa gue bilang . Takut kan lo ditinggal sama Sofia" sindirnya.


" Sekarang gimana? rencana awal udah gak bisa dipakai." ujar Marvin.


" Rencana b."


Semua sahabatnya langsung memfokuskan atensi mereka kearah dirinya.


" Apa?" tanya Ryan serius.


" Hancurkan secara diam diam dan lenyapkan." Ucapan Varo membuat sahabatnya bergidik ngeri.


" Kapan kita akan me...."


Ucapan Adam terpotong karena pintu yg diketuk dari luar dan menampilkan sosok cantik dibaliknya.


Mata Ryan langsung menjadi seger kala melihat bidadari cantik didepannya.


" Bidadari Vin." ucapnya. "cantik banget gila." tambahnya.


Varo langsung bergumam kala tatapan mengagumi dilayangkan kepada istrinya.


Ryan langsung menggaruk tengkuknya yg tidak gatal. " Eh Bu bos ternyata." ucapnya.


" Gue kira bidadari dari mana. Cantik banget soalnya." tambahnya semakin membuat Varo panas dingin.


Sofia tertawa kecil melihat respon Ryan. Dan hal itu membuat Ryan lagi lagi terpesona.

__ADS_1


" Tahan Vin!! gue mau pingsan." ucapnya seraya berakting seperti mau pingsan seraya memegang dadanya.


" Sadar bego!!." Marvin memukul kepala belakang Ryan dan berkata. " Lo mau diamuk macan." Ryan langsung duduk tegak dan menatap ngeri ekspresi Varo.


" Damai kita damai." ucap Ryan.


Sofia menggeleng melihat tingkah absurd Ryan. Si gak bisa diem disatukan dengan si kutub utara, si cuek dan si sok cool membuat pertemanan mereka seperti kucing dan tikus.


" Ini makan siang kamu." Sofia meletakkan makanan yg ia bawa di meja Varo.


Varo beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri istrinya yg sedang menata makanan dimeja kerjanya.


"Eh" kagetnya kala tangan besar dan berotot Varo memeluk pinggangnya dari belakang.


Kalian tau bagaimana ekspresi para jomblo yg melihat mereka. Ryan menggigit bantal sofa yg dipegangnya, Marvin langsung mengalihkan pandangannya, dan Adam yg seperti orang menahan berak.


Marvin seketika bergumam untuk memecahkan keheningan yg seketika melanda ruangan itu.


" Kalo gitu kita pulang dulu." ucapnya berdiri dari duduknya dan menarik merah belakang Ryan.


" Dam, Adam." sentak nya karena Adam yg tetap bertahan dengan ekspresinya yg menggelikan.


" I...iya ki..kita pulang dulu." gugupnya.


"Kalian udah makan siang?" tanya Sofia kala melihat mereka yg hendak pergi.


" Nanti aja. Var duluan." ucapnya dan menarik kedua sahabatnya pergi seperti menyeret anak anjing.


" Kok pergi sih?."


" Mereka bisa makan sendiri baby."


Sofia mengangguk mengerti. " Kamu makan dulu sana !! aku mau ke toilet." ucapnya.


Varo langsung melepas pelukannya dan membiarkan istrinya pergi ke toilet yg ada dikamar pribadinya.


Varo menatap lapar makanan yg ada dimeja. Ia menggulung lengan bajunya hingga siku dan mulai mencicipi satu persatu makanan yg ada dimeja.


Tapi, acara makannya harus terhenti kala sebuah suara masuk ke gendang telinganya dan menampilkan wanita dengan pakaian seksi masuk tanpa permisi kedalam ruangannya.


" Hai sayang." sapa Selly dengan senyuman lebarnya. Bersamaan dengan itu pintu kamar pribadi Varo terbuka dan menampilkan sosok Sofia dengan gaun selutut nya.

__ADS_1


Selly menatap kesal Sofia yg dengan santainya berjalan dan duduk dipangkuan Varo.


" Wanita sialan." desis Selly tak terima.


Sofian menatap Selly dengan menjulurkan lidahnya seolah mengejek. Selly mengeram marah dengan wajah yg memerah.


Sofia melirik sinis Varo, karena mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tangannya sudah melingkar indah di pinggang ramping Sofia dengan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sofia.


Hal itu semakin membuat Selly panas dingin.


" Ada apa ya? hingga membuat Nona Selly datang keruangan suami saya dengan pakaian kurang bahan." ucap Sofia dengan menekan kalimat terakhirnya.


" Aaa saya tau." Sofia mengusap dagunya dengan jari telunjuk seolah berpikir.


" Anda mau menggoda suami saya?"


Skakmat, Selly dibuat mati kutu akan ucapan Sofia.


Sofia menggeleng lalu berkata dengan memeluk leher Varo. " Tapi sepertinya tidak perlu. Karena saya bisa memuaskan suami saya sendiri dan pastinya suami saya tidak akan tergoda. Kenapa?" Sofia menjeda ucapannya dan mencium bibir Varo Sekilas.


" Karena saya lebih seksi dan lebih memuaskan dari pada anda ."


Cukup , Selly sudah tidak bisa menahan hinaan ini . Ia menatap tajam Sofia lalu pergi dari ruangan Varo dengan wajah memerah.


Ia kira dirinya sudah menang karena pertunangan Varo dan Vanya batal, tapi ia melupakan satu hal Sofia, Istri Varo.


Sofia berdecak sinis dan hendak berdiri dari posisinya, namun Varo menahan pinggangnya dan malah mencium bibirnya.


"Emmm" Sofia memukul dada Varo.


" Selesaikan makan siang mu." ucapnya kala ciuman itu terlepas.


" Bagaimana jika ganti menunya?"


" Ganti menu?" bingung Sofia.


" Kurasa memakan mu akan lebih enak dan nikmat pastinya."


Sofia seketika menegang kala bibir basah Varo mendarat sempurna dileher putihnya.


" Enggak" teriaknya langsung berdiri dan menjauh dari Varo.

__ADS_1


Wajahnya seketika memerah kala mengingat kejadian malam dimana mereka melakukan malam pertama. Varo tertawa melihat pipi merah merona istrinya. Sungguh lucu pikirnya.


__ADS_2