Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 46


__ADS_3

Amber masih bingung dengan sahabatnya ini. Bukankah kemarin ia mengatakan akan membunuh dua parasit itu. Lalu kenapa sekarang malah dihukum dengan hukuman bangsawan Clayde.


" Lo serius?" tanya Amber sekali lagi.


" Entah lah." ucapnya.


" Bukannya kemarin lo bilang akan bunuh mereka?"


" Awalnya emang iya. Tapi malam itu gue mimpi ketemu Mama. Mama bilang setiap manusia punya kesempatan kedua asala mereka mai berubah." Sofia menjeda sejenak ucapannya.


" Dan ya, Gue mutusin buat hukum mereka aja. Bukankah hukuman bangsawan Clayde lebih menyeramkan dari pada kematian?".


" Iya juga sih. Terserah lo aja sih, gue akan selalu dukung lo."


"Makasih Am." Sofia tersenyum tulus kearah Amber.


" Suami lo mana?"


" Kantor. Makanya gue kesini."


Amber hanya ber oh ria tanda mengerti. Sofia kembali terdiam dengan segala pemikirannya yg melalang buana.


" Gue kenapa mendadak ragu Ya, Am." perkataan Sofia membuat Amber mengernyit bingung.


" Maksudnya?"


" Lo tau? Mama gak hanya bilang buat kasih mereka kesempatan kedua. Mama juga bilang gue harus hati hati karena dia menargetkan gue. Sama kayak Mama." jelas Sofia.


" Dan entah kenapa gue jadi ragu. Takut gue salah sasaran selama ini."


" Tapi bukannya dari penyelidikan kita udah nunjukin kalo memang dia orang nya?"


" Semua bisa di palsukan kan?"

__ADS_1


" Terus sekarang rencana lo apa?"


" Entah lah gue pusing."


Sofia mendapatkan mimpi itu pada malam hari dimana tangannya terluka karena menahan tusukan Nilam.


Dalam mimpi itu, Mamanya berkata untuk memberikan mereka kesempatan kedua. Awalnya Sofia tidak terima karena mereka telah membuat Mamanya meninggal. Namun setelah dipikirkan lagi perkataan Mamanya benar. Akan ia buat mereka merasakan yg namanya hidup segan mati tak mau.


Hukuman bangsawan Clayde, adalah hukuman yg sangat menyeramkan bagi orang oran. Bukan tanpa sebab, hukuman mereka membuat orang yg merasakannya seperti di neraka , mereka akan merasakan ketakutan setiap hari hingga banyak yg memilih bunuh diri ditengah hukuman mereka.


Cambuk, sayatan, suara suara aneh .Itu adalah hal yg menyeramkan. Mereka akan dihukum di sebuah rumah yg megah dengan segala fasilitas yg lengkap. Namun jangan salah dibalik kemegahan itu tersimpan sebuah hal yg sangat menyeramkan. Siapa pun yg mendapat hukuman itu akan dicambuk setiap hari kurang dari 20 cambukan untuk wanita dan 30 cambukan untuk pria. Setelah dicambuk mereka akan diobati lalu dicambuk lagi pada keesokan harinya dan berlanjut setiap harinya sampai hukuman mereka selesai.


Tak hanya itu jika kesalahan mereka berat tak hanya cambuk namun juga sayatan akan mereka dapatkan. Seperti dicambuk mereka juga akan diobati lalu dilukai kembali. Pada malam harinya mereka akan mendengar suara suara aneh seperti jeritan kesakitan dan juga suara tawa yg sangat menyeramkan.


Bisa dibayangkan seberapa menyeramkan nya?


Ok back to topik.


Entah lah, kepalanya serasa sakit memikirkannya. Jika memang ia salah orang lantas siapa orang yg sudah membunuh Mamanya?.


" Bagaimana jika kita tanyakan saja pada, Paman Deka." usul Amber.


" Dia gak bisa dihubungi."


" Kenapa?"


" Lo bodoh ya? Paman Deka kan lagi ke pulau X buat memperketat keamanan disana sekaligus memantau kondisi disana."


Amber tertawa bodoh. Ia baru ingat akan hal itu. Amber menggaruk tengkuknya yg tidak gatal sambil tertawa bodoh.


" Terus si Selly gimana?" tanya Amber mengalihkan topik.


" Dia kan lagi berusaha buat rebut suami lo." Amber memperjelas ucapannya ketika melihat Sofia yg bingung.

__ADS_1


" Ngapain? tanpa kita bertindak pun di akan mendapat balasannya sendiri."


" Dia kan punya bekingan kuat?"


" Lo lupa siapa yg sudah ia buat kecelakaan? mau sekuat apun orang di belakangnya kalau sudah berurusan dengan Mafia Spanyol mati adalah jalan terakhirnya."


" Lo bener. Si Rio gak akan lepasin orang yg udah buat putri kesayangannya celaka."


Disisi lain, Varo sedang terlibat pembicaraan serius dengan para sahabatnya.


" Dia kembali." ucap Marvin serius.


Mereka yg mengerti maksud ucapan Marvin langsung melihat ekspresi Varo. Dan yg mereka lihat hanya wajah datar dengan tatapan tajamnya.


" Apa yg akan lo lakuin?" tanya Adam.


" Bener Var. Sekarang lo udah ada Sofia, wanita yg lo cintai. Apa cinta lo akan berpaling setelah kepulangannya?" tanya Ryan serius. Jarang jarang mereka melihat seorang Ryan Samuel serius. Itu artinya pembicaraan kali ini memang sangat serius.


Varo tersenyum sinis membalas ucapan para sahabatnya.


" Gue udah gak peduli. Mau dia pulang atau gak bukan urusan gue." jawabnya santai.


" Gue udah punya istri yg sangat gue cintai." ucapnya tegas.


Adam tersenyum lega mendengar perkataan Varo. Namun ia sedikit ragu takut jika nanti sahabatnya ini akan kembali pada wanita sampah itu.


" Kita pegang omongan lo. Gue yakin kepulangannya kali ini pasti ada maksud tertentu." Jelas Marvin.


" Kita semua disini tau seberapa licik otak wanita sampah itu." tutur Ryan menambahi.


" Licikan mana sama istri gue?" tanya Varo tersenyum miring.


****. Mereka lupa jika Sang penguasa mempunyai istri yg tak kalah liciknya. Varo tersenyum miring menantikan pertunjukkan yg akan di tunjukkan oleh istri kecilnya. Mulut pedasnya saja bisa membuat Varo tertohok apalagi wanita itu yg hanya mempunyai kesabaran setipis tisu. Entah lah, tak ada yg tau .

__ADS_1


__ADS_2