Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 33


__ADS_3

Shh


Sofia meringis kala kapas dingin itu menyentuh wajahnya yg memerah. Ia merasa telinganya terasa penuh , tak hanya diobati, dirinya juga mendapat omelan dari Amber.


" Makanya kalo orang mau nampar itu menghindar jangan diam kayak patung." omelnya.


Setelah pulang dari kediaman Dirgantara tadi. Tak sengaja dirinya bertemu dengan Amber dijalan pulang dan berakhirlah disini, di apartemen mewah sahabatnya.


" Gue bunuh juga mereka lama lama."


" Lagian lo ngapain sih kesana? udah tau disana bajingan semua."


" Gu.." belum selesai Sofia berucap, ucapannya kembali dipotong.


" Apa si cabe ngadu yg gak gak? Pasti iya." Ucap Amber hingga tanpa sengaja menekan luka Sofia yg sedang ia obati.


Shh


" Sakit goblok." umpat Sofia.


Amber melototi Sofia kala mendengar ucapan Sofia. " Heh. Anak kecil gak boleh kasar."


"Salah ngomong gue." batin Sofia frustasi karena Amber kembali memperpanjang omelan nya.


10 menit kemudian, akhirnya Amber selesai dengan segala omelan dan umpatan pedasnya. Sofia bernapas lega seraya mengusap kupingnya yg terasa panas saking lamanya Amber mengomel.


" Am." Panggilnya. " Menurut lo siapa orang dibelakang Selly.?" tanya Sofia.


Amber berpikir sejenak dan berkata.


"Gue rasa bukan orang sembarangan. Karena dia gak mungkin seberani itu buat menyinggung Varo yg notabennya seorang penguasa yg paling ditakuti." jelas Amber.

__ADS_1


" Oh ya. Gue dapet kabar dari anak buah gue jika Cruel darkness ingin merebut wilayah selatan pulau X."


Kini suasana menjadi serius. Sofia mengernyit bingung. " Untuk apa mereka merebut wilayah itu?".


Amber mengangkat bahunya pertanda tak tahu. " Gue juga kurang tau. Tapi dari informasi yg gue dapet mereka lagi ngincar sesuatu disana."


Seketika mata Sofia melotot. Ia baru sadar jika di pulau itu terdapat pabrik senjata dan laboratorium tersembunyi.


" Jangan biarkan mereka merebut pulau itu!!"


" Kenapa?" tanya Amber melihat respons Sofia.


" Lo lupa? di pulau itu ada pabrik senjata dan laboratorium tersembunyi punya Mama gue."


Seketika Amber melotot kaget. Ia baru ingat, kenapa ia bisa melupakan hal penting itu.


" Basmi siapa saja yg berani menginjak pulau itu." Amber mengangguk dan segera mengabari anak buahnya.


" Jika mereka masih memaksa...." Ucapan Sofia berhenti dan menatap Amber penuh arti.


Usul Amber dan diangguki oleh Sofia.


...****...


Dijalan yg lumayan sepi, hampir tak ada kendaraan yg lewat. Malam yg semakin larut dengan angin sepoi sepoi yg menggoyangkan pepohonan disekitarnya membuat kesan horor sangat terasa.


Namun sebuah mobil dengan laju yg tak beraturan ditambah umpatan seseorang membuat malam itu sangat menegangkan.


****


Umpat orang itu memukul setir mobilnya. Ia terus menginjak rem mobilnya namun hal itu terasa sia sia karena mobilnya terus melaju kencang.

__ADS_1


Hingga sinaran dari lampu mobil tak jauh dari mobilnya membuat matanya silau dan membanting setir mobilnya.


Brugh


Mobil itu menabrak pembatas jalan yg terdapat pohon besar belakangnya hingga kaca depan mobil pecah.


Suasana sunyi membuat keadaan itu terasa mencekam disertai dengan lirihan seseorang.


" To...tolong."


Mobil dengan bagian depan yg hancur ditambah kaca yg pecah akibat menabrak pembatas jalan dengan kuat hingga keadaan orang didalamnya tidak bisa dikatakan baik baik saja.


...***...


Suara dorongan brankar rumah sakit yg didorong tergesa gesa terdengar menegangkan ditambah para dokter dan suster yg berlarian mengikuti brankar itu.


Ruangan yg bertuliskan ICU itu masih belum terbuka dari 15 menit yg lalu. Hingga setelah 3 menit berlalu akhirnya pintu ruangan itu terbuka.


Orang yg sedari tadi menunggu didepan ruangan langsung menghampiri dokter yg bertugas menangani pasien didalam.


Raut wajah orang itu nampak khawatir bercampur takut setelah mendengar penjelasan dari dokter.


Dengan tangan bergetar orang itu mendekatkan ponsel ke telinganya sampai sambungan telepon itu tersambung.


" La..lapor Tu..tuan besar. No..nona mengalami kecelakaan dan dalam keadaan kritis." ucap orang itu terbata bata.


Jantung Rio terasa terhenti kala mendengar kabar tentang putri kesayangannya.


" ARGHH. SIAPKAN PENERBANGAN SEKARANG JUGA."


" SAYA TIDAK PEDULI. KITA BERANGKAT SEKARANG JUGA." Teriak Rio kala Asistennya akan menghentikannya.

__ADS_1


" Brengsek kau Varo." umpatnya.


Sedangkan disisi lain seorang wanita tersenyum puas setelah mendapat kabar dari orang suruhannya jika rencana nya berjalan dengan lancar.


__ADS_2