Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 15


__ADS_3

Sofia yg tadinya sedang bersantai dengan beberapa camilan yg menemaninya harus dengan berat hati meninggalkan belahan perutnya itu .


Ting tong


Dengan terpaksa dirinya bangkit ketika mendengar suara bel rumah dibunyikan. Kenapa tidak pelayan yg membukanya ? itu semua karena Sofia meliburkan mereka semua hari ini dan esok. Mereka juga perlu berkumpul dengan keluarga mereka jawabnya setiap Mamanya bertanya.


Ketika ia baru saja membuka pintu ia dibuat kaget dengan Alanda yg langsung memeluknya diiringi dengan air mata yg sudah meleleh keluar.


" Eh Mama kenapa ?" tanya Sofia khawatir.


" Ma.... jangan buat Sofia takut Mama kenapa kok nangis ?" ucap Sofia lagi namun Alanda tak menjawabnya ia malah semakin mengeratkan pelukannya. Sofia dibuat bingung sekaligus khawatir apa yg sedang terjadi hingga Alanda menangis seperti ini.


" Mama " Ucap Vian yg baru datang dengan tergesa gesa.


" Kenapa dengan mama?" tanya Sofia kepada adik iparnya.


" Sayang maafin Mama maafin Mama " ucap Alanda melepas pelukannya dan menatap Sofia dengan air mata yg mengalir.


" Maaf? " Sofia tak mengerti ia menatap Vian seolah bertanya tentang apa yg terjadi. Vian yg mengerti langsung memberikan ponselnya karena ia tak sanggup untuk mejelaskan apa yg terjadi.


Breaking News


Berita menggemparkan kembali terjadi dimana awalnya pemilik dari perusahaan KR Company dirumorkan sudah menikah dan mempunyai seorang istri kini jagad maya kembali dihebohkan dengan berita pemilik dari KR Company bertunangan dengan seorang model cantik yg bernama Vanya Gerald. Pertunangan mereka diadakan dengan meriah dikatakan bahwa mereka akan segera menikah. Apakah berita tentang pemilik KR Company yg sudah menikah hanya sekedar rumor saja?.


Tubuh Sofia seketika menegang kala melihat beberapa poto pertunangan yg diduga adalah poto pertunangan suaminya dengan wanita lain. Oh ayolah ini semua tidak benar bukan? dirinya baru saja meyakinkan hatinya tapi apa ini semua. Ia benar benar dibuat tak habis pikir dengan Laki laki balok es itu.


" Sofia " Alanda memeluk dirinya seraya melantunkan kata maaf berkali kali.


" I...ini.. apa semua ini benar Ma?" Alanda tak kuasa menjawab pertanyaan menantunya ia hanya bisa menangis seakan membenarkan.

__ADS_1


Sofia tersenyum miris dadanya sesak seperi ditusuk jarum. Air matanya ingin tumpah namun sekuat tenaga ia tahan.


" Maafin anak mama ya " Sofia hanya tersenyum menenangkan Mamanya.


" Mama jangan nangis lagi Sofia gak papa kok hanya sedikit syok aja" ucap Sofia dengan tegar. Ketegaran Sofia membuat Alanda semakin sedih begitu juga dengan Vian yg melihat kakak iparnya begitu berusaha menahan air matanya.


" Kak jangan bohongin diri kakak. Kalo sakit bilang sakit jangan ditahan" ucap Vian .


Meskipun umurnya lebih tua dari Sofia tapi ia lebih senang memanggil Sofia dengan sebutan Kakak sama seperti Kakaknya.


" Gue gak papa. Lo bawa Mama masuk dulu kedalam nanti gue nyusul " ucap Sofia dan setujui oleh Vian.


Setelah kepergian Vian dan Mamanya . Sofia menatap langit dengan hati yg terasa sangat sesak.


" Feeling gue gak pernah salah. Lo berhasil buat gue kecewa Varo " ucap Sofia dengan suara bergetar.


Air mata yg tadi ia tahan setetes demi setetes keluar membasahi pipinya. Hatinya sakit sangat sakit ia yg sudah mendapat jawaban akan perasaannya kini harus menelan pil pahit ketika mendengar kabar jika suaminya bertunangan dengan wanita lain.


Varo duduk dikursi kebesarannya dengan menyilangkan kakinya tak lupa dengan iPad ditangannya. Ia menatap datar berita yg saat ini sedang ia tonton di iPad nya .


" Tuan Adam datang bersama yg lain untuk menemui Anda Tuan " ucap Rafa. Varo meletakkan iPad nya dan berjalan menuju tempat para sahabatnya berada.


" Lo gila Var " Varo yg baru datang langsung dikatai gila oleh Marvin.


" Lo yakin ?" Varo mengangguk yakin akan pertanyaan Adam.


" Siap dengan segala kemungkinan yg akan lo dapat?" tanya Adam lagi.


" Dengan berita yg lo liat? gue yakin lo tau seberapa yakin gue " Tegas Varo datar.

__ADS_1


" Termasuk kemungkinan jika Sofia pergi. " pertanyaan Adam kali ini membuat Varo terdiam .


" Lo yakin gak cinta sama Sofia? yakin gak ada rasa sedikit pun ?" Lagi lagi Varo hanya diam ia merasa ragu untuk menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


" Kalo Sofia beneran ninggalin lo gue maju paling depan" ucap Rian yg tampak senang akan kemungkinan itu.


" Gak usah natap gue kayak gitu nanti lo jatuh cinta " ucap Rian lagi ketika ia mendapat tatapan tajam dari Varo .


" Gue bunuh lo kalo berani sentuh milik gue " sarkas Varo dingin.


" Gue siap akan segala resikonya dan untuk Sofia dia udah jadi milik gue jadi selamanya dia akan tetap jadi milik gue" ucap Varo egois.


" Egois lo Var " ucap Marvin tak percaya.


" Lo udah punya istri dan sekarang lo tunangan sama wanita lain dan lo gak mau melepas istri lo? Jangan menyakiti hati wanita lain hanya karena keegoisan lo " ucap Marvin yg agak kurang setuju dengan Varo.


" Bener kata Marvin lo gak boleh egois Selly ,Sofia dan Vanya . Lo harus bisa milih salah satu " tambah Rian.


" Jadi apa rencana lo kedepannya?" ucap Adam mengalihkan topik pembicaraan dikala melihat raut Varo yg sudah seperti ingin melahap orang .


" Seperti rencana awal menghancurkannya lewat putri kesayangannya " ucap Varo menyeringai.


" Oke kita ikuti plan awal " putus Adam dan diangguki oleh ketiganya. Meskipun Marvin agak terpaksa menyetujuinya.


" Gue penasaran gimana reaksi Tante sama Vian secara kalian tau mereka berdua adalh orang yg paling dihindari setelah om Dave" ucap Rian.


Varo diam ditempatnya pikirannya dipenuhi dengan Sofia apakah istri kecilnya itu menangis melihat berita ini? ataukah Sofia akan meminta pisah dengannya? Varo tidak akan membiarkan itu semua terjadi.


Adam yakin jika sahabatnya itu benar benar mencintai istrinya . Dari awal Varo yg langsung menerima perjodohan yg dimana Adam tau jika sahabatnya itu sangat susah dekat dengan wanita kecuali Selly yg hanya ia jadikan mainan.

__ADS_1


Bunga yg awalnya mekar dengan indah pada akhirnya akan layu juga bersamaan dengan batangnya yg mulai goyah begitu pula cinta yg akan hilang pada masanya diikuti dengan perasaannya yg juga mulai ikut mati .


__ADS_2