
" Bagaimana Leo? Apa kau sudah menemukan keberadaan, gadisku?" Tanya Kairo dengan menghisap rokok ditangannya.
Leo menunduk pertanda jika ia belum menemukan keberadaan gadis yg dimaksud oleh Tuannya.
" Maaf Tuan saya belum menemukan keberadaan Nona. Tapi Saya mendapatkan titik terakhir Nona di apartemen Hell." Jelas Leo yg takut terkena amukan Tuannya.
" Apa kau sudah bosan bekerja denganku, Leo?" Suara dingin nan menusuk itu membuat dada Leo bergemuruh.
" Saya akan berusaha lagi Tuan."
" APA YG KAU TUNGGU? CARI KEBERADAAN GADIS KU, SEKARANG!!" Murka Kairo. Ia tak menerima kata tidak dalam hidup nya, seakan kata itu tidak pernah ada dalam kamus hidupnya.
Leo mengangguk cepat dan kembali mencari keberadaan gadis Tuannya.
" Kau memang sepintar ibumu." Puji Kairo menyesap kembali rokok miliknya.
.....
Sofia saat ini berada disebuah restoran bersama suaminya. Bukan tanpa sebab mereka berada disini. Sofia sedari tadi terus merengek ingin makan di restoran hingga membuat Varo harus membatalkan meetingnya.
" Makan pelan pelan, Ai." Peringat Varo ketika melihat istrinya makan seperti orang kesurupan.
" Ini enak banget, sumpah." Puji Sofia ketika ia memakan steak di depannya.
" Pokoknya kita harus sering makan kesini." Ucap Sofia.
__ADS_1
Varo hanya bisa menghela napas melihat napsu makan istrinya yg besar. Ia merasa heran dengan perubahan istrinya belakangan ini. Namun Varo tak mau banyak berpikir karena takut akan kecewa karena pikirannya sendiri.
" Aah. Kenyangnya." Sofia mengusap perutnya yg sudah kenyang setelah hampir menghabiskan semua makanan yg ia pesan.
" Lain kali makan pelan pelan! Gak ada yg akan berebut dengan mu." Varo mengusap bibir istrinya yg terdapat sedikit noda.
Wajah Sofia seketika memerah mendapat perlakuan manis dari pria didepannya. Sejenak ia berhasil melupakan masalah yg sedang ia jalani.
" A....Aku mau ketoilet." Sofia segera melarikan diri agar jantungnya tetap aman.
Sedangkan Varo hanya terkekeh geli melihat istrinya yg salah tingkah karena perbuatannya.
Bugh
" Maaf Tuan." Ucap Sofia kala ia tak sengaja menabrak bahu seseorang.
" Tidak papa. Anda baik baik saja?" Tanya Pria itu.
" Saya baik baik saja. Sekali lagi maaf, Tuan." Sofia membungkuk sekilas dan segera menuju meja dimana suaminya berada.
Varo sedari tadi melihat interaksi keduanya. Rahangnya mengeras kala melihat siapa pria yg sudah menabrak istrinya.
" Varo..." Panggil Sofia namun Varo seakan tak mendengar panggilannya.
Sofia mendengus dan senyuman kecil terbit dibibir manis yg menjadi candu bagi pria didepannya.
__ADS_1
" Sayang kamu kenapa?" Dan ajaib panggilan itu berhasil menyadarkan Varo.
" Apa? Kamu panggil aku apa tadi?" Tanya Varo tak percaya.
" Gak ada." Elak Sofia dan menatap sinis suaminya.
Varo tersenyum miring menatap dalam istrinya. Bulu kuduk Sofia seketika meremang melihat tatapan Varo yg seperti Om Om pedofil.
Perasaanya tak enak seperi akan terjadi sesuatu.
Aaaa
Sofia berteriak kecil hingga beberapa pengunjung melihat kearah mereka.
" Apa yg kau lakukan.?" Bisik Sofia berusaha menyembunyikan wajahnya yg memerah.
" Sepertinya 12 ronde cukup untuk membuat mu tidak bisa berjalan." Bisik Varo sensual di telinganya.
Benar bukan? Firasatnya tak pernah salah. Varo bajingan ini mengambil keuntungan darinya . Yg sialnya bajingan ini malah menjadi suaminya.
" Gak mau! Turunin!" Pinta Sofia namun Varo tak mendengarkan. Ia terus membawa kakinya melangkah keluar area restoran.
" Varoo ! Iih malu tau." Bisik Sofia mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
Sedangkan Varo hanya tersenyum kecil. Namun berbeda dengan seorang pria yg menatap tak suka kearah keduanya. Ia benci melihat kedekatan gadisnya dengan pria lain.
__ADS_1
" Tuan Kairo!" Panggil Asistennya.
" Percepat rencana kita. Saya tidak mau menunggu lebih lama lagi." Titah Kairo dan beranjak dari duduknya.