Mengapa Harus Dia !?

Mengapa Harus Dia !?
Episode 36


__ADS_3

Tepat seperti perkiraan Sofia. Satu persatu musuhnya sudah mulai muncul bahkan tak segan segan mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan dirinya.


Bukan Sofia namanya jika tak memiliki persiapan. Ia tentu tau jika aksi nekat nya kemarin akan membuat dirinya dalam bahaya.


Saat ini tepat pukul 13.00, Sofia sudah rapi dengan pakaian serba hitamnya. Hari ini ia akan mengunjungi kediaman Dirgantara dan memberi pelajaran kepada Nilam karena sudah berani menyentuh apa yang seharusnya tak ia sentuh.


Namun seakan Tuhan tak merestui rencananya hari ini. Disaat ia akan melangkah keluar dari kamar nya, bahunya didorong keras dan dengan cepat orang itu menghimpit tubuhnya kedinding.


Sofia menatap bingung Suaminya. Wajah tampan itu terlihat dipenuhi oleh amarah.


" Apa yg kau lakukan?" ucapnya pelan dan penuh penekanan.


Sofia mengernyit bingung, melakukan apa? bukankah hari ini ia belum membuat ulah.


" Kenapa kau mencelakai Vanya?" tanya Varo.


Sofia tertegun sesaat ketika mendengar pertanyaan Varo. Selang beberapa detik setelahnya, Sofia malah tertawa pelan seraya melepas tangan Varo yg menekan bahunya.


" Kenapa? Tidak terima hm?" jawab Sofia tenang.


" Kenapa kau selalu menempatkan dirimu sendiri dalam bahaya."


" Kau tau apa yg akan terjadi jika si tua bangka Rio itu tau jika kau yg sudah menyebabkan putri kesayangan masuk sakit?".


" Itu yg aku mau." Varo mengeram marah melihat sikap santai Istrinya ini.


" Jangan pernah lepas dari pengawasan ku!!" tegas Varo.


" Kamu lupa siapa aku? "


Varo menggeleng, tentu ia ingat siapa wanita yg ada didepannya saat ini.


" Sekuat apa pun kamu akan tetap kalah dengan kemampuan laki laki." dingin Varo.


" Kurasa kamu belum mengetahui semuanya tentang diriku. Aku lebih dari apa yg kamu pikirkan."

__ADS_1


" Biar aku tebak!! kamu mendapatkan informasi ini dari Nilam bukan?" ucap Sofia yg membuat Varo semakin menatap datar dirinya.


" Haiss. Si ulat bulu ingin bermain main rupanya."


" Jangan menyentuhnya." ucapan Varo kali ini berhasil membuat Sofia menatap terkejut kearahnya.


Apakah ia tak salah dengar? Suaminya sedang melindungi wanita itu sekarang? Gila sangat gila.


" Apa kau menyukai ulat bulu itu?" tanya Sofia sedikit ngegas.


" Tidak. Hanya saja aku tak ingin kau menyentuh wanita itu."


" Kau gila ya? Ulat bulu itu secara terang terangan mendekati kamu dan memberi informasi palsu itu. Aku tidak ingin mempunyai madu."


Varo menghela napas lelah mendengar tuduhan istrinya. " Aku tak menyukainya. Bukankah kamu tau jika aku hanya mencintai kamu saja."


" Laki laki mana puas sama satu wanita." sinis Sofia dan keluar dari kamar.


Namun lengannya kembali ditarik hingga menubruk dada bidang suaminya.


Hembusan napas Varo menerpa leher putihnya dan itu membuatnya merinding. Ia harus kabur jika tidak singa jantan ini akan memangsanya.


Namun sekuat apapun ia memberontak tenaganya tak sebanding dengan Varo.


Bibir basah Varo sudah mendarat sempurna dilehernya. Bahkan hisapan demi hisapan dari bibir itu membuat kaki Sofia lemas.


" A....aku mau keluar Varo." ucapnya gugup berusaha mengehentikan aksi Varo.


" Keluar apa hm?" Sofia mendelik kesal mendengar ucapan Varo. Ia tentu tau maksud dari ucapan suami mesumnya ini.


Sofia meremas bahu Varo kala merasakan ciuman itu semakin liar dan menyapu daerah lain.


Varo mencium bibir ranum istrinya dan memberi sedikit ******* lembut agar Sofia busa menikmatinya.


Sesuai dugaannya kini kedua tangan Sofia sudah melingkar indah dilehernya dan wanita itu mulai membalas ciumannya.

__ADS_1


Tangan kekar Varo mengangkat tubuh Sofia dan menggendongnya seperti koala.


" i want you, baby."


...*****...


Sofia menatap kesal suaminya yg baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang.


Cup


Bukannya merasa bersalah Varo malah mencium bibirnya dan tersenyum tanpa dosa.


" Ihh. Gara gara kamu aku gak jadi labrak si ulat bulu." kesal Sofia.


" Pokoknya aku gak mau lagi lakuin itu sama kamu. Ihhh Suami mesum, kulkas berjalan. Pokoknya aku marah sama kamu."


Varo tertawa melihat istrinya marah marah karena ulahnya. Siapa yg akan tahan jika melihat istrinya berpenampilan seksi?. Tapi bukankah Sofia mengenakan pakaian panjang. Memang dasar si Varo yg napsuan orangnya.


" Ihh jangan ketawa." Sofia menatap kesal suaminya yg malah tertawa .


" Bantuin ke kamar mandi!"


" Jalan sendiri aja." ucap Varo yg semakin membuat Sofia kesal.


" Kalo bisa gak mungkin aku minta bantuan kamu. Kamu itu udah kayak monster yg gak ada capek capeknya gempur aku."


" Enak sayang."


" Enak endasmu. Suami puas istri tewas itu." cibirnya.


Varo menggendong Sofia ke kamar mandi dengan diiringi tawanya yg sangat menjengkelkan bagi Sofia. Setelah membersihkan dirinya Sofia lagi lagi harus dibantu oleh Varo untuk keluar dari kamar mandi karena **** ************* yg sakit akibat ulah Varo hingga membuatnya tak bisa berjalan.


**Halo semuanya. Maaf ya aku baru bisa Up setelah sekian lama. Aku lagi sibuk PTS akhir akhir ini ditambah dengan tugas yg membuat kepalaku seakan meledak, canda😅.


Makasih buat yg udah baca cerita ini. Jangan sungkan buat kasih komentar ya, karena aku sadar aku masih banyak kekurangan dalam menulis. Kalian bisa kasih masukan buat cerita aku dan jika ada penulisan atau part yg gak nyambung aku harap kalian mau kasih masukan agar cerita ini bisa bagus dan menarik untuk dibaca. Jadi komentar kalian sangat berarti , oh ya like nya juga jangan lupa , Vote dan favoritkan.

__ADS_1


Sekian dulu ya babay 🍭**


__ADS_2