
" Gimana, tertarik untuk bekerja sama?".
Selly menatap datar wanita didepannya dan berdecih sinis.
" Apa keuntungannya buat gue ?"
" Kita bisa melenyapkannya bersama dan setelah itu kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Varo."
" Percaya diri juga." cibir Selly.
" Tapi gue gak bisa." tolak Selly.
" Kenapa? lo takut ?" Kesal Nilam karena sedari tadi tidak berhasil membujuk Selly untuk bekerja sama dengannya.
" Dia bukan orang sembarangan dan lo tentu tau itu."
" Lalu kenapa jika ia keturunan darah biru? Bagaimana pun di harus mati."
Selly menatap heran wanita didepannya. Bukankah mereka bersaudara lantas kenapa Nilam sangat ingin Sofia mati.
Terserah wanita ini mau berbuat apa yg pasti ia tidak ingin terlibat. Dan mungkin ia akan menggunakan cara sehat untuk bersaing mendapatkan Varo kembali.
Selly berdiri dari duduknya . " Terserah lo mau berbuat apa. Yg pasti gue gak mau terlibat." ucapnya lalu melenggang pergi meninggalkan Nilam.
Setelah kepergian Selly. Nilam mengepal erat tangannya lalu tersenyum miring. " Tak apa masih ada hari esok." Ucapnya seraya menyeruput kopi susunya.
" Dan dia akan kembali dengan sendirinya."
...*****...
Seorang pria misterius menatap penuh damba poto seorang wanita yg terpajang indah di ruangannya.
" Akhirnya kau muncul baby." ucap pria itu dengan suara beratnya.
Ia mendekat kearah poto dan mengusapnya.
" Kamu akan menjadi milikku. "
" Akan Saya bunuh pria brengsek itu karena telah berani menyentuh wanitaku." ucapnya penuh dendam.
" Tunggu kedatangan ku, baby."
...*****...
Disisi lain Amber berlari dengan cepat kearah ruangan Sofia dengan nafas yg terengah engah.
Brak
" Gawat." Teriak Amber dengan wajah panik.
Sofia mengerutkan keningnya melihat wajah panik sahabatnya. " Kenapa?"
" Kita harus bergerak cepat." ucap Amber.
" Mereka sudah mengetahui posisi mu. " Ucap Amber menarik tangan Sofia.
" Ada apa, Am?" tanya Sofia menahan tangan Amber yg menarik dirinya.
__ADS_1
" Kita harus pergi dari sini."
" Tapi kenapa? " Sofia mendengus kesal karena pertanyaannya tidak dijawab.
Amber menarik tangan Sofia keluar dari ruangannya seraya berlari.
" Jelasin dulu, Am sama gue! "
" Kita gak ada waktu Ai. Keselamatan lo terancam sekarang."
Sofia masih belum mengerti, bukankah keselamatannya memang sudah terancam? ayolah kenapa otaknya bisa lemot disaat seperti ini kemana otak pintarnya.
Mereka sudah berada dilantai dasar perusahaan yaitu di loby perusahaan. Dapat Sofia lihat jika banyak pengawal dan bodyguard yg masuk kedalam perusahaannya seolah siap menjaganya.
Setelah sampai di luar perusahaan mereka sudah disambut oleh mobil hitam mewah dengan tingkat keselamatan tinggi. Dapat Sofia dengar suara teriakan para karyawannya.
" Kita mau kemana?"
" Karyawan gue dalam bahaya ." Sofia seketika menjadi panik ketika melihat wajah Amber yg panik hingga mengeluarkan keringat.
" Dengerin gue!!" ucap Amber menahan bahu Sofia untuk menghadap dirinya.
" Karyawan lo aman. Kita akan pergi ketempat yg aman sampai situasi kembali tenang."
" Apa yg terjadi sebenarnya." Tanya Sofia menuntut jawaban dari Amber.
" Mereka bekerja sama untuk ngebunuh lo."
" Dan sekarang sudah bergerak ."
Sofia tentu tau siapa mereka yg dimaksud Amber. Percakapan mereka seketika terhenti kala sebuah peluru menghantam kaca belakang mobil. Untung mobil yg mereka gunakan dilengkapi alat pelindung keselamatan tingkat tinggi hingga tak membuat kaca mobil pecah.
" Kendarai dengan benar bodoh." bentak Amber kala merasa sang sopir sedikit lengah.
" Maaf Nona." ucap sang sopir dan kembali pokus pada pekerjaannya.
Sofia melihat kebelakang, ada 3 mobil yg mengikuti mereka. Sofia tersenyum miring melihat ketiga mobil itu. Ia merubah posisi duduknya dan memangku kakinya. Tak ada ekspresi panik sama sekali diwajah cantiknya yg ada hanyalah wajah tenang.
" Singkirkan 3 mobil mengikuti kita." ucap Amber pada orang yg menelponnya.
" Baik Nona ."
" Saya mohon jaga Nona Muda." Ucap Deka dari seberang telepon. Amber mengangguk meski Deka tak dapat melihatnya.
Setelah menelpon Deka, Amber bisa melihat jika ada 4 mobil yg baru datang dan langsung menyingkat ketiga mobil yg mengikuti mereka . Dapat Amber simpulkan jika itu adalah bala bantuan dari Deka.
Ckiit
Tubuh Amber dan Sofia hampir terjungkal kedepan kala mobil yg mereka tumpangi berhenti mendadak.
" ****. KAU INGIN MATI HA " bentak Amber pada sopir dan langsung menatap Sofia khawatir. Sedangkan orang yg ditatap malah kembali duduk santai.
" Kita dihadang oleh 2 mobil dan 5 motor Nona." ucap sang sopir.
Amber melihat ke arah luar dan benar saja mereka dihadang oleh 2 mobil hitam dan 5 motor sport.
Amber mengeram marah berani sekali mereka mengusik sang Dangerous shield.
__ADS_1
Sebelum keluar dari mobil Amber menekan earphone ditelinganya dan melihat kearah Sofia. " Jalan Teratai II. Nona muda dalam bahaya." Setelah dirasa kondisi disekitar Sofia aman barulah Amber keluar dengan wajah dingin dan datarnya.
" Jaga Nona." Perintah Amber kepada sang sopir sebelum benar benar keluar.
Didepan sudah ada 12 bodyguard yg dikirimkan Deka. Amber berdiri ditengah ke 12 bodyguard itu dengan wajah menyeramkannya.
" Cupu." hina Amber dengan wajah menyeramkan.
Anak buah lawan yg mendengar hinaan itu menjadi geram.
" Serahkan Nona kalian atau kalian akan ikut mati bersamanya."
" Punya nyali berapa tuan mu hingga berani membunuh Nona Muda kami." ejek salah satu bodyguard.
Amber yg mendengar itu hanya tersenyum sinis dengan pistol ditangannya.
" Bunuh mereka jangan sisakan satu pun." perintah Amber dingin dan langsung diangguki oleh mereka.
Dor.
Amber membuka perkelahian itu dengan menembaki salah satu diantara mereka hingga tewas. Mereka yg sudah mendapatkan perintah langsung menghabisi lawan mereka hingga tak ada yg berani menyentuh Nona Muda mereka.
Amber merasa aneh melihat pergerakan musuh yg seakan mengulur waktu. Hingga sebuah pikiran terlintas di benaknya.
" ****."
" TEKAN TITIK LEMAH MEREKA JANGAN BIARKAN BALA BANTUAN MEREKA DATANG."
" JANGAN TERKECOH!! MEREKA HANYA MENGULUR WAKTU."
Teriakan Amber membuat mereka geram dan dengan membabi buta mereka menyerang pihak lawan hingga terkapar tak berdaya.
Tapi, seakan terlambat menyadari beberapa mobil terlihat dari radius 2 m dengan banyaknya motor sport yg mengikuti mereka.
Amber mengumpat kala melihat bala bantuan musuh datang atau lebih tepatnya mereka dijebak ditempat sepi seperti ini.
Amber menatap tajam mereka satu persatu. Mereka kalah jumlah. 13 orang melawan musuh yg hampir ratusan tentu membuat mereka kalah telak.
Amber kembali menekan Earphone nya.
" CEPAT BRENGSEK."
" KESELAMATAN NONA DALAM BAHAYA."
teriak Amber.
Sedangkan, Sofia hanya melihat pertarungan didepannya dengan santai. Setelah melihat mereka yg kalah jumlah karena pihak musuh baru saja kedatangan bala bantuan, Membuat Sofia hendak keluar dari mobil namun ia kembali duduk saat melihat jika salah satu mobil pihak lawan yg sangat mencurigakan.
Tepat seperti dugaannya, seseorang keluar dari dalam mobil itu dan membidik Amber yg tengah lengah.
Dor
Timah panas itu mengani tepat kening orang itu. Mereka yg tadinya sibuk bertarung seketika terhenti kala mendengar suara tembakan yg sangat memekakkan telinga.
Sofia turun dari mobil dengan gerakan anggun. Waktu seketika berputar dengan lambat saat Sofia menapaki kakinya di jalan aspal.
Dor.
__ADS_1
" NONA MUDA ".