
Hari ini Sofia sudah dibolehkan untuk pulang. Ia diantar oleh Alanda dan Dave kerumah suaminya. Arga sempat melarang Sofia untuk pulang kerumah Varo dan menyuruhnya untuk tinggal dikediaman Aileen, namun apalah daya Sofia yg keras kepala membuat mereka harus mengalah.
Setelah sampai dirumahnya Sofia langsung menuju kamarnya dengan dituntun oleh Alanda. Tak ada percakapan seperti biasanya diantara mereka karena Sofia yg enggan merespon lebih.
Tak lama Alanda dan Dave pamit untuk pulang dan meninggalkan dirinya bersama para pelayan. Alanda sempat ingin tinggal namun Sofia melarangnya dengan alibi ingin sendiri dan tak ingin diganggu.
Sofia turun kelantai bawah, niatnya ingin pergi kedapur untuk mengambil minuman namun langkahnya terhenti kala melihat Varo berhenti tak jauh didepannya.
Sofia menatap datar laki laki didepannya yg sialnya adalah suaminya sendiri. Sofia melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan kehadiran Varo.
" Sudah sehat ?" tanya Varo kala Sofia melewatinya dengan membawa segelas air ditangannya. Sofia tak menjawab pertanyaan itu dan tetap melangkah menuju kamarnya.
Ingat kamarnya bukan kamar mereka.
Varo mengambil bapas panjang melihat kelakuan istrinya itu. " Sebentar lagi sayang " batinnya.
...****...
Keesokan harinya , pagi pagi sekali Sofia sudah berolahraga dengan berlari kecil mengelilingi area taman depan rumahnya.
Mengabaikan setiap tatapan yg melihat penampilannya yg seksi dengan keringat yg membanjiri wajah serta leher putihnya. Bagaimana tidak dirinya saat ini hanya menggunakan legging hitam ketat dan sport bra untuk atasannya. Rambut yg di kuncir kuda membuat penampilannya kali ini sangat seksi.
__ADS_1
Sebuah mobil hitam mewah terparkir tepat didepan pintu utama rumahnya, tak lama seorang wanita cantik nan seksi keluar dari dalam mobil dengan kaca mata hitam yg bertengger indah dimatanya.
Vanya Gerald, Wanita itu datang secara khusus kerumah tunangannya tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Ia menatap kagum rumah didepannya sangat indah batinnya.
Ia membawa kakinya melangkah kedalam rumah dan langsung memeluk seorang laki laki dari belakang.
Varo tersentak kala sebuah tangan memeluknya tiba tiba , dengan kasar Varo melepas pelukan itu dan menatap tajam wanita yg sudah berani memeluknya.
" Kau!! Siapa yg mengizinkan mu menginjak rumah ku " Geramnya. Sungguh berani wanita ini datang kerumahnya tanpa persetujuan dari nya.
" Ayolah aku adalh tunangan mu, jadi aku bebas datang kesini " ujarnya santai.
" Siapa wanita itu ?" tanya Vanya geram ketika melihat penampilan Sofia.
" Dia istri ku " tekan Varo lalu meninggalkan Vanya. Vanya hampir lupa jika tunangannya sudah memiliki seorang istri, ia kesal sangat kesal akan ia buat wanita itu pergi agar dirinya bisa menjadi istri satu satunya untuk Varo.
Vanya menghampiri Sofia yg sedang meminum air di dapur. " Ini istri Varo yg sedang dicari khalayak ramai? Murahan " sarkasnya tiba tiba. Sofia melirik sekilas keasal suara lalu mengabaikannya.
Vanya dibuat geram dengan kelakuan wanita didepannya yg seolah olah tak melihat keberadaannya. Sofia menatap tajam Vanya kala wanita itu mengenggam erat pergelangan tangannya.
" Wanita seperti anda tidak pantas menyentuh saya " sarkas Sofia tajam dan menghempaskan tangan Vanya. Sofia maju selangkah lalu berkata. " Saya istrinya dan anda hanya tunangan yg tak dianggapnya " ujar Sofia tersenyum sinis.
__ADS_1
" Jangan melewati batasan jika tak ingin menderita " tekan Sofia lalu pergi dari area dapur.
"Urusi tunangan mu, katakan padanya untuk tidak mengusikku " ucap Sofia kala ia melewati Varo.
Varo menatap tajam Vanya, berani sekali wanita ini mengusik istri kecilnya. " Sayang " panggil Vanya dan hendak memeluk Varo.
" Jangan mengusiknya apalagi menyentuhnya ." tekan Varo. " Kau hanya wanita murahan tidak selevel dengannya." tambah Varo.
Vanya dibuat geram dengan perkataan Varo.
Bukankah dirinya adalah tunangan sang penguasa tapi kenapa dirinya diperlakukan seperti ini.
" Aku tunangan mu Varo yg artinya aku mempunyai hak atas dirimu."
" Bukan aku yg memintamu tapi Papimu yg memberikanmu kepada ku sebagai pertukaran."
Vanya menatap tak percaya pada pria didepannya . Papinya tidak mungkin melakukan itu , ini mustahil karena Papinya sangat menyayangi dirinya.
" Jangan menyentuhnya jika tak ingin mati dengan cepat " peringat Varo sekali lagi.
Akan ia buat orang yg berani menyentuh istrinya menderita hingga dirinya sendiri yg meminta kematian.
__ADS_1