
Seorang wanita tampak tersenyum puas setelah dirinya mendarat sempurna di negara kelahirannya.
" I'm Back." Senyuman miring terpampang jelas diwajahnya. Senyuman yg penuh akan kelicikan.
Ia melanjutkan jalannya dan segera memasuki mobil berwarna hitam yg sudah menunggu kedatangan dirinya.
"Perusahaan KR Company." Ucapnya dan diangguki oleh sang supir.
" Tidak berubah." wanita itu tersenyum senang setelah menapaki kakinya didepan gedung perusahaan KR company.
Ia melangkah memasuki area loby dan berbicara kepada resepsionis.
" Saya ingin bertemu dengan CEO perusahaan ini." Resepsionis nampak mengamati penampilan wanita didepannya. Tubuh tinggi dengan wajah cantik dan baju sedikit terbuka tak lupa kaca mata hitam yg bertengger indah di hidungnya.
" Maaf Nona. Tapi CEO sekarang tidak ada di perusahaan." ucapnya sopan.
" Kapan dia akan kembali?"
" Saya tidak bisa memastikannya Nona."
Wanita itu mengangguk dan memilih untuk menghubungi seseorang melalui ponselnya.
Tut tut tut
Maaf nomor yg anda tuju tidak dapat dihubungi silahkan coba beberapa saat lagi.
Wanita itu terus mencoba hingga panggilan ke 5 kalinya ia mengeram kesal. Kenapa ponselnya tidak aktif? pikirnya.
Wanita itu lalu meninggalkan perusahaan dengan perasaan kesal.
Disisi lain, Rafa yg melihat hal itu langsung menghubungi Tuan Mudanya.
" Maaf menganggu tuan muda.Saya ingin menyampaikan jika Nona Tira mendatangi kantor anda."
" Awasi dia." Varo memutuskan sambungan telepon mereka dan tersenyum miring.
__ADS_1
" Mangsa telah datang." ucapnya terkekeh pelan.
Varo saat ini sedang berada di mansion nya dengan ditemani oleh para sahabatnya. Mansion nya nampak berantakan dengan kertas snake dan botol minuman dimana mana. Kalian tau apa yg mereka lakukan? Ryan dan Adam yg selonjoran di karpet bulu ruang tengah dengan snake ditangan mereka. Varo dan Marvin yg duduk disofa dengan stik PS ditangan mereka.
" KENAPA BISA BERANTAKAN?" Teriakan seorang wanita membuat mereka terkejut. Ryan dan Adam langsung terduduk dengan wajah linglung sedangkan Varo dan Marvin yg refleks melempar stik PS mereka.
Mereka mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. Bisa mereka lihat seorang wanita bertekan Pinggang dengan wajah marah berdiri didepan mereka.
Sofia yg baru saja pulang dibuat terkejut dengan keadaan ruang tamunya yg sangat berantakan. Apakah disini baru saja di adakan pasar dadakan pikirnya.
Sofia menatap tajam mereka satu persatu dan berkata. " Beresin sekarang." tekannya.
Ryan menelan kasar ludahnya melihat wajah marah Sofia. Sangat menyeramkan batinnya.
Dengan cepat mereka membereskan kekacauan yg mereka buat sebelum sang kanjeng ratu kembali mengeluarkan titahnya.
Keempat pria itu tampak duduk selonjoran dilantai akibat kelelahan. Bayangkan mereka yg tidak membereskan rumah tiba tiba disuruh untuk membereskan kekacauan yg sudah mereka buat.
" Capek." keluh Ryan mengipasi wajahnya yg terasa panas.
" Ya kali kan, rumah sang penguasa gak ada AC nya." Tambah Adam.
Varo juga bingung, kenapa mendadak area ruang tamu terasa sangat panas. Apakah AC nya mati? pikirnya. Baru saja dirinya ingin berdiri dari duduknya. Ia melihat istrinya datang dengan membawa minuman dingin diatas nampan.
" Wih...segernya." Ryan yg melihat Sofia membawa minuman dingin langsung mengambil segelas dan meminumnya.
" Makasih, es nya." tambahnya dan diangguki oleh Sofia.
Sofia meletakkan minuman yg ia bawa diatas meja dan ketiga pria lainnya langsung menyeruput minuman mereka masing masing. Sungguh mereka sangat haus.
" AC nya mati?" tanya Varo.
Sofia mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu. " Mati lampu kali." ucapnya.
" Ya kali rumah sultan mati lampu." tutur Ryan.
__ADS_1
" Bisa aja. Toh sultan juga manusia." balas Sofia pedas langsung membuat Ryan terdiam.
" Beh. Tambah panas ya." Adam pura pura mengipasi wajahnya. Ryan mendelik kesal mendengar ejekan Adam. " Lo banyak dosanya."
" Banyakan lo kali dari gue." sungut Adam tak terima.
" Banyakan lo Lah. Gue anak baik baik."
" Mending lo berdua ambil timbangan terus timbang siapa yg dosanya paling banyak." usul Sofia dibalas anggukan oleh Ryan.
" Bodoh." ucap Marvin geleng kepala melihat sahabatnya itu malah setuju dengan ucapan ngaur Sofia.
" Boleh dicoba." Ryan nampak berpikir setelah mendengar ucapan Sofia.
" Jangan kayak orang bodoh deh, Yan." Adam memukul kepala Ryan untuk menyadarkan pria itu.
" Lah, kenapa?" tanyanya polos mengelus kepalanya yg dipukul Adam.
" Mana bisa dosa ditimbang. Kecuali lo udah mati baru noh dosa lo ditimbang."
" Kalo banyak masuk neraka kalo dikit masuk neraka juga." tambah Adam.
Ryan mendelik bingung mendengar ucapan Adam. " Bukannya kalo dosanya dikit masuk surga, ya?"
" Kalo buat lo tetep masuk neraka. Dosa lo gak dikit soalnya."
" Setan." umpat Ryan.
Sofia dan kedua pria lainnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah kedua pria didepan mereka.
" Mending kalian bersih bersih. Pake baju Varo aja kalo gak bawa baju ganti. "
Mereka mengangguk dan segeran beranjak dari tempat mereka untuk membersihkan diri.
Sedangkan Sofia memilih untuk pergi kedapur. Sofia membuka lemari es dan melihat bahan makanan yg masih ada. Lalu setelahnya ia memutuskan untuk memasak makan siang untuk keempat pria tadi.
__ADS_1