
Keesokan harinya, diruangan yg didominasi oleh warna putih Sofia mengamuk dan mencekik leher Lea hingga membuat Lea kesusahan bernapas.
" SOFIA LEPASIN MAMA GUE " teriak Nilam berusaha melepas tangan Sofia dari leher Lea.
" So...Sofia" lirih Lea hampir kehabisan napas.
Brak
Pintu ruangan ditendang secara kasar setelah mendengar teriakan Nilam Haris mendobrak pintu dan segera melepas tangan Sofia dari leher istrinya.
" Aaaa gue benci lo " Sofia menunjuk Lea
" Lo pembunuh gue benci " Sofia kembali berteriak dan ingin kembali mencengkram Lea namun tubuhnya ditahan oleh Varo.
" LEPASIN GUE! GUE MAU BUNUH PEMBUNUH ITU GARA GARA DIA MAMA GUE MENINGGAL"
Ucapan Sofia membuat orang orang yg berada disana diam membeku.Sofia berusaha melepas pelukan Varo yg menahan tubuhnya.
" Tenang Baby " bisik Varo pelan ditelinganya . Namun itu semua tidak membuat Sofia tenang ia malah semakin menjadi membrontak untuk membunuh Lea.
" LEPAS BRENGSEK. GUE MAU DIA MATI "
" Why hm?" tanya Varo dengan suara beratnya namun masih terkesan lembut.
" Dia...ngebunuh Mama gue " tangis Sofia kembali pecah. Varo yg melihat Sofia kembali menangis lekas memeluknya erat dengan tangan kanannya mengusap lembut punggung istrinya guna menenangkannya.
Lea masih Syok akan kejadian yg menimpa dirinya . Dirinya yg baru datang bersama sang Suami dan putri tercintanya untuk menjenguk Sofia malah mendapatkan kejadian yg tak terduga. Sebelum kejadian Haris tidak masuk bersama dengannya Haris memilih untuk berbicara dulu dengan Varo ketika melihat Varo yg baru saja keluar dari ruangan Sofia.
Saat ia masuk yg ia lihat pertama kali adalah Sofia yg duduk termenung menatap jendela luar bahkan tidak terusik dengan kehadirannya. Ia yg baru duduk disamping ranjang Sofia mengajak Sofia untuk mengobrol namun saat Ia mengeluarkan suaranya Sofia refleks menoleh kearahnya dan langsung mencekiknya dengan kuat.
" Hiks gue benci dia " Sofia menangis histeris didalam pelukan suaminya dan hal itu tidak luput dari pandangan Haris dan juga Lea.
Haris menatap sedih putrinya "sebesar itukah akibat dari kejadian 12 tahun lalu"batin Haris menyesal.
"Ma Nilam gak mau disini ayo kita pulang" ucap Nilam dirinya yg juga sama halnya dengan Lea syok akan kejadian tadi mengajak Mamanya untuk pulang.
" Mas...." Lea menatap sedih suaminya. Haris tidak bisa melakukan apapun saat ini seluruh atensi dan pokusnya saat ini ada pada Sofia putrinya.
Varo masih memeluk Sofia sampai suara tangisan Sofia tidak terdengar lagi Varo menundukkan pandangannya dan mendapati Sofia yg tidur didekapannya.
__ADS_1
" Cepat sembuh Baby" Varo mencium pucuk kepala Sofia dan memindahkannya keranjang dengan lembut agar istri kecilnya tidak terganggu.
Varo berbalik dan menatap tajam serta dingin orang yg ada dihadapannya saat ini.
Bugh
Satu pukulan Varo layangkan ke wajah Haris yg mana adalah mertuanya. Haris terjatuh kelantai akibat pukulan tiba tiba Varo. Lea yg melihat itu seketika berteriak dan dengan segera ia mendapat tatapan tajam dari Varo.
"Kecilkan suara jelek anda! jangan membuat istriku terganggu akan suaramu itu " sarkas Varo dingin.
" Pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi " ucap Varo dingin. Varo menatap angkuh Haris yang berusaha berdiri." Saya tidak mau !! Sofia putri saya jadi saya berhak ada disini " balas Haris seraya memegang gerahamnya yg terasa ngilu akibat pukulan Varo.
" Saya suaminya dan tanggung jawab anda kepadanya sudah tidak ada semenjak anda memberinya kepada saya " ucap Varo lagi.
" Ingat anda lh yg memberi Putri anda kepada saya karena perusahaan anda yg hampir gulung tikar dengan alibi untuk melindunginya " ucapan Varo membuat Haris terdiam dan mengepalkan erat kedua tangannya.
"Perjanjian itu batal karena perusahaan saya tidak akan menerima suntikan dana dari perusahaan anda " ucap Haris dengan menatap tajam Varo. Bukankah benar? perusahaannya bukanlah dibantu oleh Varo melainkan oleh putrinya sendiri yg artinya ia tidak menjual putrinya demi sebuah perusahaan.
" Terserah saya tidak peduli yg jelas Sofia sekarang sudah menjadi milik saya sepenuhnya " tekan Varo.
"Pergi sebelum saya seret kalian semua !" sarkas Varo kasar ia tidak akan memikirkan tentang sopan santun jika menyangkut keluarga brengsek ini. Haris pergi dengan diikuti oleh Lea dan Nilam dibelakangnya.
Bugh
Lagi lagi Haris harus tersungkur kembali kelantai karena mendapat pukulan diwajahnya hingga membuat sudut bibirnya berdarah.
" Brengsek kau Haris " ucap Joan . Ya Joan lh yg sudah memukul Haris saat setelah Haris keluar dari ruangan Sofia.
" Kau menjual cucuku kepada keluarga Rayder? " ucapnya lagi. Joan mendengar semua pembicaraan Haris dengan Varo ia tak menyangka jika pernikahan Sofia cucunya adalah sebuah pertukaran.
" Saya tidak pernah menjualnya " bela Haris.
" Kau menikahkan Sofia dengannya karena perusahaanmu yg hampir bangkrut ? itu sama saja dengan halnya kau menjualnya " Joan kembali ingin melayangkan pukulannya namun ia didahului oleh Arga.
Arga tak hanya memukul wajah Haris namun ia juga menendang Haris hingga menabrak dinding dibelakangnya.
" Mas " Lea dengan segera menghampiri Haris dan membantunya berdiri.
" Bajingan kau Haris Setelah menghianati adikku kau juga menjual keponakanku. Dimana hati nurani mu sebagai Ayah" ucap Arga dingin.
__ADS_1
" Gara gara wanita sialan ini adikku harus tiada dan karena dia juga keponakanku harus mengalami ini semua " ucap Arga menatap tajam Lea yg menunduk takut melihat tatapan mematikan Arga.
"Maaf " ucap Lea . Nilam yg tak mengerti akan apa yg sedang terjadi memilih untuk diam dan mengamatinya saja.
" Maafmu tidak dapat membuatnya kembali ****** !" bentak Arga kasar. Arga bukanlah tipe pria yg akan kasar dengan wanita namun ketika sudah berhubungan dengan wanita didepannya ini semuanya akan berubah.
Lea yg mendengar bentakan Arga tubuhnya gemetar takut akan kemarahan Arga.
" Jangan bentak Mamaku Paman " ucap Nilam menghampiri Mamanya yg tampak ketakutan karena Arga.
" Jangan panggil saya Paman karena kamu bukan siapa siapa " tekan Arga dingin.
Inilah mereka keluarga Aileen mereka tidak akan berkutik hanya kepada Sofia namun dengan orang lain mereka akan menjadi serigala buas yg siap memangsa siapa saja.
" Saya tekankan kepada anda jangan berani menyentuh semua milik Sofia dan juga milik adik saya jika tak ingin salah satu anggota tubuhmu hilang " ucap Arga Kepada Lea.
" Kalian tidak bisa menyalahkanku akan ini semua kalian juga termasuk dalam hal ini " ucap Haris.
" Jaga ucapanmu Haris " gertak Joan geram.
" Kenapa? bukankah benar? jika tidak kenapa kalian tidak menentang perjodohan itu ?". Arga mengeram kesal mendengar ucapan Haris yg seolah olah menyalahkan mereka.
" Kami menerima perjodohan itu karena Alanda adalah sahabat Balqis. Kami menerima ini semua karena Alanda dan Dave mampu menjaga Sofia" tekan Arga disetiap kalimatnya. Haris dibuat kaget kenapa ia bisa melupakan hal ini. Alanda adalah sahabat baik Balqis pantas Alanda dengan cepat menerima perjodohan itu Sial batin Haris.
" Menjaga? apa dengan bertunangan dengan wanita lain disebut menjaga ? " Ucap Haris tertawa sumbang.
Arga menatap benci laki laki didepannya .
" Brengsek " umpat Arga tertahan. Ia akui mungkin kali ini mereka telah mengambil keputusan yg salah tapi bukankah Haris adalh tokoh utama dari ini semua ?.
"Hidup kalian tidak akan tenang dari sekarang Haris Dirgantara! Kalian telah mengusik seekor singa betina yg sudah lama berdiam diri " Ucap Arga dengan seringainya diikuti oleh Joan.
"Dangerous shield Kembali " ucap Arga tersenyum miring.
Seseorang yg dijuluki Sebagai Dangerous shield telah bangun ia tidak tidur namun ia mengawasi semua hal dalam diam . Kebangunannya akan membawa mala petaka bagi orang orang.
Haris yg mendengar nama itu seketika menegang kaku dan menelan kasar ludahnya hidupnya benar benar akan kacau mulai hari ini.
Ia melupakan satu hal jika Sofia memiliki sosok perisai yg sangat berbahaya Haris telah salah dalam membuat keputusan dan sekarang hidupnya tidak akan tenang.
__ADS_1