
Hari ini terasa ada yg berbeda dari hari sebelumnya. Sofia! yap perbedaan Sofia dari hari hari sebelumnya membuat suasana terasa berbeda, gadis cantik itu nampak tenang duduk diranjang ruang inapnya raut wajah yg tenang nyaris tak ada emosi.
Sofia menatap tenang wanita didepannya yg sedang sibuk memeriksa kondisinya. Dokter Rose yg memeriksa keadaannya tersenyum meskipun sedikit kaget.
" Kondisi anda jauh lebih baik dari hari kemarin Nona " ucapnya tersenyum ramah. Aneh sangat aneh baru kemarin ia melihat kondisi pasiennya memburuk dan tak sadarkan diri selama 3 jam lamanya.
" Anda hebat bisa melewati ini semua. " Rose mencoba untuk mengajak Sofia berbicara.
Bukannya menanggapi Sofia malah dengan tenang menatap wajah Rose.
" Cantik persis seperti perkataan Mama " perkataan tiba tiba yg diucapkan Sofia membuat Rose tersenyum.
" Berkat nyonya saya bisa menjadi seperti sekarang. Dulu saya sempat menyerah karena keadaan yg tidak mendukung namun dengan baiknya Tuhan mengirimkan nyonya untuk mengubah jalan hidup saya."
Rose dulunya hanya seorang gadis penjual bunga yg mempunyai mimpi menjadi seorang dokter hebat. Namun karena keadaan ia sempat mengubur mimpinya dan akhirnya ia dipertemukan dengan Balqis, Mama dari Sofia yg menolongnya dari kejaran petugas.
Setelah hari itu mereka jadi sering bertemu karena Balqis yg sering membeli bahkan memborong bunganya . Hingga suatu hari Balqis memberinya tawaran untuk melanjutkan pendidikan dan kembali menggapai mimpinya.
" Nyonya adalah sosok baik dan hebat . Bagi saya nyonya adalah pahlawan. " Rose tersenyum kala mengingat pertemuan pertama mereka.
" Kenapa mereka mengkhianati Mama " bukan pertanyaan namun pernyataan dari Sofia membuat Rose mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Sofia tertawa pelan lalu berkata. " Mama baik bahkan sangat baik sampai baiknya dikhianati oleh orang yg paling berarti dalam hidupnya."
Rose yg mendengar pernyataan itu hanya bisa diam tidak tau harus merespon seperti apa.
Degh
Jantung dua orang laki laki berbeda usia diluar ruangan terasa sakit kala mendengar ucapan yg keluar dari mulut Sofia.
" Seorang anak yg seharusnya menyayangi Mamanya malah membiarkan Mamanya merasakan sakit .Bahkan suaminya yg sangat ia cintai dengan teganya mengkhianati cintanya hingga ia sulit untuk bangkit." Lagi lagi ucapan Sofia menghujam dada kedua laki laki berbeda usia itu.
" Gue selalu bertanya apakah Mama tidak baik hingga membuat mereka memperlakukan Mama seperti seekor anjing."
" Sakit rasanya kala melihat Mama menangisi para bajingan itu. Gue benci mereka, karena mereka senyum Mama harus hilang ."
" Maafin Abang Sofia." lirih Sky. Dadanya sesak kala mendengar ucapan Sofia.
" Abang emang brengsek ." sesal Sky menatap sedih adiknya.
" Maafin Papa karena menjadi penyebab ini semua ." Batin Haris sedih.
Penyesalan selalu datang diakhir, kini putri yg dulunya ia nantikan bersama sang istri membenci dirinya. Bahkan putrinya membenci Abangnya sendiri.
__ADS_1
Kilasan kilasan masa lalu seakan berputar bak kaset film dipikirannya bagaimana ia mengkhianati istri yg sangat ia cintai, bagaimana ia membentak putrinya untuk pertama kali dan menampar putrinya untuk pertama kali dalam hidupnya.
Cklek
Rose kaget ketika melihat dua orang laki laki berdiri diluar ruangan namun dengan cepat ia bisa mengontrol ekspresinya. " Tuan Haris dan tuan muda Sky." Rose menunduk kala
melihat siapa yg berada didepannya.
" Boleh kami masuk?" tanya Haris dan dibalas anggukan oleh Rose.
" Saya permisi Tuan." Setelah kepergian Rose Haris dan Sky memasuki ruang inap Sofia.
Sofia yg sudah tau siapa yg datang menatap tenang jendela disampingnya tanpa mau menoleh.
Haris berusaha tersenyum begitu juga dengan Sky kala melihat Sofia yg enggan menatap mereka.
" Ada yg sakit ?" tanya Haris lembut seraya mengusap lembut rambut putrinya. Hal ini adalah hal yg ia rindukan mengusap rambut putrinya bahkan memeluknya.
Sofia tak menjawab pertanyaan itu. " Adek Abang mau apa hm ? nanti Abang turutin " kata Sky.
" Mati " Sofia menoleh kearah Sky dengan wajah tanpa ekspresi. Sky menegang kaku mendengar satu kalimat itu , sebegitu benci kah Adiknya hingga ingin ia Mati?.
__ADS_1
" Tidak bisa bukan? jadi jangan menyuruh saya meminta apapun karena yg saya inginkan adalah kalian Mati " tekan Sofia.
Haris hanya bisa menatap sedih putrinya. Karena perbuatannya putrinya harus menderita seperti ini.