Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 11.Duka Kanza


__ADS_3

Noni panik karena tidak bisa menghubungi nomor ponsel Kanza. Sudah sejak jam enam pagi,Tigakali panggilannya tidak ada yang menjawab. Secepat mungkin Noni meluncur ke Rumah Kanza. Diperjalanan Noni mengabari ketiga temannya. Noni mengarahkan teman-temannya itu ketempat-tempat yang biasa Kanza datangi.Setibanya dirumah Kanza, pintu rumah kanza nampak tertutup. Noni masuk dengan kunci cadangan yang memang diberikan Kanza kepadanya. Setengah berlari Noni memeriksa setiap sudut Rumah tersebut. Noni terkejut mendapati Kanza terkapar didalam kamar dilantai dalam keadaan pingsan. Segera Noni mengangkat Kanza ke tempat tidur. Noni berusaha membangunkan Kanza dari pingsannya. Akhirnya Kanza menyadarkan diri, Kanza memeluk Noni dengan tangis yang sangat pilu. Noni heran melihat Kanza


"Heii.. Ada apa? Kenapa menangis? "tanya Noni lembut. 


"Rumah sakit menelepon kalau mas lukman mengalami kecelakaan,"tutur Kanza. 


Seketika Noni terhenyak dengan perkataan Kanza tersebut. 


"Terus keadaan nya gimana? "tanya Noni iba. 


"Sepertinya mas Lukman sudah meninggal,"jawab Kanza dengan tangis yang semakin keras. 


Mendengar itu Noni reflek mengeratkan pelukannya.mengelus-elus punggung Kanza, berharap Kanza semakin tenang. 


"Kalau begitu kita ke rumah sakit ya, "ajak Noni. 


Kanza pun mengangguk pelan dan mulai melepas pelukannya. Noni memapah Kanza berdiri.Sebelum keluar dari kamar Noni memungut handphone Kanza yang tergeletak di dekat lemari.Sepertinya handphone tersebut terlempar ketika Kanza jatuh pingsan. 


Merekapun segera menuju rumah sakit yang menghubungi Kanza. Ditengah perjalanan Noni menyempatkan membeli sarapan untuk Kanza.Jam telah menunjukkan 8:30 pagi.Noni mengabari ke tiga temannya.. Mengarahkan mereka untuk datang ke rumah sakit yang sama. Diam-diam Noni melaporkan keadaan Kanza kepada Rendy , ketika Kanza memejamkan matanya menahan air matanya yang selalu ingin keluar. 


"Bagaimana caraku memberitahu bibi? "bingung Kanza.


"Mas Lukman hanya mengantarkan nyawanya kejakarta,"ucapnya lagi.


" Kalau saya tidak menyuruh mas Lukman ke jakarta, mungkin dia tidak akan meninggal,"sesal Kanza pada diri sendiri. 


"Itu semua sudah takdi Mbak,"kata Noni


"Jangan pernah menyalahkan diri sendiri,"sambung Noni.


Lukman mengalami kecelakaan ketika berjalan menuju pasar bahan- bahan untuk membuat kue tidak jauh dari toko kue Kanza.Setiap pagi jam 4.00 dini hari Lukman memang pergi berbelanja ke toko bahan kue seminggu ini,karna itu memang tugas yang diberikan noni kepadanya. Sebuah mobil menabraknya dari belakang dengan kerasnya di pagi ini.


Di Rumah sakit Noni menuntun Kanza menuju ruang jenazah,yang memang diarahkan resepsionist ke ruang jenazah tersebut.karena memang mayat Lukman telah ditempatkan di ruang jenazah.


Setelah di dalam ruang jenazah,Kanza kembali pingsan setelah melihat jenazah Lukman.


Noni dan ketiga kawannya segera mengevakuasi Kanza ke Ruang perawatan.


Noni dengan sigap memanggil dokter jaga.Dokter itupun mulai memeriksa Kanza.tak lama kemudian seorang Dokter dan seorang perawat berlari dan masuk ke dalam ruang rawat Kanza.

__ADS_1


Jantung Noni berdegup kencang melihat Dokter itu berlari.ada apa dengan Nona Kanza,apakah berbahaya??


Noni segera berlari kedalam ruangan tersebut,tapi perawat melarang Noni masuk,dia memberitahu bahwa keadaan pasien baik-baik saja.


Ternyata Dokter yang berlari masuk tersebut adalah Dokter yang jadi kepala Rumah sakit ini..


Dokter kepala tersebut langsung mengambil alih pemeriksaan Kanza.


Dokter yang pertama menangani Kanza menepi memberikan ruang kepada Dokter kepala.Dokter pertama itu memandangi wajah Kanza,tapi tidak menemukan ingatannya bahwa Kanza adalah orang penting ataupun anak orang penting di negeri ini,bahkan rekam medis gadis ini belum ada di Rumah sakit ini,yang artinya gadis ini baru pertama sekali datang kerumah sakit ini melakukan pengobatan.


Ternyata Rendy menelepon kepala Rumah sakit ini,memberitahukan bahwa gadisnya yang bernama Kanza sedang berada di Rumah sakit ini untuk melihat jenazah temannya.


Daniel menyuruh Dokter kepala mendampingi gadisnya tersebut,mengingat gadisnya itu mengalami pingsan tadi pagi.


Tapi ketika Dokter kepala pergi ke ruang jenazah,dia mendapat info bahwa Kanza,kembali pingsan dan dilarikan keruang perawatan.


Tiba-tiba handphone Noni berdering,Noni melihat panggilan itu datang dari bosnya Rendy.Tapi anehnya panggilan itu panggilan video call.Noni heran karna baru kali ini bos Rendy melakukan panggilan Video call.


"Hallo bos,"sapa Noni setelah menekan tombol Ok.


"Nona Kanza dimana?"tanya Rendy dengan suara tegang.


"Kamu masuk dan arahkan handphone mu ke Nona Kanza dan


Dokter itu.tanpa aba-aba dari saya kamu tidak boleh membalikkan layar handphone mu!" perintah Rendy.


"Siap Bos!"ucap Noni yang segera melaksanakan perintah Bos nya.setelah didalam ruang rawat,suara seseorang yang bukan suara Bos nya Rendy terdengar dihandphone Noni.dan itu adalah Daniel.Ternyata sebelum melakykan video call,Daniel telah mengamuk di kantor,semua barang yang ada du atas meja hancur berantakan.


Susah payah Rendy mencegah Daniel untuk tidak meluncur datang ke Rumah sakit ketika mendengar Kanza pingsan untuk kedua kalinya.


"Apa kamu akan merusak hidup gadis itu?"tanya Rendy pada Daniel.


Daniel dan Rendy telah membuat kesepakatan,bahwa sebelum gadis itu menyelesaikan kuliahnya,Daniel tidak boleh dekat dengan gadis itu.Karna imazinasi Daniel terhadap  gadis itu sangat tinggi membangkitkan gairah kelelakian Daniel.


"Ingat,Bagi Nona Kanza kamu adalah orang asing,hanya seseorang yang kebetulan bertemu dijalan,hanya kamu yang merasa dekat dengannya.jangan membuatnya menjauh darimu,"


Kalimat Rendy ini spontan menghentikan langkah Daniel untuk tidak menemui Kanza ke Rumah sakit.


Daniel tidak ingin membuat Kanza tidak nyaman dengan kehadirannya.

__ADS_1


"Lakukan yang terbaik untuk gadis itu kalau tidak ingin hidupmu susah!"perintah Daniel pada Dokter kepala.


Mendengar suara tersebut,Dokter itu mengetahui bahwa itu adalah suara dari pemik Rumah sakit ini.


" Siap pak!saya akan melakukan yang terbaik,tapi keadaan nona Kanza baik-baik saja,tidak perlu ada yang di kawatirkan pak,"terang Dokter itu.


"Baik bagaimana dia pingsan begitu?"tanya Daniel murka.


"Sebentar lagi dia akan siuman pak,kita tunggu sebentar,"jawab Dokter itu gugup.


"Arahkan handphone nya ke Nona Kanza!"perintah Daniel.


Noni segera mengarahkan handphonenya pada Kanza.


Suara napas berat terdengar dari dalam handphone tersebut.hingga Kanza mulai menggeliat yang menandakan Kanza sudah mulai siuman.


Sekitar 5 menit lamanya Noni mengarahkan handphone tersebut kearah Kanza


"Matikan handphonenya!"perintah bos Rendy yang telah mengbil alih handphone diseberang sana.


Setelah kesadaran Kanza pulih,dia kembali menangis tersedu


"Suda-sudah,kalau kamu pingsan terus,nantinya siapa yang akan mengurusi jenazah mas Lukman?" tanya Noni pada Kanza untuk mengingatkan dia urusan yang harus dilakukannya masih panjang.


Mendengar hal itu Kanza menguatkan hatinya untuk tidak kembali menangis.


"Kita akan mengirimkan jenazah mas Lukman kekampung halamannya sekarang juga,jadi kamu harus kuat fisik maupun mental!"instruksi Noni.


Kanza hanya mengangguk tanpa berkata apapun.


Noni mengurus semua yang diperlukan untuk memberangkatkan jenazah Lukman ke kampung halaman.


Dokter membekali Kanza dengan berbagai vitamin yang di perlukan untuk menguatkan pertahanan tubuh Kanza.Atas perintah Daniel, Dokter kepala mengutus seorang Dokter untuk mendampingi Kanza dalam melakukan urusannya dalam proses pengiriman dan penguburan Lukman,tapi Kanza menolaknya.


Ke empat sahabatnya setia mendampingi Kanza,para sahabatnya patungan untuk memberi uang duka kepada keluarga Lukman,dan itu jumlah yang sangat besar.Dan tentu saja uang itu berasal dari Daniel,hanya cara penyampaiannya yang disamarkan.


Akhirnya proses pengebumian Lukman selesai sudah dilaksanakan,Kanza dan ke empat sahabatnya pun kembali ke Jakarta.


Kasus Lukman pun ditutup sebagai kasus tabrak lari.

__ADS_1


 


__ADS_2