Mengapa Harus Saya?

Mengapa Harus Saya?
Bab 50.


__ADS_3

Seorang pria mendekati Kanza ketika Daniel meninggalkanya pergi ke kamar mandi.


"Halo, masih ingat dengan saya? " tanya pria tersebut


Kanza memperhatikan wajah pria itu dan dia mengingatnya.


"Mas Teguh kan? " tanya Kanza setengan berteriak akibat merasa senang bisa bertemu dengan Teguh setelah sekian lama.


Teguh adalah kakak kelas Kanza ketika SMA dulu. Teguh adalah ketua pramuka dan Kanza adalah wakil teguh masa itu. Tidak heran bila Kanza merasa senang bertemu dengan Teguh. Karena dulu hubungan mereka memang akrab.


"Mas Teguh kerja di CIPTA juga atau Klien Pak Daniel? " tanya Kanza antusias.


"Saya hanya karyawan suamimu, " jawab Teguh.


"Pantasan surat ku dulu tidak berbalas, ternyata kamu mencari pria yang betul-betul matang dalam segala hal, "ucap Teguh kepada Kanza.


Kanza bingung tidak mengerti dengan ucapan Teguh.


" Maksut Mas, surat apa? "tanya Kanza bingung.


" Apa kamu juga sudah melupakan kalau aku dulu pernah mengirimkan surat cintaku kepadamu melalui Tiwi? "ucap Teguh


Kanza terlihat sedang memikirkan sesuatu.


" Saya memang menerima surat dari Tiwi, tapi suratnya saya berikan kepada Dinda,saya kira itu surat Mas Teguh kepada Dinda, "tutur Kanza yang memang masih mengingat kejadian tersebut.


" Kenapa memberikannya kepada Dinda? "tanya Teguh heran.


" Dinda bilang, Mas Teguh lagi mendekati dia, Dan Mas Teguh menyimpan rasa kepada Dinda, "jawab Kanza menerangkan alasan dia memberikan surat tersebut kepada Dinda.


" Za, Mas Teguh menitipkan surat kepada ku, katanya untuk sahabatku, entah yang di maksud kamu atau yang mana? " Begitu ucapan Tiwi dahulu ketika memberikan surat tersebut kepada ku.


"Tidak mungkin kepada saya, Mas Teguh lagi mengejar Dinda, " jawab ku kepada Tiwi.


"Ya udah, kasihkan kepada Dinda, " pinta Tiwi kala itu.


"Dinda itu telah membohongimu,dua minggu sebelum aku menitipkan suratku, aku telah menolak pernyataan cinta Dinda terhadapku, aku tidak pernah mengejarnya. Dan dia tahu kalau aku menyukaimu saat itu, " tutur Teguh.

__ADS_1


"Maaf Mas, saya tidak tahu kalau suratnya Mas kirim untukku, " ucap Kanza.


"Kalau belum ada Pak Daniel? apa kamu memperhitungkan ku dalam hati mu? "tanya Teguh kepada Kanza.


Kanza terdiam beberapa saat memilih kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan Teguh.


"Terus terang, saya tidak pernah berfikir kearah sana, dulu saya hanya mengagumi Mas Teguh karena kecakapan Mas Teguh dalam memimpin pasukan pramuka kita dulu, " jawab Kanza akhirnya.


Tanpa mereka sadari Daniel telah bergerak kearah mereka dengan sorot mata yang siap memangsa buruannya.Seluruh tubuh Daniel terlihat bergetar menahan amarah yang ada di hatinya.


Tiba-tiba Daniel menendang tubuh Teguh dari bagian belakang dengan tenaga yang begitu kuat,hingga mengakibatkan Teguh terpelanting hingga lima meter jauhnya.


Sontak Kanza berteriak melihat kejadian itu.Kolega-kolega bisnis Daniel merasa ketakutan melihat kejadian tersebut. Mereka sudah mengetahui kekejaman seorang Daniel Permana bila merasa tersinggung.


kembali Daniel berjalan mendekat ke arah Teguh terhempas.Melihat itu, Kanza pun mengejar Daniel dan menghalangi langkah Daniel.


Dengan tatapan yang begitu tajam, Daniel memandang mata Kanza dan berkata"Jangan coba-coba menghalangiku, "


Kanza tidak bergeming dari tempatnya. Walaupun tubuhnya terlihat gemetar namun dia mempertahankan posisinya untuk menghalangi langkah Daniel.


Seketika Daniel mengangkat Tubuh Kanza dan membawanya kedalam kamar Presiden suit hotel tersebut. Daniel pun mengurung Kanza di sana.


Setelah Daniel turun, hanya tinggal beberapa orang saja yang bertahan di sana, semua kolega-koleganya sudah pada melarikan diri. Mereka tidak mau jadi sasaran kemarahan Daniel berikutnya.


Daniel melihat Teguh merangkak dengan suara merintih kesakitan. Daniel melepaskan satu tendangan yang mengenai perut Teguh.


"Berani sekali kamu mendekati istriku, brengsek, " teriak Daniel kepada Teguh.


Dengan kalap Daniel menghujam Teguh dengan berbagai tendangan dan pukulan.Darah sudah mengucur di mana-mana.


"Buang dia ke pinggir hutan, biar binatang buas memangsanya, " perintahnya kepada anak buahnya yang setia mengawasi pergerakan setiap orang yang ada di pesta itu.


Dengan cepat anak buah Daniel pun bergerak dan menjalankan perintah Daniel.


Setelah Teguh tidak terlihat lagi oleh Daniel. Daniel pun melangkah menuju kamar Presiden suit, sebelumnya Daniel memerintahkan Rendy untuk segera menyudahi acara Perusahaan tersebut.


Sepanjang perjalanan ke kamar Presiden suit, Daniel merasa ada sedikit ketakutan di hatinya menghadapi Kanza.Hal yang belum pernah di rasakan Daniel sebelum nya kepada orang lain. Aksi sebesar apapun tidak pernah membuat hati Daniel gentar seperti ini.

__ADS_1


Daniel menarik nafasnya dalam sebelum akhirnya membuka pintu kamar Presiden suit tersebut.


"Apa yang Mas lakukan padanya? " cecar Kanza begitu Daniel terlihat oleh Kanza.


Daniel mendaratkan tubuhnya di sofa tanpa menjawab pertanyaan Kanza.


"Apa yang Mas lakukan padanya? " teriak Kanza sekali lagi karena melihat Daniel tidak berniat menjawab pertanyaan nya.


"Apa kamu mencintainya? " bentak Daniel.


"Mas, dia itu hanya teman SMA ku dulu, " jawab Kanza.


"Tapi dia mencintai mu, "ucap Daniel sambil menggigit gigi nya sendiri karena menahan amarah nya mengingat pria tersebut mencintai istri nya.


" Apa semua pria yang jatuh hati kepada ku akan Mas bunuh? "teriak Kanza.


" Ya, "jawab Daniel singkat.


Kanza terdiam. Dia naik ke ranjang dan meleburkan dirinya di sana. Kanza menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh nya. Air mata kini membanjiri pipinya. Rasa kesal dan amarah membuat nya menitikkan air mata. Lama kelamaan suara isak tangis Kanza terdengar oleh Daniel.


Seketika amarah yang bercokol di hati Daniel menguap mendengar isak tangis Kanza.Setengah berlari Daniel naik ke atas ranjang dan memeluk Kanza di balik selimut yang menutupi tubuh Kanza.


"Mas mohon jangan menangis, Mas tidak mau melihat mu menangis, " bujuk Daniel.


Kanza tidak memperdulikan bujukan Daniel. Dia terus melanjutkan isakan nya. Sifat kejam Daniel membuat hatinya pilu.


"Apa kamu menangisi pria tadi? " tanya Daniel setengah berteriak


"Mas, " bentak Kanza sambil membuka selimut yang menutupi wajah nya.


"Saya hanya tidak ingin mempunyai suami yang kejam seperti Mas, " lanjut Kanza.


"Apa kamu menyesal menikah dengan Mas? " tanya Daniel kawatir.


"Saya hanya ingin Mas merubah sifat Mas Dani, semua bisa di bicarakan baik-baik, kenapa harus memakai kekerasan? " tutur Kanza.


"Kamu juga harus memahami perasaan ku, sudah sering Mas katakan, Saya tidak bisa melihat ada pria lain mendekati mu,mengertilah, " ucap Daniel.

__ADS_1


Kanza pun terdiam mendengar ucapan Daniel. Kanza menyadari bahwa itu juga kesalahannya. Kanza merasa menyesal telah meladeni Teguh di pesta yang di adakan Daniel.


Daniel pun kembali memeluk Kanza.Daniel pun ikut masuk ke dalam selimut yang membungkus Kanza. Melihat Kanza tidak keberatan dengan aksinya itu, Daniel pun memberanikan diri untuk meraih bibir Kanza dengan bibir nya. Kanza pun menerima perlakuan dari Daniel. Melihat itu, Daniel semakin bersemangat untuk melanjutkan aksi selanjutnya.


__ADS_2