
Setelah kejadian rampok yang menimpa Kanza,Daniel merasa tidak tenang membiarkan Kanza tinggal sendirian dirumah kost tersebut.Akhirnya Daniel memerintahkan Rendy untuk membeli semua rumah kost yang ada di daerah tersebut.
"Cari pemilik kost tersebut,dan bayar dengan harga tinggi," perintah Daniel.
"Kanzaku tidak boleh tinggal di tempat itu lagi,"lanjut Daniel.
"Siap Bos!" ucap Rendy menerima perintah.
Rendy pun segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh Daniel,dia membeli semua usaha kost yang ada didaerah Kanza tinggal,dengan harga tinggi.Tentu saja para pemilik usaha kost tersebut berlomba untuk menjual usaha kost mereka kepada Rendy.Rendy memberi syarat kepada pemilik kost tersebut untuk mengosongkan kost tersebut dalam dua hari kedepan.
"Maaf Kanza,kamu harus pindah dari tempat ini,karna tempat ini sudah Ibu jual kepada orang lain,dan pemilik yang baru akan segera membangun tempat ini.Jadi kamu harus pindah dari tempat ini dalam dua hari ini," Begitu ucapan Ibu kost kepada Kanza,ketika Kanza mau berangkat kuliah.
"Aduhhh! kho mendadak begitu Bu?" tanya Kanza heran.
"Itu adalah permintaan dari pemilik yang baru,bukan kemauan Ibu,"sanggah Ibu kost .
" Maafkan Ibu Kanza,"sambung Ibu kost tersebut.
"Gak apa-apa Bu,sepulang kuliah saya akan cari tempat kost yang baru Bu,"ucap Kanza.
Setelah pulang kuliah,Kanza segera mencari tempat kost yang kosong di sekitaran kostnya tersebut,tapi Kanza mendengar keluhan yang sama dengan dirinya.Para penghuni kost itu juga disuruh keluar dengan alasan yang sama.
"Sepertinya yang membeli kost ini seorang pengusaha,"ucap salah satu penghuni kost yang bernasib sama dengan Kanza.Usaha Kanza pun tidak membuahkan hasil.Akhirnya Kanza menyerah dengan usaha sendiri dan memutuskan untuk minta pertolongan dari teman-temannya.
"Mohon bantuannya teman-teman! Bu kost menyuruh saya pindah,karna tempat kost saya ini telah dibeli oleh orang lain,besok tempat saya ini sudah harus kosong.kira-kira ada nggak tempat kost yang masih kosong gaess?"Isi chat Kanza pada grup whatshap mereka.
__ADS_1
"Wahh,parah tuh Ibu kost,masak suruh pindah tidak kasih waktu," celetuk chatnya Tuti.
"Iya tuh,parah!" balas Yuni.
"Nginep di tempat saya aja dulu," Isi chatnya Reni.
"Mba Kanza mau nggak tinggal di Rumah bibi saya? Rumah itu sudah enam bulan kosong karna Bibi saya telah pindah ke luar negri,enam bulan yang lalu," tawar Noni mengharap Kanza menerima tawarannya.
"Mana sanggup aku bayar uang kost nya," balas Kanza.
"Tidak usah bayar,cukup bayar uang lampu air saja,mau yahh?" Pinta Noni.
"Wahhh,betulan nih gak pake bayar?" tanya Kanza memastikan.
"Terimakasih sobatku...!"ucap Kanza.
"Kalau begitu kami datang untuk membantu,ya?" Celetuk Reni.
Akhirnya Kanza pun pindah ke Rumah yang lumayan mewah yang memang di persiapkan Daniel untuk di tempati Kanza.Dengan bantuan dari para sahabatnya.
"Wahhh! Rumahnya bagus!" puji Kanza begitu memasuki pekarangan rumah tersebut.Mulai dari gerbang dilengkapi dengan kata sandi yang harus di tekan ketika membuka gerbang Rumah tersebut.Demikian juga dengan pintu masuk rumah tersebut mempergukan kata sandi untuk membukanya.Noni segera memberi tahu kata sandi Rumah ini kepada Kanza.
Mulai malam itu,Kanza menempati Rumah yang disediakan Daniel untuknya.malam ini para sahabat Kanza bersedia menemani Kanza di Rumah itu sambil mengajari Kanza mempergunakan fasilitas yang ada di Rumah tersebut.
Kanza tidak mengetahui,bahwa Rumah itu dipasangi dengan kamera pengintai disetiap sudut ruangan,kecuali kamar mandi.
__ADS_1
Daniel ingin memastikan keamanan gadis itu,juga Daniel ingin melihat wajah gadis itu kapan pun dia mau.
Daniel merasa bersemangat menjalani hari-harinya semenjak Kanza tinggal di Rumah tersebut.Daniel akan senantiasa memandangi layar komputar yang terhubung ke kamera di rumah yang ditempati Kanza.
Seperti malam ini,Daniel dengan senyum di wajah memasuki kamarya lebih cepat dari biasanya.Komputer yang terhubung ke kamera pengintai di Rumah Kanza,dia letakkan di dalam kamar pribadinya.Daniel ingin menciptakan suasana bahwa Kanza menemaninya di kamar ini,bahkan di waktu dia tertidur.Daniel segera menghidupkan komputer tersebut,dan tentu saja berbagai sudut ruangan di rumah Kanza terlihat di layar.
Daniel melihat Kanza sedang berada di meja belajar.Sepertinya Kanza sedang fokus dalam belajarnya.Sesekali Kanza menyeka rambutnya yang turun ketika Kanza tunduk untuk menulis.Daniel memperhatikan semua gerakan yang dilakukan Kanza.Apapun gerakan yang dilakukan Kanza,semua terlihat indah di mata Daniel.
Sampai akhirnya Kanza mulai merasa lelah dan menguap.Kanza mengemasi buku-buku yang yang berserakan diatas meja sebelum akhirnya Kanza beranjak ke tempat tidur.
Daniel pun mengikuti Kanza naik ke tempat tidur.Daniel akan tidur bila Kanza juga sudah tertidur.Dengan di temani oleh layar komputer yang tetap menyala.
Bagitulah yang dilakukan Daniel,semenjak Kanza menempati rumah tersebut.Terkang Daniel tidak bisa menahan hasratnya setiap kali memandangi Kanza.Terlebih Kanza sering hanya menggunakan tanktop dan celana yang begitu pendek bila dirumah.Itu akan memperlihatkan bentuk tubuh kanza yang begitu memikat Daniel.Junior Daniel tidak bisa diajak kompromi bila mendapati pakaian Kanza yang demikian.Seluruh syaraf Daniel akan menjurus ke hal-hal yang berbaur pornografi.Bentuk tubuh Kanza akan terlihat dengan semakin nyata bentuknya,belahan pada dada Kanza membuat Daniel semakin berhalusinasi melakukan **** dengan Kanza,tak ayal Daniel mengelus dan mencium Kanza lewat layar komputer tersebut.Bokong Kanza akan tercetak dengan jelas apabila Kanza hanya memakai celana pendek yang berbahan karet.Hal ini akan membuat Daniel semakin gila.
Bila hasrat Daniel sudah tidak terbendung lagi,Daniel akan meminta Rendy untuk mengirimkan wanita ke villanya tersebut untuk menuntaskan hasratnya yang tercipta oleh Kanza.Bagi Daniel,Kanza adalah momok yang selalu membangkitkan gairah,semua bagian dari tubuh Kanza mampu membangkitkan gairah Daniel.Jangankan bagian-bagian tubuh kanza yang sensitif,bahkan tangan dan kaki Kanza juga jadi bahan halusinasi Daniel dalam bercinta.
Setiap pagi,Noni akan datang menjemput Kanza dan mengantarkannya ke Kampus,karena memang jarak antara tempat tinggal Noni hanya beberapa rumah dari tempat tinggal Kanza.Begitu juga sore harinya Noni akan menjemput Kanza dari toko kue.Begitu aktifitas Kanza yang harus di awasi oleh Noni.Pagi hari Kanza kuliah,pulang kuliah Kanza langsung ke toko kue dengan berjalan kaki,tapi lebih sering Kanza ke toko kue bersama kedua rekannya Reni dan yuni dengan menumpang ke salah satu kendaraan temannya tersebut.Kemudian sore hari Noni akan menjemput Kanza dari toko kue dan mengantarkannya ke tempat tinggal Kanza,memastikan keselamatan Kanza,demikian juga bila Kanza ngotot berjalan kaki dari kampus ke toko kue,Noni akan mengawasi Kanza selama dalam perjalanan.Hal ini adalah perintah dari atasan yang harus semakin ketat menjaga Kanza.
Noni tidak menolak,apabila Kanza ingin membayar uang bensin ketika mereka mengisi bensin.Hal itu adalah kesepakatan antara Noni dan Kanza.Noni paham sifat Kanza,dia tidak mau menerima bantuan orang dengan cuma-cuma.
"Tapi biarkan aku yang mengisi bensinnya," syarat Kanza,ketika Noni mengatakan dia akan mengantar di pagi hari ke kampus dan sore hari menjemput Kanza dari toko kue.
"Boleh,dengan senang hati." balas Noni menanggapi syarat yang diberikan oleh Kanza tersebut.
__ADS_1